
Keysa semakin takut dan tidak berani melihat ke arah Bram. Melia melihat gelagat anak dan suaminya. Dia segera menengahi mereka berdua.
"Sabar, Mas. Anak sendiri loh ini," ucap Melia kepada suaminya. Kemudian Melia menatap lembut ke arah Keysa.
"Key, dijawab apa yang ditanya papamu, Nak," ucap Melia dengan lembut. Keysa menatap sosok lembut ibunya. Dia bersyukur punya ibu penyayang. Papa Keysa memang keras, tetapi sebenarnya punya hati yang baik. Mama Keysa begitu lembut dan penyayang. Keysa sungguh beruntung hidup sebagai anak dari Bram dan Melia. Semua dia miliki. Jadi Keysa sungguh bersyukur.
"Iya, Ma." Keysa mengangguk ke arah Melia. Kemudian dia memandang ke arah papanya.
"Ponsel Keysa kemudian lowbet, Pa. Keysa panik dan lupa mengabari. Begitu ingat, ternyata ponsel sudah lowbat. Jadi maafkan, Keysa. Keysa salah," ucap Keysa pada akhirnya.
Melia tersenyum. Bram menghela napas.
"Ini jawaban jujur, Key?"
"Iya, Pa." Keysa mengangguk dengan pasti dan begitu menyakinkan.
Akhirnya papa dan mama percaya. Mereka kemudian meminta Keysa agar kembali ke kamar untuk istirahat karena besok Keysa harus kembali bersekolah.
***
Esoknya.
Keysa kembali ke sekolah seperti biasanya. Dia masuk tepat waktu dan belajar. Pak Willy Setiawan adalah wali kelas Keysa dan kini sedang mengajar di kelas Keysa. Kali ini mereka ulangan dadakan. Seperti biasa, Keysa memperoleh nilai sempurna. Nilai baik dan bagus, membuat beberapa orang cemburu dan iri.
"Keren, ya, si Keysa. Udah cantik, kaya, dan pintar lagi. Beruntung banget, ya. Hidup dia enak bener," ucap salah satu cewek di kelas Keysa.
"Yoi. Dia juga banyak yang naksir. Gue dengar ketua kelas suka sama dia. Kapten tim basket juga suka sama Keysa. Lalu si ketua OSIS suka sama Keysa. Banyak deh," ucap yang lainnya juga.
"Kesayangan para guru juga kan karena pintar. Apalagi Pak Willy terus aja banggain Keysa di depan semuanya. Keysa yang pintar lah, keysa yang rajin lah, keysa yang ini dan itu lah, kalian harusnya mencontoh Keysa dan bisa seperti Keysa." Cemooh salah satu diantara mereka. Terlihat sekali dia begitu kesal dengan Keysa.
"Hahahaha. Terlalu kecaperan sih menurut gue, ngeselin tu si Keysa," ucap Ivony menatap kesal ke arah Keysa. Ivony dari awal tidak begitu menyukai Keysa. Dia begitu membenci Keysa. Oleh karena itu, dia memusuhi Keysa. Ivony juga mengajak para gadis lainnya di kelas dan di sekolah mereka untuk memusuhi Keysa.
Keysa hanya bisa diam dan pasrah saja. Dia tidak mau ribut dengan yang lain, walaupun para cewek di sekolah begitu tidak menyukai dirinya.
__ADS_1
Ivony dan kawan-kawan menghampiri Keysa saat jam istirahat. Mereka seperti biasa meminta kepada Keysa membelikan mereka jajan dengan uang saku Keysa sendiri. Setelah Keysa melakukan permintaan mereka, nantinya mereka meninggalkan Keysa sendirian di kelas. Tidak ada yang mau main bersama Keysa. Dia sendiri di kelas dan di sekolah tersebut.
Para anak cowok memujanya sehingga membuat para cewek cemburu dan iri pada Keysa. Para guru menyukai Keysa, yang akhirnya membuat para siswa cewek semakin tidak menyukai Keysa.
Hal tersebut membuat para siswi perempuan berbuat sesuka hati kepada Keysa. Dia dikucilkan bahkan tidak ditemani. Di belakang Keysa, mereka membicarakan Keysa dengan buruk. Di depan Keysa sok manis dan menyuruh-nyuruh Keysa. Padahal mereka hanya memanfaatkan Keysa saja. Bahkan ada yang terang-terangan bersikap kasar kepada Keysa.
Sejujurnya Keysa merasa lelah. Dia mau mengatakan isi hatinya. Namun kembali lagi. Keysa tidak berani berkata apa pun.
Jam istirahat hampir berlalu. Keysa bersiap kembali ke kelas setelah makan bakso tadi di kantin. Dia makan sendirian karena tidak punya teman. Anehnya setiap anak cowok mendekati, tetapi Keysa berusaha menolak dan menjauhi.
Kini Keysa kembali ke kelas. Namun baru saja melangkah kaki Keysa dicekal, sehingga dia tersandung dan jatuh tersungkur di lantai. Bukannya di tolong, malah Keysa ditertawakan.
"Makanya lain kali hati-hati," ucap Ivony.
Kemudian dia menumpahkan botol minumannya dan mengenai rok Keysa. Kemudian mereka tertawa dan berlalu begitu saja. Mereka duduk di kursi masing-masing. Keysa bangun dan duduk di kursinya. Dia membersihkan diri dengan tisu pada rok sekolahnya. Keysa hanya bisa menghela napas panjang.
Beberapa waktu kemudian, sekolah selesai dan Keysa pulang. Namun dia tidak langsung pulang. Keysa menuju tempat rumah sakit dimana Benny dirawat.
Tiga hari pun berlalu. Benny akhirnya sadar. Setiap hari setelah pulang sekolah, Keysa menyempatkan diri untuk menjenguk Benny. Begitulah setiap pulang sekolah dia menemani Benny hingga Benny sadar.
Tepat setelah tiga hari kemudian barulah Benny sadar. Benny selamat dan tertolong berkat bantuan Keysa.
"Dimana gue?" ucap Benny saat baru pertama kali sadar. Dia melihat sekeliling. Tepat saat itulah Keysa masuk membawa buah tangan. Dia masuk dan meletakkan buah tersebut di dekat meja kecil yang ada disebelah ranjang pasien.
"Elu udah sadar? Syukurlah," ucap Keysa dan tersenyum. Keysa duduk di sebelah Benny.
"Elu siapa?" tanya Benny dengan kening berkerut.
"Gue Keysa Cantika. Panggil aja Keysa." Keysa mengulurkan tangan.
Benny menyambut tangan Keysa. "Gue Benny."
"Elu gak hilang ingatan, kan? Dimana keluarga elu? Biar gue kabarin?" tanya Keysa.
__ADS_1
"Gak perlu. Gue hidup seorang diri. Tapi bagaimana gue ada disini?" Tatap Benny ke arah Keysa. Wajah cantik Keysa begitu menyentuh hati Benny. Sejujurnya saat Keysa baru masuk tadi hati Benny agak tergerak.
"Elu gak punya siapapun, ya. Hem. Gue nolongin elu. Gue lihat elu jatuh dan kecelakaan. Terus gue tolong bawa ke rumah sakit. Elu gak sadar selama beberapa hari ini. Ada tiga hari lah," ucap Keysa. Kemudian dia menceritakan semua kepada Benny. Benny mendengarkan dengan seksama.
Usai Keysa bercerita, kemudian Benny mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih, Key. Berkat elu, gue bisa tertolong." Benny tersenyum. Senyuman yang hangat dan begitu tampan. Keysa tertegun beberapa saat. Mereka saling menatap dalam diam sesaat.
"Jadi elu suka jenguk gue di rumah sakit?" tanya Benny kembali.
"Iya. Soalnya gue gak tau keluarga elu jadi gue temani sampai elu sadar. Syukur saja sekarang sudah sadar." Keysa tersenyum cantik.
"Terima kasih. Terima kasih untuk semuanya. Gue akan ganti uang elu," ucap Benny kemudian. Dia tahu pasti uang Keysa terpakai untuk menolongnya. Keysa tidak cerita masalah uang. Namun Benny bisa paham akan bagian itu.
"Gak usah. Gak apa-apa. Gue ikhlas nolong aja."
"Thanks. Sekarang gue udah gak apa-apa. Jadi elu bisa tenang. Pulanglah. Gue juga akan segera keluar dari rumah sakit," ucap Benny. Dia tidak mau biaya rumah sakit semakin banyak nantinya.
"Tapi elu kan baru sadar," ucap Keysa dengan kening berkerut.
"Sudah tidak apa-apa. Percayalah." Benny tersenyum lembut ke arah Keysa.
Akhirnya hari itu juga Benny pulang. Dia merasa sudah baikan sehingga meminta pulang. Keysa dan Benny pun berpisah setelah itu.
Namun setelah kejadian tersebut Benny mencari tahu tentang Keysa. Dia mau tahu tentang dewi penyelamat dirinya. Ternyata Keysa bersekolah pada tingkat akhir di SMA yang cukup populer. Keysa gadis baik, ramah, cantik serta berprestasi. Namun banyak yang begitu membenci dirinya karena iri akan yang dimiliki oleh Keysa. Saat itulah Benny muncul dalam kehidupan Keysa. Sama seperti Keysa yang menolong dia maka Benny hadir dalam hidup Keysa untuk melindungi gadis tersebut. Benny yang gagah dan tampan serta keren muncul di sekolah Keysa dan menjadi murid baru. Keysa kaget dan dari situlah kisah mereka dimulai dan kedekatan mereka terjalin.
Hari itu pun datang, Benny datang ke sekolah Keysa.
"Halo. Perkenalkan namaku Benny Samudera," ucap Benny di depan kelas.
Keysa kaget melihat Benny yang tiba-tiba muncul di kelasnya. Benny tersenyum melihat ke arah Keysa. "Gue akan jadi penyelamat elu, Key. Sama seperti elu nolong gue maka gue hadir untuk nolong elu, Keysa," ucap Benny di dalam hati.
Bersambung.
__ADS_1