Terjerat Cinta Sang Pengacau

Terjerat Cinta Sang Pengacau
Bab 6.


__ADS_3

Benny menatap ke arah Rey. Sejujurnya dia mau balas dendam. Benny tidak terima dikalahkan seperti waktu itu. Dia kesal akan kecurangan Ronie waktu itu yang membuat dia gagal dan kalah.


"Oke, Rey. Kita ikuti balapan itu. Besok malam kan? Elu bersiap dan motor kali ini dicek di bengkel." Benny menatap tajam dan kini sorot matanya lebih tajam.


"Sip. Ini baru teman gue. Kita balaskan kekalahan waktu itu," ucap Rey kembali dengan penuh semangat. Benny hanya mengangguk. Kemudian dia diam kembali seakan sedang berpikir.


Rey menatap ke arah Benny. Dia mengerutkan kening. "Kenapa lu?"


"Gue jadi kepikiran Keysa." Benny menyandarkan tubuhnya ke sofa. Matanya kemudian menatap langit-langit rumah.


"Elu suka sama tu cewek, ya?" tanya Rey dan menatap dengan serius ke arah Benny.


"Gue memang suka sama Keysa. Gue mau utarakan isi hati gue ke dia. Tapi, apa dia mau ya sama gue?" Seorang Benny menjadi ragu dan tidak percaya diri. Rey menatap heran ke arah Benny.


"Sejak kapan elu jadi ragu gini? Udah ungkapin aja. Oh iya. Bawa kemari dong, kapan lagi kenalin ke gue? Udah dua bulan kan elu dekat sama dia?" Rey kemudian minum air putih yang baru saja dia ambil airnya.


"Nah itu dia. Gimana bilangnya? Keysa juga gak tau kalau gue suka balapan. Gue takut dia gak suka dunia balapan kayak gitu," ucap Benny kemudian. Dia pun ikut mengambil minum setelah Rey minum. Kemudian Benny teguk air minum tersebut.


"Ya elu coba aja dulu. Lagian kok susah amat sih. Cuma dekati dan bilang cinta doang," ucap Rey meremehkan.


"Lah? Elu emang tahu dan bisa?" Kedua pria jomblo sedang membicarakan masalah percintaan. Padahal selama ini dalam hidup mereka tidak pernah ada kata cinta atau pacaran. Selama ini hanya tahu hidup bebas dan balapan. Namun sekarang malah membahas cinta dan cewek.


Rey menatap kembali ke arah Benny. "Belum pernah sih. Tapi gue kan pernah nonton. Kalau mau ungkapin cinta itu bawa bunga dan coklat. Ajak si cewek ke tempat bagus. Kemudian berikan dan ajak dia pacaran. Tanya gini. Elu mau gak jadi cewek gue? Nah kayak gitu," ucap Rey dengan meyakinkan padahal dia belum pernah nembak cewek, pacaran saja belum pernah.


Benny mendengarkan dengan serius. "Okay. Entar gue beli coklat dan bunga. Perlu hal lain lagi gak, ya?"


Rey terlihat berpikir. "Nah kasih boneka juga atau kado apa gitu?"


"Apa gak terlalu berlebihan?"

__ADS_1


"Kagak lah. Demi cewek yang elu taksir masak kayak gitu berlebihan, sih! Biasa aja kali. Ngomong-ngomong Keysa cantik gimana, sih? Secantik apa dia sampai buat elu kayak gini, Ben?" Tatap Rey penasaran.


Benny hanya tersenyum. "Nanti juga elu tau, Rey. Udah dulu, ya. Mau mandi gue. Bye!" Benny terkekeh dan langsung kabur. Rey sendiri hanya bisa mencibir dan dia kemudian memilih nonton televisi saja.


***


Esok di sekolah.


Tadi pagi mereka ada ulangan. Benny yang tidak belajar akhirnya mengerjakan asal saja. Berbeda dengan Keysa yang memang setiap hari belajar. Dia dengan mudah mengerjakan soal ulangan. Sampai Pak Willy bangga dan tersenyum karena Keysa menjawab dengan benar semua.


Bel istirahat. Keysa dan Benny makan bersama di kantin. Mereka makan bakso berdua.


"Ulangan tadi begitu membosankan," ucap Benny yang pusing dengan ulangan. Kini menyantap bakso di depan mata agar pikiran lebih fresh.


"Eloh. Kan malah asyik. Gue aja senang mengerjakannya. Elu juga harusnya senang. Jangan malas belajar, Ben." Keysa juga makan bakso didepannya saat ini.


"Elu mah suka belajar dan pandai. Nah, gue kagak suka belajar." Benny segera melahap banyak makan bakso.


"Sukanya sama elu," ucap Benny.


Keysa pun terbatuk. Benny yang panik kemudian memberikan minum.


"Nih minum, Key!"


Keysa menerima dan minum. Benny memperhatikan Keysa. "Minumnya hati-hati, Key. Makannya juga hati-hati," ucap Benny.


"Iya. Makasih." Keysa kini merasa lebih baik. Sebenarnya dia bukan tersedak karena makan buru-buru, tetapi karena habis mendengarkan perkataan Benny barusan.


Wajah Keysa memerah. Jantungnya berdebar. Dia sebenarnya juga mulai menyukai Benny. Di hatinya pun sudah tumbuh cinta yang makin hari makin bersemi. Namun Keysa malu untuk mengatakan. Setelah mendengar Benny suka padanya, tentu hati Keysa berdebar tidak karuan. Dia juga agak malu jadinya, karena itu sekarang wajahnya memerah.

__ADS_1


Benny memperhatikan Keysa. "Udah gak apa-apa, kan?"


Keysa mengangguk. "Gak apa-apa. Tadi cuma kesedak."


"Hati-hati, Key."


"Iya."


"Elu sakit, kah? Wajahnya merah?" Tatap Benny kemudian.


"Engga kok. Baik aja." Keysa tersenyum dan mereka kembali melanjutkan makan.


Benny dan Keysa hari-harinya selalu bersama. Semakin hari semakin dekat. Benny mau mengungkapkan perasaannya, tetapi dia bingung harus bagaimana. Keysa sendiri masih malu mengakui perasaannya juga.


Namun dari kejauhan ada yang memperhatikan Keysa dan Benny. Tiga pemuda yang juga menyukai Keysa. Mereka berniat akan menemui Benny dan kemudian mulai bersaing sengit dengan Benny untuk mendapatkan Keysa. Mereka tidak suka kalau Keysa dekat dengan Benny. Apalagi jika sampai pacaran, mereka tidak akan suka.


"Elu lihatlah itu?" Tunjuk Devan ke arah Keysa dan Benny yang terlihat bahagia. Devan si Ketua OSIS di sekolah.


"Iya. Gue lihat. Kurang ajar tu cowok! Selama ini udah deket sama Keysa," ucap Bima, ketua kelas di kelas Keysa.


"Kenapa elu biarkan, sih?" tanya Vino si kapten basket di sekolah mereka.


"Mana gue tau kalau Keysa bakal biarkan. Biasanya kan siapa aja cowok yang coba dekati bakal dia hindari. Maka selama ini gue tenang aja," jawab Bima. Dia tidak suka dengan Benny.


"Sudah sampai dua bulan jelas udah gak bener itu. Kita yang selama ini ngejar cinta Keysa aja susah. Ini udah nambah pesaing baru. Harus kita samperin tu cowok. Anak baru kan dia!" Tatap Vino dengan kesal. Mereka mengawasi dari kejauhan. Mereka bertiga dari dahulu mengejar cinta Keysa walaupun selalu diabaikan Keysa, tetapi mereka berharap agar suatu hari diterima Keysa. Ya, paling tidak salah satu diantara mereka.


Sekarang ada Benny malah membuat mereka kesal. Mereka tidak mau menambah pesaing lagi. Jadi mereka berniat akan mendatangi Benny dan memberikan pelajaran.


"Nanti kita urus tu anak setelah ini. Biar kita kasih peringatan kalau perlu diberi pelajaran. Jangan sampai dia dekat lagi sama Keysa apalagi sampai pacaran. Gak boleh!" seru Devan dan disetujui oleh Bima dan Vino juga. Mereka tidak suka kalau Benny sampai pacaran dengan Keysa. Mereka mau menghentikan hal tersebut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2