Terjerat Cinta Sang Pengacau

Terjerat Cinta Sang Pengacau
Bab 9.


__ADS_3

Keysa terlihat marah kepada Benny. Dia tidak suka Benny balapan yang bisa mencelakai nyawa bahkan dia lebih tidak suka lagi karena dijadikan bahan taruhan oleh Benny dengan Devan dan kawan-kawan.


Keysa mau berbalik pergi dan Benny segera mengejar Keysa. Dia memegang lengan Keysa.


"Key, gue minta maaf. Gue bisa jelasin. Elu dengar gue dahulu," ucap Benny meminta maaf kepada Keysa. Namun sayangnya Keysa tidak mau melihat ke arah Benny.


"Please, Key! Dengerin gue! Percaya sama gue!" Tatap Benny penuh harap. Dia takut kehilangan Keysa.


Keysa memandang ke arah Benny. "Hubungan kita berakhir. Kita gak cocok. Jangan dekati gue lagi!"


Keysa menghempaskan tangan Benny yang masih memegangnya. Dia kemudian pergi menjauh dari Benny.


Benny sendiri seakan tidak bisa bergerak. Dia tertegun dan diam mematung. Perkataan Keysa membuat Benny terdiam di tempat dan tidak bisa berkata apapun.


Keysa berlari hingga masuk ke sebuah taksi yang kebetulan lewat. Dia langsung mengatakan alamat rumah kepada supir taksi dan ingin segera sampai rumah. Keysa pun menangis di dalam taksi.


Entah kenapa rasanya sedih di dalam hati Keysa. Keysa tidak suka dijadikan bahan taruhan. Dia bukan barang yang bisa dibuat untuk taruhan. Ada rasa marah, kecewa dan sedih akan sikap Benny.


Sampai di rumah, Keysa langsung masuk ke dalam kamar. Dia mengurung diri dan menangis.


Di lain sisi.


Benny dan Rey serta Miko sedang merayakan kemenangan Benny. Mereka berpesta pora di tempat bar dimana Miko tinggal dan bekerja di siang hari. Semua yang mengenal mereka di balapan berpesta pora. Banyak minuman dan camilan disediakan. Bahkan musik keras mewarnai suasana mereka saat ini. Semua tertawa dan bergembira. Bahkan ada yang menari mengikuti musik.


Rey, Benny dan Miko duduk bersama. Mereka bersulang dan minum-minum. Namun wajah Benny begitu dingin dan datar. Dia kepikiran Keysa. Sialnya Keysa melihat dia balapan dan juga taruhan, yang dipertaruhkan pun diri Keysa. Padahal Benny melakukan hal tersebut agar hubungan dia dan Keysa tidak diganggu lagi. Supaya para cowok yang mau mendekati Keysa akhirnya mundur. Namun Keysa tidak mau mendengar penjelasan Benny. Dia pergi meninggalkan Benny dan mengakhiri kedekatan mereka.


Jujur saja, Benny sedih. Dia tidak mau kedekatan dan hubungan dia berakhir begitu saja dengan Keysa. Miko dan Rey memperhatikan sikap Benny yang berbeda.


"Diam aja lu, Ben? Seharusnya happy dong!" Miko menepuk pundak Benny pelan. Benny menoleh sekilas dan kemudian meneguk sebotol bir.


"Ada apa, Bro? Bukannya senang atas kemenangan, tapi elu nampak murung gitu?" tanya Rey yang menyadari sikap Benny.

__ADS_1


"Tadi Keysa melihat gue balapan dan dia dengar ucapan tentang Keysa sebagai taruhan. Keysa marah dan mutusin hubungan sama gue," ucap Benny yang terlihat frustasi. Benny kembali meminum minuman ditangannya tersebut.


"Oh, cewek toh masalahnya! Gue kirain apa!" Celetuk Miko kemudian.


"Emang elu ada solusi?" tanya Rey menatap serius Miko. Miko hanya menggeleng, karena dia sendiri saja jomblo.


Rey kemudian menatap Benny. "Elu coba lagi aja, Ben. Temui dan jelaskan ke Keysa. Atau elu mau gue bantuin." Rey memberikan saran.


Benny menggeleng. "Gak usah. Biar entar gue yang aja jelasin ke Keysa."


Baik Miko dan Rey hanya mengangguk. Mereka kembali berpesta.


***


Esok hari di sekolah.


Benny sepanjang jalan terus berpikir. Dia dari pagi sudah menunggu Keysa di sekolah. Dia tadi menunggu di halte, tetapi Keysa tidak muncul juga. Kemudian Benny ke sekolah sendirian. Sampai di sekolah ternyata Keysa sudah sampai duluan. Sepertinya Keysa sengaja datang lebih awal.


Benny berusaha mendekati, tetapi Keysa langsung menjauh. Kemudian jam pelajaran, Benny terus menatap ke arah Keysa. Namun Keysa seakan tidak perduli. Dia mengabaikan Benny. Jam istirahat, kembali Benny mendekati, tetapi Keysa langsung pergi menjauh. Benny hanya bisa menghela napas panjang.


Esoknya begitu juga bunga mawar dan tulisan kata maaf lalu ada cake. Kemudian berikutnya ada boneka. Seterusnya dan seterusnya dengan beberapa hadiah lainnya. Itu Benny lakukan agar Keysa luluh. Setiap hari dilakukan Benny.


Keysa yang awalnya marah dengan Benny, tetapi Benny terus meminta maaf kepada Keysa. Dia berusaha agar Keysa memaafkan dirinya. Keysa yang masih begitu marah dan tidak mau dekat lagi dengan Benny. Namun karena rasa cinta dalam hati masih ada, akhirnya lama kelamaan Keysa pun memaafkan Benny.


Sehingga akhirnya pada jam istirahat, Benny mengajak Keysa berbicara di taman sekolah.


"Key, gue mau ngomong." Tatap Benny.


Keysa yang awalnya malas, tetapi kini akhirnya menatap ke arah Benny.


"Maafkan gue. Gue bener-bener minta maaf. Sudah setiap hari berbagai cara gue pakai untuk minta maaf sama elu, Keysa. Gue nyesel. Elu mau maafkan gue," ucap Benny. Dia meraih tangan Keysa dan menggenggam erat.

__ADS_1


Keysa menatap ke arah dua bola mata Benny. Ada kejujuran di sana. Keysa sudah melihat berhari-hari selama dua minggu ini bahkan hampir sebulan Benny setiap hari meminta maaf. Keysa pun akhirnya luluh yang karena pada dasarnya masih mempunyai perasaan juga kepada Benny.


"Oke. Gue maafkan. Tapi janji gak boleh main taruhan lagi. Apalagi itu gue yang jadi bahan taruhan. Gue gak suka. Elu jangan lagi taruhan dan balapan. Gue gak mau kenapa-napa sama elu, Ben!" Tatap Keysa dengan sesungguhnya. Benny diam dan memandang Keysa. Dia seakan bingung harus berkata apa.


Jika harus berhenti balapan dan taruhan maka kesenangan Benny selama ini akan hilang. Bahkan satu-satunya dia mendapatkan banyak uang dari hasil balapan dan taruhan. Seketika Benny ragu menjawab.


Keysa yang melihat Benny diam saja akhirnya kembali bertanya.


"Bisakan Ben???" Tatap Keysa dengan serius. Kali ini Keysa yang menggenggam erat tangan Benny.


Benny mengangguk dan tersenyum. Keysa kemudian lega dan tersenyum.


"Janji, ya?" Keysa kembali memastikan.


"Iya," ucap Benny dan mengangguk. Padahal dalam hati dia masih belum bisa.


Kemudian keduanya jujur dengan perasaan masing-masing. Akhirnya Benny dan Keysa pacaran. Mereka kembali pacaran dengan resmi.


"Jujur gue masih punya perasaan sama elu, Ben."


"Gue juga. Gue masih sayang dan cinta sama Elu, Key. Jadi mau kan kita pacaran? Elu mau jadi pacar gue? Lagi?" Tatap Benny serius.


Keysa tersenyum dan mengangguk. "Iya, Ben. Gue mau," ucap Keysa lembut dan Benny tersenyum pula. Dia kemudian mengecup tangan Keysa dan memeluk Keysa dengan erat. Keduanya terlihat bahagia.


Mereka kini kembali bersama. Keduanya terlihat bahagia.


Mereka kemudian berjalan-jalan berdua setelah pulang sekolah. Keduanya bersenang-senang. Sore hari baru Benny mengantar Keysa pulang dengan naik sepeda motor Benny.


Sampai di rumah mereka pun berpisah. Benny mengecup puncak kepala Keysa. Keysa tersenyum dan melambaikan tangan. Kemudian Keysa masuk rumah dan Benny berlalu pergi.


Namun kejadian tersebut dilihat oleh papa Keysa. Papa Keysa tidak suka jika Keysa dekat dengan Benny apalagi punya hubungan spesial. Papa Keysa tidak menyetujui hubungan keduanya.

__ADS_1


"Siapa anak laki-laki itu, Keysa?!" tanya dan tegur papa Keysa setelah Keysa masuk ke rumah. Keysa kaget dan bertatapan dengan sang papa.


Bersambung.


__ADS_2