
Teo seorang anak tunggal dari pasangan Teddy dan Yenny Atmaja. Karena ia terlalu di manja oleh kedua orang tua nya membuat ia menjadi malas... malas kuliah dan malas bekerja. Di usia nya yang sudah 21 tahun, seharusnya ia bisa membantu mengelola toko pakaian kedua orang tua nya, bukannya asyik bermain game di rumah. Kuliah nya pun belum selesai dikarenakan ia malas mengikuti kuliah online yang di berikan sang dosen. Alhasil nya beberapa mata kuliah mendapat nilai buruk dan harus mengulang kembali.
Papa dan mama Teo sudah berumur, tapi mereka masih rajin bekerja. Mereka bekerja dari pagi sampai malam, hari senen ketemu minggu. Dari jerih payah mereka, Teo bisa hidup mewah.
Mereka merintis nya dari nol... dari hanya menyewa sebuah kios kecil hingga sekarang memiliki beberapa kios, bahkan sebagian kios mereka di sewakan kepada pedagang lain. Dari hanya naik motor butut sekarang punya beberapa mobil mewah. Dulu mereka hanya mengontrak di sebuah rumah dekat toko tapi sekarang sudah memiliki beberapa rumah di jabodetabek.
Setiap tahun Teddy sekeluarga jalan-jalan keluar negeri untuk berlibur dan 3-4 bulan sekali Teddy dan Yenny pergi keluar negeri untuk membeli barang dagangan mereka.
Kios mereka besar dan karyawan nya pun cukup banyak. Mereka pedagang grosir, pelanggannya banyak. Dari sabang sampai merauke, dari Aceh hingga tanah Papua. Sekali kirim barang bisa beberapa koli. Selain di sana harga nya murah, Teddy dan Yenny adalah pedagang lama, sehingga sudah banyak yang mengenal mereka.
Hanya sekarang semua menurun drastis akibat wabah corona yang meraja rela. Karyawan pun sudah di rumah kan beberapa orang. Malah, Yenny menyarankan untuk menutup toko dan Teddy bisa pensiun. Tapi Teddy menolaknya dengan alasan bosan jika hanya di rumah.
Nasib Teo terbalik dengan nasib Steven saudara sepupu nya. Steven hidup sederhana bersama kedua orang tua nya dan adik perempuan, Stevy. Mereka memiliki otak yang cerdas sehingga sering mendapat juara di bidang akademik. Steven seusia Teo, tetapi ia sudah di wisuda dan bekerja di sebuah perusahaan kontraktor ternama. Selain memiliki otak yang encer, mereka juga sangat mandiri... terbukti kini Stevy kuliah di luar negeri seorang diri berkat beasiswa yang ia terima.
Semua berkat didikan tegas Hadi dan Novi, Novi adalah adik dari Yenny, mama Teo. Novi sering membantu orang tua Teo di toko, apalagi jika lebaran tiba... semua karyawan pulang kampung. Novi lah yang menjadi karyawan infal mereka atau di saat Teddy dan Yenny pergi keluar negeri.
Tak hanya di toko, Novi juga sering membantu di rumah Yenny. Apalagi jika Yenny sedang sibuk di toko dan Teo tidak ada yang urus, Novi lah yang turun tangan mengurus nya. Teo, Steven dan Stevy sering main bersama sedari mereka kecil, sehingga sampai saat ini mereka akrab satu dengan yang lainnya.
Malam itu, setelah selesai makan malam... Teddy dan Yenny duduk santai di sofa dan di samping mereka terlihat Teo yang asyik main game tanpa mempedulikan kedua orang tua nya yang sedang saling bertukar pikiran.
" Pa.. toko semakin hari semakin sepi, kenapa kita ng tutup aja. Pemasukan nya sudah tidak seberapa, malah tekor bayar gaji karyawan... kata Yenny kepada suami nya, Teddy.
" Kalau kita tutup, kasian karyawan yang masih kerja sekarang. Mereka jadi pengangguran, lagian kita mau ngapain di rumah aja... tanya Teddy.
" Ya, kita bisa menikmati hari tua kita... jangan kerja terus lah. Tulang ku aja susah pada sakit... keluh Yenny.
__ADS_1
" Ya, kalau kamu mau istirahat ya kamu di rumah aja. Biar aku yang jaga toko. Teddy pun memberi saran.
" Kamu juga harus istirahat jangan kerja terus... apalagi wabah ini makin banyak. Ingat umur kita udah masuk ke golongan lansia, lebih rentan dengan wabah itu.. Yenny menjelaskan.
" Ya, kalau sudah waktu nya... mau tua apa muda, mau sakit atau sehat ya di panggil. Teddy masih kekeh tak mau di rumah.
" Minta Teo aja ke toko, pa... di banding anak itu kerja nya main game melulu. Mata rusak, otak juga bisa rusak... Yenny pun melirik Teo yang masih asyik dengan kegiatannya.
" Teo... panggil Teddy.
" Em... sahut Teo singkat tanpa menoleh ke ayah nya.
" Teo... kamu papa panggil kok masih aja asyik sendiri ya... tegur Teddy agak keras ke anak nya.
" Apa sih, pa... Teo lagi asyik nih... jangan ganggu Teo lah.
Teo... matikan game itu... papa mau bicara sama kamu... Teddy pun mulai membentak Teo.
" Nanti ah... pa. Tanggung nih... jawab Teo seenaknya.
" Teo... matikan atau papa banting PC itu... Teddy makin marah. Tau gitu papa ng beliin kamu PC itu, udah mahal... bikin kamu tambah ng bener... Teddy pun langsung bangkit dan mendekati Teo.
" Iya.. iya.. pa, sebentar. Teo pun mulai gentar karena papa nya sudah marah besar.
Akhirnya mau ng mau Teo pun mematikan PC nya dan duduk bersama orang tua nya.
__ADS_1
" Papa mau ngomong apa sama Teo?! Tanya Teo kesel.
" Kamu kapan wisuda nya?! Teddy pun mulai menginterogasi anaknya.
" Masih lama, pa... sahut Teo singkat.
" Lama itu kapan?! Setahun, dua tahun atau memang kamu mau jadi mahasiswa abadi... tanya Teddy kembali.
" Teo harus mengulang beberapa mata kuliah dulu, baru bisa buat skripsi... Teo menjelaskan.
" Makanya kerja kamu jangan main game melulu... sampai nilai bisa jeblok begitu. Kamu ng malu sama Steven yang sudah di wisuda dan kerja. Apa kamu mau nunggu Stevy juga di wisuda duluan... Teddy pun terlihat kesal.
" Papa ini suka nya banding-bandingin anak nya sama anak orang lain sih... Teo mulai sewot.
" Bukan bandingin... seumur kamu sudah sepantas kerja, bukan main. Malah ada seumur mu sudah kawin dan punya anak. Ini mah jangankan mikirin kawin mikirin lulus aja enggak... ocehan Teddy.
" Iya... iya... Teo perbaikan nilai dulu, nanti Teo buat skripsi. Mudah-mudahan tahun depan udah kelar... sahut Teo yang masih kesal dengan ocehan Teddy.
" Besok kamu ke toko ya, Teo... temenin papa mu. Mama mau istirahat di rumah, badan mama sakit semua. Keluh Yenny.
" Aduh... mama. Tadi di suruh cepat-cepat wisuda, sekarang suruh ke toko... yang bener yang mana sih... Teo pun mulai mengoceh.
" Emang pada hubungan nya ke toko sama wisuda?! Tanya Teddy.
" Iya ada lah, pa. Kalau mau Teo buruan wisuda berati mulai besok Teo kan harus kuliah online biar cepat perbaikan dan bisa susun skripsi... kata Teo sambil marah.
__ADS_1
" Ya sudah, besok kamu kuliah online... biar papa ke toko sendiri. Teddy pun memberi keputusannya.
🏅🏅🏅🏅🏅