Ternyata Aku Anak Adopsi

Ternyata Aku Anak Adopsi
Ep 11


__ADS_3

Selesai dari krematorium, mereka kembali ke rumah. Baru mereka tiba di rumah, Cokro datang bak pahlawan kesiangan.


" Maaf... aku terlambat. Tadi aku ada urusan yang mendesak... Cokro mendekati Yenny.


" Ng apa, Cokro... abang mu juga sudah di kremasi dan abu nya baru bisa di ambil besok pagi.... Jawab Yenny yang tau Cokro tidak mau mengantar abang nya ke peristirahatan terakhir nya.


" Bagaimana kabar mu, mbak... tanya Cokro basa basi.


" Ya... aku baik, seperti yang kamu lihat. Aku hanya lelah dan ingin istirahat... maaf, aku mau bersih-bersih dulu, Cokro. Pamit Yenny.


" Silahkan mbak, aku juga mau permisi pulang... aku turut berduka, mbak... Cokro pura-pura sedih.


" Terima kasih, Cokro... jawab Yenny sambil meninggalkan Cokro naik ke lantai atas.


Cokro pun pergi dengan hati riang, ia segera ke rumah Tigor, teman nya yang mengurus surat wasiat itu.


" Tigor, surat itu sudah jadikan?! tanya Cokro begitu pantat nya menyentuh sofa empuk milik Tigor Pasaribu.


" Belum lah, tidak semua yang kau bayangkan... kata Tigor santai.


" Kapan??? Abang ku aja sudah mati, tapi surat itu belum jadi juga... kata Cokro kesal. Apa kamu tidak bisa membuat nya?! Tau gitu aku kasih ke Benar Sitepu.. lanjut nya.


" Apa??? Abang mu meninggal?! Beneran apa becanda?! Bukan kau kan yang bunuh nya?! Tigor yang kaget pun memberi beberapa pertanyaan pada Cokro.


" Gila apa... aku bunuh abang ku sendiri. Dia mati di bunuh virus Corona itu, aku harus berterima kasih pada virus itu... hahaha... dia sudah mempermudah jalan ku... Cokro sangat gembira.


" Kapan abang mu meninggal?! Tanya Tigor kembali.


" Tadi siang... Cokro membetulkan posisi duduk nya.


" Gila... kau. Abang mu baru meninggal, kau sudah mencari ku untuk surat palsu itu. Tigor rak habis pikir dengan Cokro.


" Hahaha...tadi siang aku sedang bersenang-senang dengan Bella, waktu abang ku berjuang dengan maut.... Cerita Cokro.


Tigor hanya menggelengkan kepala nya karena bingung mau berkata apa lagi.


" Kapan selesai nya?! Besok bisa...? Cokro tak sabaran.


" Besok malam! Tapi kau harus membayar ku 2x lipat, bagaimana?! Tantang Tigor.

__ADS_1


" Gila kau... mau jadi preman juga. Aku sudah membayar mu tinggi, apa itu belum cukup?! Cokro pun kesal.


" Jangan pelit lah, bro... bentar kau akan mendapat harta yang banyak, bagi aku sedikit tak kan membuat ku miskin.... ucap Tigor di atas angin.


" Oke... oke... tapi harus besok malam surat itu jadi ya... ancam Cokro.


" Beres... Tigor pun tersenyum penuh kemenangan.


" Ya sudah, aku pulang dulu. Besok pagi, abang-abang ku yang lain akan datang dari Medan. Cokro pun segera berdiri dan pergi.


Teo termenung di kamar nya, ia masih tak menyangka papa nya akan pergi secepatnya ini.


" Pa... maaf kan Teo. Teo belum bisa membahagiakan papa, tapi papa sudah pergi untuk selama nya. Teo berjanji akan menjadi anak yang berbakti dan akan selalu menjaga mama. Selamat jalan, pa... suatu saat nanti kita akan berjumpa lagi di sana. Air mata nya menetes. Ia pun segera menghapus nya, ia tak ingin mama nya tau kalau ia menangis. Teo bertekad akan menyelesaikan kuliah nya secepat mungkin dan meneruskan usaha papa nya.


Keesokan siang nya, keluarga besar Teddy datang ke rumah.


" Mbak Yenny, apa kabar?! Tanya Lia istri Fredy.


" Puji Tuhan, sudah lebih baik... mungkin karena bang Teddy sudah tenang di sana... kata Yenny sedih.


" Iya, mbak. Bang Teddy sudah tenang, mbak jangan pikirin lagi. Tugas mbak sekarang bantu Teo meneruskan usaha Bang Teddy... Kata Fredy.


" Iya... jawab Yenny.


" Belum om... jawab Teo. Sebenarnya ia tidak kepikiran sampai ke sana karena ia masih kurang fokus.


" Benar, Teo... kamu harus panggil orang untuk semprot rumah ini. Sementara mbak Yenny ngungsi dulu aja, di rumah lama. Hendra ikut berkomentar.


" Iya om, nanti Teo panggil orang semprot disinfektan... ucap Teo.


" Katanya Andi sekeluarga juga kena virus Corona loh... sekarang masih isolasi mandiri... kata Hendra kembali.


" Oh ya.. Yenny pun terkejut. Mungkin Bang Teddy kena dari mereka, karena Bang Teddy sebelum nya mereka sempat bertemu. Om Hengky dari Malaysia pun datang. Cerita Yenny.


" Bisa jadi... aku dengar dari Tony, om Hengky masuk rumah sakit. Freddy pun terkejut.


" Wah, jangan-jangan...om Hengky yang bawa virus itu dari Malaysia...Tebak Cornell.


" Makanya kita harus hati-hati sama semua orang... ayo, jaga jarak, jangan dekat-dekat... Lia memperingati mereka semua.

__ADS_1


" Kalian mau makan apa... biar aku suruh Novi pesan makanan online... Tawar Yenny.


" Ng usah, repot-repot mbak... nanti kami bisa cari makan sendiri... ucap Lia.


" Kami juga belum makan, biar sekalian pesan... ujar Yenny kembali.


" Nasi padang aja... kata Cornell.


" Ya, nasi padang aja... lebih praktis... jawab Lia.


Yenny pun segera menghubungi Novi dan meminta nya memesan nasi padang via online.


Tiba-tiba Cokro datang ke sana.


" Kemana aja kamu?! Tanya Cornell kesal melihat Cokro baru datang.


" Aku ada urusan tadi... elak Cokro.


" Alasan mu banyak kali, Cokro... Hendra tak kalah kesal nya pada Cokro.


" Ng ada makanan nih, mbak... tanya Cokro mengalihkan pembicaraan.


" Kamu itu ng sopan, datang-datang minta makan... persis preman pasar... ucap Fredy. Aku bingung, kenapa mamak bisa melahirkan anak seperti kau ya... sindir nya kembali.


" Jangan gitu... Cokro mulai kesal pada mereka. Tau gitu, aku tidak usah kemari... sesal Cokro.


" Sudah... sudah... jangan ribut. Mbak tadi udah pesan nasi padang, bentar lagi juga datang... Yenny pun jadi penengah di antara mereka.


Selesai makan, mereka pun pamit pada Yenny dan Teo.


" Maaf, mbak Yenny... kami tidak bisa lama-lama di sini. Sore ini kami harus kembali ke Medan... pamit Fredy.


" Tidak apa, aku berterima kasih kalian sudah mau datang dari Medan. Apalagi dengan keadaan seperti ini. Hati-hati di jalan, maaf aku dan Teo tidak bisa mengantar kalian..ucap Yenny.


" Tidak apa mbak... jika butuh sesuatu silahkan hubungi kami, kami siap membantu... Kata Cornell.


" Iya, terima kasih. Jika kalian ke Jakarta, singgah lah kemari... kalian tetap adik-adik aku... kata Yenny.


" Iya mbak... mbak jaga kesehatan. Dan kamu, Teo... jaga mama mu. Kamu harus bisa menjadi kepala rumah tangga menggantikan papa mu... nasehat Fredy.

__ADS_1


" Iya om... jawab Teo. Teo memang kurang akrab dengan keluarga papa nya, mungkin karena mereka tinggal berjauhan.


🏅🏅🏅🏅🏅


__ADS_2