
Beberapa hari kemudian, Cokro datang bersama Tigor Pasaribu.
" Ada apa Cokro... tanya Yenny bingung.
" Ini ada surat wasiat dari almarhum Bang Teddy, yang bahkan di bacakan oleh Bapak Tigor Pasaribu.... sahut Cokro.
" Surat wasiat?! Sejak kapan Bang Teddy buat surat wasiat?! Kamu mau menipu kami, Cokro... Yenny pun mulai marah.
" Benar ibu... ini surat wasiat dari Bapak Teddy Atmaja. Saya tidak bohong... kata Tigor untuk menyakinkan Yenny.
" Jangan macam-macam ya, kalian... saya bisa saja melaporkan kalian ke polisi... ancaman Teo kesal.
" Sabar Teo... sabar... lihat lah surat wasiat ini sudah ditanda tangani oleh Bang Teddy. Yang berarti Bang Teddy sudah menyetujui nya. Tambah Cokro.
" Tidak mungkin... bukan nya dulu ada kertas kosong di atas materai yang di tanda tangani Bang Teddy?! Kamu mau menyalahgunakan nya, Cokro... bentak Yenny.
" Tidak... tidak mungkin, mbak. Ini murni Bang Teddy yang menadatangani nya secara sadar. Elak Cokro.
" Aku tak percaya pada mu, Cokro... keluar kamu dari sini. Yenny kembali membentak Cokro.
" Tenang mbak... tenang... seharusnya aku yang mengusir kalian dari sini... kata Cokro tenang.
" Apa maksud om Cokro... Teo pun ikut marah.
" Karena semua aset atas nama Teddy Atmaja sudah di alihkan kepada Cokro Atmaja selalu adik kandung nya. Teriak Cokro.
" Tidak mungkin... pergi kalian, atau aku panggil satpam untuk mengusir kalian dari sini... Yenny tak kalah kencang dari suara Cokro.
" Hahaha... coba saja, ada juga kalian yang di seret satpam dari sini... Geram Cokro.
Teo hendak memukul Cokro tetapi Yenny menghalangi nya, Yenny takut Teo yang akan babak belur dengan Cokro yang preman itu.
" Hai... anak pungut. Kamu mau melawan aku, hah...!!! Bentak Cokro.
" Apa?! Siapa yang anak pungut, jangan sembarangan kalau ngomong! Bentak Teo balik.
" Hahaha... sampai Bang Teddy mati pun, kau masih tidak tau kalau kau hanya anak pungut...! Tanya pada mama angkat mu itu... hahaha... benar kan mbak Yenny... Ejek Cokro sambil tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Yenny syok mendengar rahasia Teo di bongkar Cokro. Ia diam terpaku.
" Lihat lah, mama angkat mu... dia syok... hahaha. Cokro kembali mengejek.
" Diam... teriak Teo. Ma, apa itu benar?! Teo menggoyangkan badan Yenny yang hanya terdiam.
" Mama, bicara lah yang jujur... kata Teo penuh amarah.
Yenny tetap mematung, hanya air mata nya yang berlinang.
" Hahaha... aku senang sekali bisa. melihat drama ini... seorang anak pungut yang manja dan bodoh sedang memaksa ibu angkat nya bicara... hahaha... lucu, lucu sekali kalian ini... Cokro terus tertawa terbahak-bahak
Teo yang kesal pun memberi bogem mentah ke wajah Cokro yang tak siap. Alhasil wajah Cokro langsung membiru... Tigor menahan Cokro yang hendak memukul balik Teo.
" Tenang lah, Cokro... lebih baik kita pulang dulu. Besok kita bicara lagi hal ini... Tigor menarik tangan Cokro dengan kasar.
" Kenapa kamu bela mereka, Tigor... aku sudah membayar mu mahal...bentak Cokro.
" Aku tidak membela mereka, tapi lebih baik kita bicara di saat keadaan tenang. Saat ini tidak tepat, kalau kita nekat semua bisa terbongkar dan kita masuk penjara, b***h... bentak Tigor balik.
Di dalam rumah, Yenny mau mematung sedangkan Teo sangat frustasi.
" Ma, duduk lah... Teo berusaha menenangkan diri nya juga sangat mama.
" Ma... katakan sejujur nya. Apa benar Teo hanya anak angkat mama dan papa?! Tanya Teo setelah berhasil mendudukkan Yenny di sofa.
Dengan air mata berlinangan, Yenny pun menjawab Teo.
" Ya... jawab nya pelan.
Seketika itu juga hancur lah hati Teo, ternyata ia hanya lah seorang anak pungut, anak angkat atau bahasa keren nya anak adopsi.
" Teo... panggil Yenny.
Teo hanya menatap Yenny sedih.
" Sebenarnya papa yang akan memberitahu kan soal ini ke kamu, papa nunggu momen yang tepat. Saat kamu siap... tapi hiks... hiks... papa mu sudah pergi untuk selama nya. Cokro dengan sengaja menyakiti mu... hiks.. hiks.. surat wasiat itu pasti di buat Cokro dari kertas kosong bermaterai yang di tanda tangani papa mu belum lama ini. Kamu harus cari bukti itu mematahkan surat wasiat itu, jika tidak sebagian besar harta ini akan di kuasai Cokro. Kata Yenny sedih.
__ADS_1
" Teo tidak peduli ma... Teo tidak peduli... hiks... hiks... dari mana mama ambil Teo. Siapa orang tua kandung Teo, ma... apa mereka tidak menginginkan Teo?! Teo benar-benar terpukul.
" Hiks.. hiks.. Teo, kamu itu anak mama dan papa sampai selama nya. Kami tidak peduli kamu anak kandung atau bukan. Mama sudah tidak tau lagi di mana orang tua kandung mu berada, sejak kami mengadopsi mu...hiks...hiks...kami putus hubungan. Mereka bukan tidak menginginkan mu, tapi keadaan lah yang memaksa mereka menyerahkan mu pada mama... hiks... hiks... maafkan mama dan papa, Teo. Bukan kami tak mau jujur pada mu tapi kami takut kamu belum siap dan malah akan membuat mu sedih... Yenny pun pasrah melihat Teo nyang hanya terdiam.
Yenny mencoba berdiri dari duduk nya, tetapi kakinya terasa lemas. Ia pun terjatuh...
" Ma... teriak Teo.
" Tolong, antar mama ke kamar... mama mau istirahat... Yenny terlihat pucat.
Teo pun mengantar mama nya masuk. ke kamar nya dan ia segera menghubungi Novi untuk menemani mama nya.
Tak. lama kemudian, Novi datang.
" Tante, tolong jaga mama. Teo mau keluar sebentar... Teo pun segera keluar membawa mobil nya.
Novi pun masuk ke kamar kakak nya dan di lihat nya sangat kakak kembali drop.
" Mbak, ada apa lagi... kenapa mbak Yenny begini lagi?! Bukan nya mbak Yenny sudah ikhlas dengan kepergian Bang Teddy?! Tanya Novi sedih.
" Dia sudah tau semua nya, Novi... dia sudah tau. Pasti hati nya hancur, kasian dia... tangis Yenny pun kembali pecah.
" Dia...?? Dia siapa mbak..?! Tanya Novi bingung.
" Teo... Teo sudah tau kalau dia anak adopsi... Yenny pun sesenggukan di sana.
" Ya, Tuhan.... bagaimana Teo bisa tau mbak?! Bukan nya mbak ngomong tunggu Teo siap! Novi pun kaget.
" Cokro... Cokro kurang ajar itu yang beri tahu... Cokro juga membuat surat wasiat yang isi nya seluruh harta atas nama Teddy jatuh ke tangan nya... cerita Yenny sedih.
Novi sangat terkejut, ia sampai tak. bisa berkata-kata.
" Novi, firasat ku benar... tolong, kamu jaga dan bantu Teo. Minta tolong Steven menemani Teo saat ini. Aku takut Teo lari ke narkoba... isak Yenny.
" Iya mbak... sahut Novi sambil mencerna semua kejadian itu.
🏅🏅🏅🏅🏅
__ADS_1