
Tiga hari sudah, Teddy masuk ke rumah sakit. Setiap Teo ke sana dan bertanya pada petugas tentang kondisi terkini ayah nya, mereka selalu mengatakan Teddy dalam keadaan baik.
Siang itu, pihak rumah sakit menghubungi Yenny dan mengatakan Teddy dalam keadaan kritis karena sesak nafas dari pagi. Yenny yang panik, langsung ke rumah sakit bersama Novi.
Sesampainya di rumah sakit, Yenny dan Novi menunggu dokter di ruang tunggu.
" Mbak, kita harus menghubungi Teo... kata Novi.
" Ya... telp lah Teo. Hiks... hiks... mungkin papa nya tidak akan bertahan lama, semalam aku bermimpi Teddy melambaikan tangan pada ku... hiks... hiks.. Yenny pun menghapus air mata nya yang mengalir terus.
Novi pun segera mengeluarkan hape nya dan memencet nomor hape Teo.
📞 Halo... tante.. jawab Teo.
📞 Teo.. segera lah ke rumah sakit... hiks.. hiks.. kata Novi di sela isak tangis nya.
📞 Ada apa, tante...??? Teo terdengar panik.
📞 Papa mu kritis, dari pagi sesak nafas dan sekarang masuk ICU. Kami sudah di rumah sakit, menunggu dokter mengabari kondisi papa mu terkini.
📞 Oke, tante... Teo segera ke rumah sakit. Teo pun segera memutuskan sambungan telp nya dan segera berlari ke parkiran.
Teo membawa mobil dengan kecepatan tinggi, beberapa kali ia hampir bertabrakan dengan kendaraan lain.
30 menit kemudian, Teo pun sampai di rumah sakit. Teo segera ke ruang tunggu tempat mama dan tante nya berada, tetapi mereka tidak ada di sana.
Teo segera menghubungi tante nya, tetapi nomor nya sibuk. Teo pun segera bertanya pada suster. Suster mengatakan mama dan tante nya sedang berada di ruangan dokter, Teo pun segera ke sana.
Di lihat nya, mama nya sedang terbaring di ruang dokter. Suster dan tante Novi berusaha menyadarkan mama nya yang pingsan.
" Tante... mama kenapa?! Teo menghampiri mama nya.
" Mama mu pingsan... hiks.. hiks... papa mu baru saja menghembus kan nafas terakhir nya. Hiks... hiks... Novi menangis sedih.
" Apa??? Teo pun sangat terkejut dan tak tau apa yang harus ia lakukan.
" Tante, sudah menghubungi om Hadi dan Steven. Mereka sedang perjalanan kemari untuk membantu mengurus kremasi jenazah papa mu... Novi menjelaskan pada Teo.
" Ya... jawab Teo pelan karena ia seperti sedang mengalami mimpi buruk. Ia ingin segera bangun dari mimpi itu.
Tak lama kemudian, Steven dan Hadi datang menghampiri mereka.
" Teo, kami turut berduka cita... kata Steven pelan di samping Teo yang masih mematung.
" Makasih... jawab Teo singkat.
__ADS_1
" Kita harus mengurus admin dulu, sebelum membawa jenazah bang Teddy keluar. Hadi memberi tahu istri nya.
" Iya... Novi melirik Teo yang masih syok.
" Teo... panggil Novi.
" Ya, tante... Teo akan segera ke admin. Teo pun berjalan keluar bersama Hadi dan Steven.
Novi memberi Yenny minum teh hangat yang di beri kan suster.
" Mbak, minum dulu... pelan-pelan aja... Kata Novi memberikan segelas teh hangat.
Yenny meneguk teh itu sedikit, kemudian ia membaringkan tubuh nya.
" Firasat ku benar, bang Teddy akhirnya pergi untuk selamanya. Dia meninggalkan ku, sendiri di sini... hiks... hiks... Yenny sangat berduka.
" Mbak ng sendiri, mbak masih ada Teo... masih ada aku, mbak... hiks.. hiks... Novi pun ikut menangis.
Sementara Teo, Steven dan Hadi mengurus admin dan jenazah Teddy ke tempat krematorium.
" Teo, kamu sudah mengabari kabar duka ini ke adik-adik papa mu?! Tanya Hadi.
" Belum, om... mereka juga tidak akan peduli, apalagi om Cokro... sahut Teo sebal.
" Walaupun mereka seperti itu, tapi mereka berhak tau... Hadi menasehati Teo.
📞 Halo... sapa om Fredy.
📞 Om, Teo mau kasih kabar... kalau papa sudah tidak ada.. kata Teo lemas.
📞 Apa...?! Kapan??? Fredy pun kaget.
📞 Barusan om, papa kena virus Corona... sudah beberapa hari ini di rawat di rumah sakit. Jawab Teo.
📞 Loh, kok kami tidak di beri tahu?! tanya Fredy sedikit kesal.
📞 Emang, om Cokro tidak mengabari om Fredy?! Tanya Teo balik.
📞 Cokro??? Orang itu kok masih di percaya... keluh Fredy kesal. Om, akan segera ke sana. Kapan rencana kremasi nya? Tanya Fredy kembali.
📞 Sore ini, om... kami hanya di kasih waktu 4 jam dari sekarang. Jawab Teo.
📞 Mama mu bagaimana?! Grady khawatir dengan kakak ipar nya.
📞 Mama masih syok om... sejak papa masuk rumah sakit, mama juga tidak sehat walaupun hasil mama negatif. Jelas Teo.
__ADS_1
📞 Siapa yang membantu mu mengurus jenazah papa mu?! Fredy bertanya kembali.
📞 Ada om Hadi dan Steven, om... jawab nya.
📞 Oke, om akan menghubungi Cokro untuk membantu kalian. Mungkin besok om dan saudara papa mu yang lain baru sampai di sana. Kami turut berduka cita, Teo... kata Fredy sedih.
📞 Makasih om... sambungan telp pun selesai.
Setelah 2 jam akhir nya jenazah Teddy pun di masuk kan ke dalam mobil jenazah. Mereka pun segera ke tempat krematorium terdekat.
Sementara di tempat lain, Cokro yang sedang asyik memadu kasih dengan Bela pun terganggu dengan suara hape yang terus. menerus berdering.
" Aduh... siapa sih yang mengganggu?! Maki Cokro.
" Papi angkat, berisik... Bella pun kesal mendengar suara telp itu.
📞 Halo... bentak Cokro kesal.
📞 Cokro, kamu dimana?! Jangan ngomong kamu lagi bersama wanita itu... teriak Fredy kesal.
📞 Ada apa, bang... Cokro pun makin kesal dengan teriak Fredy.
📞 Cepat ke rumah sakit sekarang juga... Bang Teddy meninggal... Freddy masih emosi.
📞 Bang Teddy meninggal??? Kapan??? Tanya Cokro bingung sekaligus gembira.
📞 Kamu senang abang mu meninggal, Cokro... ??? bentak Fredy yang semakin marah.
📞 Enggak... aku hanya kaget. Cokro pun membela diri.
📞 Cepat sekarang juga kamu ke rumah sakit, bantu Teo mengurus jenazah abang mu... karena akan segera di kremasi. Sahut Fredy.
📞 Iya... iya... nanti aku akan ke sana... jawab Cokro kesal.
Telp pun langsung di putus Fredy.
" Hahaha... akhir nya bang Teddy mati juga... jadi aku tak usah bersusah payah menyingkirkan nya.... hahahaha... Cokro sangat gembira. Bella yang melihat Cokro bahagia karena kematian abang nya sendiri pun bingung. Tapi ia tidak peduli , yang penting bagi nya... Cokro memberi nya uang... uang... dan uang. Ada uang abang di sayang, tak ada uang abang aku tendang... itu prinsip nya.
" Ayo... sayang. Kita lanjut acara kita yang tadi ke tunda... ajak Cokro sambil memeluk tubuh mulus Bella.
" Loh, papi ng ke rumah sakit?! Tanya Bella.
" Itu ng penting sayang... yang penting kita berdua...sahut Cokro yang sudah tak sabaran.
Mereka pun kembali bergelut di sana, Cokro tak peduli dengan jenazah abang nya.
__ADS_1
🏅🏅🏅🏅🏅