Ternyata Aku Anak Adopsi

Ternyata Aku Anak Adopsi
Ep 9


__ADS_3

Sepanjang perjalanan sampai ke rumah, air mata Yenny terus mengalir. Novi dengan sabar menenangkan kakaknya, walaupun air mata nya juga ikut mengalir. Teo sambil menyetir dengan hati yang sedih. Bagaimana pun virus itu sangat lah ganas, apalagi untuk orang seusia papa nya. Ia juga kuatir papa nya tidak kuat untuk melawan virus itu dari tubuh nya seperti kekhawatiran mama nya.


Begitu sampai di rumah, Yenny langsung masuk ke kamar nya bersama Novi. Teo ikut masuk ke kamar mamanya.


" Ma, sebelum istirahat... mama mandi dulu. Teo mengingatkan mama nya.


" Iya, mbak... aku juga mau mandi dulu. Kata Novi pada kakak nya.


" Iya... kita bersih-bersih dulu. Yenny pun langsung menuju kamar mandi nya. Novi turun ke bawah dan Teo masuk ke kamar nya.


Selesai mandi, Yenny membaringkan tubuh nya di tempat tidur. Ia masih bersedih, suami yang sangat ia cintai dan sudah menemani nya selama 30 tahun terakhir ini terbaring lemah di rumah sakit. Dan ia tidak bisa mendampingi nya. Air mata nya pun kembali berlinang.


Novi di bawah membuatkan kakaknya teh hijau hangat, setelah ia juga selesai mandi. Ia segera ke atas, masuk ke kamar kakak nya.


" Mbak... ini teh nya. Minum dulu, selagi hangat... ujar Novi.


" Makasih, Novi... Yenny pun duduk dan menyeruput teh hangat nya.


" Mbak, jangan sedih terus... mbak harus jaga kesehatan sendiri juga. Biar Bang Teddy di urus suster dan dokter di sana, kita hanya bisa berdoa dari sini. Novi kasian melihat kondisi kakaknya.


" Iya... sahut Yenny pelan.


Keesokan hari nya, Teo berangkat ke toko seorang diri lagi. Yenny di rumah di temani Novi.


" Perasaan ku tidak enak dari kemarin... semalam aku tidak bisa tidur. Ucap Yenny sedih.


" Jangan banyak pikiran mbak... sahut Novi. Umur ada di tangan Tuhan, mau tua atau muda... mau sehat atau sakit, kalau Tuhan sudah berkata cukup waktu kita di dunia ya.. kita akan kembali pada Nya. Tapi kalau Tuhan belum berkehendak, mau sakit separah apa pun ia akan kembali sehat...Kata Novi kembali.


" Iya... jawab Yenny pelan. Tapi perasaan ku mengatakan ada sesuatu musibah besar yang akan menimpa aku dan keluarga ku... Yenny terlihat lemah.


" Novi... jika sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi pada ku dan suamiku... mau kah kamu membantu Teo... lanjut Yenny.


" Mbak, ngomong apa sih... tidak akan terjadi apa-apa mbak. Sahut Novi.


" Ini seandainya aja, Novi... sahut Yenny kembali.

__ADS_1


" Iya mbak, aku dan keluarga ku pasti akan membantu Teo... mbak tenang aja. Jawab Novi dan Yenny pun sangat lega mendengarnya.


" Novi, tolong besok kamu ke rumah ku yang di Jakarta... di sana masih ada beberapa batang emas dan uang yang aku simpan di koper. Dan di sana ada tas-tas branded ku, bawa sekalian... dan kamu simpan di rumah mu. Kata Yenny pada Novi.


" Tapi untuk apa mbak... tanya Novi bingung.


" Entah lah... tapi aku ingin kamu menyimpannya. Jangan sampai ada yang tau soal ini ya... pesan Yenny.


" Iya mbak... jawab Novi.


" Besok ikut lah, Teo ke Jakarta... minta ia mendrop mu di rumah Jakarta sebelum ia ke toko... Yenny menjelaskan.


" Iya mbak... sahut Novi kembali.


Pagi harinya, Novi ikut Teo ke Jakarta.


" Emang mama suruh ambil apa, tante... tanya Teo pada Novi.


" Cuma beberapa baju dan tas-tas nya... sahut Novi.


" Ng usah, tante bisa pulang sendiri. Nanti tante pulang naik taksi online aja... kamu hanya mendrop tante di sana dan kamu bisa langsung pergi ke toko. Kata Novi.


" Oke, tante... jawab Teo.


Sesampainya mereka di tempat tujuan, Novi pun turun dan Teo melanjutkan perjalanannya ke toko.


Novi pun masuk ke ruko tempat tinggal kakaknya dulu. Ia menuju kamar sang kakak, di sana masih banyak sekali barang-barang kakak nya. Setelah mempersiapkan kardus, ia pun segera memasukan tas-tas kakaknya ke dalamnya. Begitu pula dengan uang dan perhiasaan kakak nya, ia masukan ke dalam salah satu tas dan kemudian di masukan ke dalam dus bersama tas lainnya. Setelah selesai, ia menurunkan dus itu dan mencari taksi online.


Taksi online membawa nya pulang ke rumah nya. Dan ia memasukkan semua barang itu ke dalam gudang di rumah nya.


Setelah ia menyimpannya dengan rapi di rumah, Novi pun kembali ke rumah kakak nya.


" Kamu sudah balik... tanya Yenny begitu melihat Novi.


" Udah mbak... jawab Novi.

__ADS_1


" Tas ransel itu kamu bawa pulang dan kamu gabungkan dengan barang yang tadi. Di dalam tas ransel itu, ada perhiasan dan uang... kata Yenny kembali.


" Mbak... kenapa semua harta mbak Yenny aku yang simpan. Emang ada apa sebenarnya, mbak... tanya Novi heran.


" Kamu simpan aja...untuk jaga-jaga. Perasaan ku tidak enak... Yenny pun menyerahkan sebuah tas ransel pada Novi.


" Baiklah mbak... Novi pun pasrah. Banyak berdoa dan berserah, mbak... hati mbak akan lebih tenang. Lanjut nya.


" Iya... aku dan keluarga ku jauh dari Tuhan, kami sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Sekali-sekali ajak lah Teo ibadah online, siapa tau hati nya bisa menerima Firman Tuhan... Jelas Yenny.


" Iya, mbak. Nanti aku suruh Steven mengajak Teo. Sahut Novi.


" Iya... minta Steven bantu Teo menyelesaikan kuliah nya. Yenny agak kuatir tentang masa depan anak nya.


" Iya mbak... jawab Novi.


" Kami terlalu memanjakan Teo, makanya ia malas dan bossy begitu. Mudah-mudahan dengan keadaan papa nya seperti ini, Teo belajar bertanggung jawab... Yenny menyesal terlalu memanjakan Teo.


" Iya mbak...


Sore harinya, Teo pulang dari toko... ia pun segera mandi dan masuk ke kamar mama nya.


" Ma... panggil Teo.


" Kamu udah pulang, sayang... sahut Yenny yang senang melihat anaknya sudah pulang.


" Iya... keadaan mama gimana sekarang. Tanya Teo yang kuatir dengan kesehatan mama nya.


" Mama sudah baikan... kamu tak usah kuatir. Bagaimana toko hari ini... Yenny balik bertanya.


" Rame ma... ini uang nya. Teo memberikan uang yang di masuk kan ke dalam kresek hitam.


" Kasih tante mu hitung... kata Yenny. Teo mu memberi kan kresek itu pada Novi dan Novi yang lulusan akunting dengan gesit menghitung nya.


Tak lama kemudian Steven datang, menjemput mama nya pulang. Sebelum pulang Yenny mengajak mereka makan malam bersama dulu.

__ADS_1


🏅🏅🏅🏅🏅


__ADS_2