Ternyata Aku Anak Adopsi

Ternyata Aku Anak Adopsi
Ep 5


__ADS_3

Kepulangan Teddy dan Teo di sambut gembira oleh Yenny.


" Sudah kalian mandi dulu, setelah mandi turun kita makan bersama. Kata Yenny sambil menyiapkan meja makan.


Mereka pun pergi mandi dan tak lama kemudian Teddy turun dan duduk di meja makan.


" Gimana Teo di toko?! Tanya Yenny penasaran.


" Biasa... main game. Jawab Teddy datar.


" Ya sudah lah, nanti juga dia berubah... aku yakin kok dia bisa berubah... lanjut Yenny sambil memberikan nasi di piring Teddy. Teo pun turun menuju meja makan.


" Masak apa ma... Teo lapar nih...! Teo menengok makanan yang di hidangkan sang mama.


" Kesukaan kamu... ayam goreng, sambal terasi dan sayur asem. Ini mama sudah pisahkan sayur asam kamu yang tanpa sayuran. Yenny memberikan semangkuk sayur asam yang berisi jagung dan kuah saja pada Teo. Teo memang cerewet makan. Dia tidak begitu suka makan sayur, hanya beberapa macam sayur saja yang ia mau... seperti kangkung dan wortel. Yang lain tidak akan di sentuh nya.


" Di kulkas ada perkedel dan ayam kuning, besok biar mbak yang goreng untuk mu makan siang. Sambalnya sudah juga mama simpan di wadah kecil. Yenny menjelaskan pada Teo.


" Iya ma... sahut Teo sambil menikmati makanannya.


" Pa...kamis biar aku dan Teo aja yang ke toko, kamu istirahat di rumah. Lanjut Yenny.


" Ya sudah... terserah kamu aja... sahut Teddy yang sibuk dengan makanannya.


Seminggu kemudian, Teddy agak kurang sehat tapi ia tetap memaksakan diri ke toko. Karena hari ini ada pelanggan dari Papua turun.


Di tengah kesibukan Teddy di toko, Cokro datang membawa berkas kembali.


" Bang... ini tanda tangani, sudah aku print draf nya. Cokro sambil memberikan kertas-kertas itu pada Teddy.


" Taruh lah di meja, aku lagi sibuk... kata Teddy sambil menghitung barang-barang pesanan pelanggan yang akan di kirim hari ini.


Cokro pun duduk manis di sana. Menunggu abang nya selesai bekerja tanpa mau turun tangan.


" Pak, ini uang dari Ibu Asri dan kembali 10 ribu... kata Mitha pada Teddy.


" Kasih Cokro, minta dia ambil kembalian di laci. Sahut Teddy yang masih sibuk dengan pekerjaan nya.


Mitha pun mendekati Cokro.


" Om, ini uang nya dan minta kembalian 10 ribu. Kata bapak ambil di laci... Mitha pun memberitahu Cokro.


Dengan senang hati Cokro membuka laci dan mengambil kembalian 10 ribu, setelah Mitha pergi uang dari pelanggan itu di masukkan Cokro ke saku nya. Dan ia kembali duduk santai seperti tidak ada apa-apa.


Tak lama kemudian Yenny pun datang dan membawa makanan.

__ADS_1


" Eh, ada kamu Cokro... kamu sudah makan?! Tanya Yenny pada Cokro.


" Belum mbak... sahut nya singkat.


" Ini ada nasi padang, makan lah. Yenny memberikan sebungkus nasi padang pada Cokro.


" Wah... terima kasih mbak... kebetulan, aku lagi lapar... kata nya sambil membuka bungkus nasi padang dan menikmati nya dengan lahap.


Selesai Cokro makan siang, Teddy pun selesai dengan pekerjaan nya.


" Udah.. bang. Tanya Cokro tak sabaran.


" Udah, aku makan dulu... aku sudah lapar banget... sahut Teddy sambil pergi ke toilet untuk mencuci tangan nya.


" Mbak, aku keluar dulu ya... nanti aku balik lagi. Jangan lupa ingatkan bang Teddy untuk menandatangani semua dokumen ini. Cokro memperlihatkan berkas-berkas itu pada Yenny.


" Iya... nanti mbak ingatkan abang mu... jawab Yenny.


Cokro pun pergi meninggalkan toko dan menuju mobil nya. Dikeluarkan uang yang tadi ia ambil di toko Teddy dan di hitung nya.


Lumayan... dapat 1 juta... hehehe. Bisa buat Bella. Cokro kegirangan. Ia pun segera menghubungi Bella.


📞 Halo papi sayang... jawab Bella di sana.


📞 Lagi nungguin papi sayang telp... Kata Bella manja.


📞 Ah... kamu bisa aja. Papi jadi makin cinta kamu... rayu Cokro.


📞 Bella juga cinta papi... much.. much... Rayu Bella tak mau kalah.


📞 Nanti malam ketemu yuk... ajak Cokro.


📞 Boleh... tapi bedak Bella udah mau abis, pi... rajuk Bella.


📞 Iya, nanti papi kasih uang jajan ke Bella.


📞 Yang banyak ya pi... Bella mau beli baju juga... Nada suara Bella makin manja.


📞 Iya sayang... pasti papi kasih yang banyak untuk Bella. Bella doain papi berhasil mengelabui abang papi ya... nanti uang nya bisa untuk kita jalan-jalan keluar negeri... kata Cokro mengimingi Bella.


📞 Iya pi... papi beliin Bella rumah juga ya... Rayu Bella kembali.


📞 Iya sayang... sampai nanti malam ya, di tempat biasa. Cokro pun mengakhiri sambungan telp itu.


Akhir nya malam ini aku bisa bersenang-senang lagi dengan Bella... betapa senang nya hati ku. Aku sudah tidak sabar menunggu malam. Bella... tunggu papi, sayang. Malam ini papi akan membuat mu melayang ke surga dunia... hahaha... Cokro hati nya sangat berbunga-bunga. Ia pun mulai menyandarkan kepala nya dan tertidur pulas di dalam mobil nya.

__ADS_1


Sementara Teddy setelah selesai makan, memeriksa berkas yang di berikan Cokro pada nya.


" Apa-apaan ini Cokro... masih ada menyelipkan berkas yang tidak ada draf nya. Teddy pun mengomel yang terdengar oleh Yenny.


" Ya sudah tanda tangan aja, emang dia buat apa juga, tanda tangan mu... sahut Yenny setelah mendengar keluhan sang suami.


Akhirnya Teddy pun menandatangani semua berkas termasuk berkas yang tanpa draf. Tapi tanpa sepengetahuan siapa pun tanda tangan itu di buat Teddy tidak sama dengan tanda tangan asli nya, walaupun sekilas terlihat sama.


Menjelang sore, Cokro kembali ke toko Teddy untuk mengambil berkas yang ia tinggal tadi.


" Udah bang... tanya Cokro.


" Ini... Teddy memberikan amplop coklat yang di bawa Cokro tadi siang.


" Udah semua yang, bang... tanya Cokro kembali.


" Periksa aja sendiri... aku mau pulang. Kata Teddy sambil merapikan meja nya.


Cokro pun memeriksa nya dan hati nya tambah gembira setelah melihat semua berkas di tanda tangani abang nya.


" Udah semua bang... nanti aku kasih fotocopy berkas nya kalau sudah selesai semua. Kata Cokro kembali.


" Ya sudah... kata Teddy singkat.


" Bang... minta uang bensin dan rokok dong. Cokro seperti preman yang minta jatah.


Teddy melihat tajam adiknya dari balik kacamata nya.


" Bukan nya belum waktu nya gajian?! Tanya Teddy.


" Bensin bang... aku kan bolak balik ke rumah mu dan toko perlu pakai bensin. Rayu Cokro pada abang nya.


" Kamu ini kayak preman aja... sahut Teddy sambil memberikan selembar uang seratus ribu.


" Mana cukup lah bang... dengan uang segini, aku pulang ke rumah campur dorong mobil... rengek nya.


Teddy pun memberi nya satu lembar lagi uang seratus ribuan.


" Tambah lah bang... Cokro kembali merengek.


" Cukup... mau ambil jika tidak mau kembalikan pada ku semua nya... sahut Teddy sambil berdiri dan meninggalkan Cokro.


" Dasar pelit... sungut Cokro kesal.


🏅🏅🏅🏅🏅

__ADS_1


__ADS_2