Ternyata Aku Anak Adopsi

Ternyata Aku Anak Adopsi
Ep 3


__ADS_3

Cokro dan Teddy duduk di ruang tamu.


" Kenapa kau mencari ku... tanya Teddy.


" Ini bang, ada beberapa lembar berkas yang harus di tanda tangani abang... Cokro mengeluarkan beberapa lembar kertas yang sudah bermaterai.


" Kenapa ini hanya lembar kosong tanpa draf... aku tidak mau menandatangani nya. Teddy mengembalikan kertas itu pada Cokro.


" Abang tanda tangani dulu lah, nanti baru aku ketik draf nya. Rayu Cokro.


" Kenapa begitu, harus nya di print dulu draf nya baru aku tanda tangani.. kata Teddy santai.


" Aku lagi nunggu contoh draf nya dari teman ku... dia seorang notaris bang. Cokro kembali menyodorkan kertas itu untuk di tanda tangani Teddy.


" Ya sudah, aku akan menunggu draf itu jadi dulu. Baru aku tanda tangani... Teddy pun kekeh pada pendirian nya.


" Abang, aku ini lagi sibuk jadi agak repot jika harus ke mari lagi. Sekarang kan si penyewa kios mu sudah teriak-teriak minta perjanjian nya. Cokro terus memberi alasannya.


" Kenapa kamu tidak mencontoh draf perjanjian sebelum nya. Kamu ini kan sarjana hukum, masa buat draf saja musti mencontoh orang lain... sindir Teddy.


" Bukan begitu, bang. Kata kawan ku ini, ada format terbaru jadi aku minta lah pada nya... sahut Cokro untuk menyakinkan Teddy.


" Jika kamu sibuk dan tidak bisa mengurus perjanjian sewa ini, biar aku aja sendiri yang urus. Aku juga bisa... jawab Teddy yang membuat Cokro kebingungan.


" Baiklah, bang. Aku akan print dengan format sebelum nya. Besok atau lusa aku ke mari lagi.


Akhirnya Cokro mengalah juga.


" Ya sudah, aku tunggu. Jawab Teddy enteng.


" Iya bang, aku permisi dulu. Pamit Cokro.


Sesampainya Cokro di rumah, ia di sambut Wina sang istri dengan ocehan yang membuat nya makin emosi.

__ADS_1


" Kok, kamu udah pulang... emang sudah di tanda tangani semua nya... tanya Wina penuh penyelidikan.


" Dia tidak mau menandatangani, di kembalikan semua berkas nya pada ku. Dia pinter tak mau tanda tangan hanya di atas materai tanpa draf yang jelas. Cokro pun terlihat kesal.


" Kamu sih b***h... bikin alasan yang masuk di akal dong. Wina pun mengejek nya.


" Emang kamu pinter, hah?! Kalau kamu pinter tak mungkin kita bisa bangkrut berkali-kali. Cokro balas mengejek.


" Itu kan karena kamu yang malas jaga toko. Aku terus yang jaga, kamu malah asyik bermesraan dengan Bella. Emang kamu kira aku tidak tau.... bentak Wina.


" Apa kata kamu?! Kamu jaga toko..??? Apa aku tidak salah dengar.. kamu di sana bukan jaga toko tapi kerjaan mu main hape dan nonton drakor yang tidak jelas itu...belum kamu keluyuran meninggalkan toko hanya untuk shopping bersama teman-teman mu yang kurang kerjaan itu... omel Cokro kesal.


" Di banding kamu, uang untuk usaha malah kamu kasih Bella untuk operasi hidung. Harus nya uang itu kamu berikan pada ku bukan pada simpanan ku itu. Wina makin emosi.


" Kamu tidak usah mengurusi aku dengan Bella... urusi aja urusan mu. Jangan kerja nya makan melulu, lihat badan mu sudah seperti anak gajah... ejek Cokro kembali.


" Kurang ajar... aku makan terus karena aku stres punya suami seperti mu. Wina pun memberi alasan.


" Jika kamu stres dengan aku, silahkan keluar dari rumah ini. Tidak ada yang melarang mu pergi dari sini. Kata Cokro dengan penuh emosi.


" Hahahaha... aku tak sudi memberi mu uang satu sen pun. Mending aku kasih Bella, biar ia tambah cantik dan seksi. Ejek Cokro kembali.


" Kamu pikir Bella mencintai mu... dia hanya ingin memanfaatkan harta mu aja. Setelah harta mu habis, ia akan menendang mu jauh-jauh. Sindir Wina.


" Aku tak akan jatuh miskin, sebentar lagi harta bang Teddy akan aku kuasai. Dan aku akan segera menikahi Bella. Oh... Bella sayang, aku merindukan mu.... kata Cokro yang membuat Wina tambah emosi.


" Lihat aja, Cokro.... jika kau sampai berani menikahi Bella tanpa seizin ku... aku akan memberi perhitungan pada kalian. Ancam Wina dengan kesal.


" Hahaha... kamu bisa apa?! Aku kasih tau kamu ya, jika kamu macam-macam dengan Bella, aku akan membunuh mu... Cokro mendekatkan bibir nya di telinga Wina, agar Wina mendengar ancaman Cokro dengan jelas.


" Kamu tidak tau malu, Cokro... umur Bella itu lebih kecil dari Nathan... Teriak Wina.


" Hahaha... kamu iri, kalau aku bisa mendapatkan daun muda yang masih fresh dan nikmat. Bella sayang... papi akan datang malam ini. Tunggu lah...sayang... hahahaha... Cokro pun meninggalkan Wina yang masih kesal.

__ADS_1


Awas kamu Cokro, aku tak akan melepaskan kalian begitu saja. Dasar bandot tua yang tidak tau malu... kalau kamu bisa membunuh ku, aku juga bisa melakukan nya... hahaha... liat saja tanggal mainnya. Wina pun segera menyusun rencana nya.


Sementara itu, Nathan anak tunggal Cokro sedang kesal karena di maki oleh bos nya yang tak lain adalah calon mertua nya. Ia pun segera mengadu ke Elisa pacar nya.


" Lis... papi mu itu keterlaluan... masa memaki ku di depan banyak orang. Aku kan jadi malu... keluh Nathan.


" Kamu juga sih... bukan nya kerja malah tidur di kantor. Kamu harus nya kasih contoh yang baik bukan yang salah pada karyawan lain. Lisa malah ikut mengomeli nya.


" Kok, kamu malah ikutan marahin aku sih sayang... hari ini aku capek banget, semalam kurang tidur. Elak Nathan.


" Kamu kan bukan pertama kali nya kepergok tidur di kantor... mana kerjaan kamu ng ada yg beres lagi?! Kamu itu niat kerja ng sih... papi kan marah sama aku. Keluhan Lisa.


" Maaf sayang, aku niat kerja kok. Cuma kerjaan ku kebanyakan jadi aku bingung mengerjakan yang mana... Nathan pun memberi alasannya.


" Kamu itu seperti nya ng bisa kerja deh... mending kamu resign aja. Di banding nanti tambah berabe... Lisa tambah kesal pada pacar nya.


" Kalau aku ng bekerja, aku ng punya uang sayang... apa kita nikah aja segera. Nathan memberikan ide pada Lisa


" Kamu itu ya... kerja aja ng beres malah ngajak nikah. Anak mu nanti mau kamu kasih makan apa?! Bentak Lisa kesal.


" Kan perusahaan papi mu nanti nya akan menjadi warisan kamu juga, sayang. Kita bisa biaya hidup anak kita dari sana... kata Nathan seenak nya.


" Enak aja... perusahaan itu kalau tidak bisa di kelola dengan baik bisa bangkrut. Lagian kan ada Kak Andry yang lebih berhak atas warisan itu. Lisa makin kesal pada Nathan.


" Kamu kan 50-50 % sama kak Andry. Kamu jual aja saham mu nanti kita buka usaha lain.


Lisa yang emosi pun meninggalkan Nathan begitu saja. Nathan pun mengejar nya.


" Sayang... maaf... aku hanya becanda tadi.


" Sudah ah... kamu itu selalu memikirkan harta warisan ku. Sebenarnya kamu cinta aku apa harta ku sih...?! Lisa melihat Nathan dengan tatapan serius.


" Ya sama kamu dong, sayang. Ya sudah aku antar kamu pulang aja... Nathan pun terlihat kecewa.

__ADS_1


🏅🏅🏅🏅🏅


__ADS_2