Ternyata Aku Anak Adopsi

Ternyata Aku Anak Adopsi
Ep 7


__ADS_3

Sebelum tidur, Teddy dan Yenny membahas pembicaraan dengan Teo tadi.


" Pa, apa Nathan tau tentang Teo?! Tanya Yenny pada suami nya.


" Seperti nya begitu, ma... Teddy pun sambil berpikir.


" Iya... aku hanya takut, Nathan keceplosan ngomong. Apa lagi ia dan Teo kurang akrab dan Nathan dari dulu tidak suka pada Teo. Ujar Yenny.


" Ng usah Nathan, Cokro pun demikian. Seperti nya Cokro memang melarang Nathan bergaul dengan Teo dan memberi tahu Nathan kebenaran tentang Teo. Jelas Teddy.


" Kenapa Cokro seperti itu ya...kita harus lebih hati-hari dengan Cokro. Takut nya ia kesal pada kita dan membocorkan rahasia ini.... Yenny sangat kuatir.


" Ya... aku tidak tau apa mau nya Cokro. Mudah-mudahan Cokro tidak berbuat aneh-aneh... Teddy menghela nafas berat nya.


" Setau ku Steven dan Stevy tidak tahu tentang hal ini. Orang tua nya tidak pernah membahas nya. Terang Yenny.


" Bagus lah... sahut Teddy.


" Udah kita tidur... besok pagi kamu harus antar aku ke pasar dan pulang dari pasar baru kita olahraga keliling komplek. Mereka pun berbaring di tempat tidur dan tak butuh waktu lama, mereka sudah berada di alam mimpi mereka masing-masing.


Minggu siang, baru Teddy selesai makan... hape nya berdering.


📞 Halo... jawab Teddy.


📞 Halo, bang Teddy. Ada di mana?! Tanya seseorang bisa seberang sana.


📞 Lagi di rumah, siapa nih... tanya Teddy pada nya.


📞 Andi, bang... anak Johan, lupa ya... jawab Andi.


📞 Oh.. Andi. Apa kabar?! Kamu ganti nomor nya?! Tanya Teddy.


📞 Iya Bang... ini di rumah ada om Hengki dan papa. Mereka ingin bertemu abang, apa abang ada waktu?! Tanya Andi.


📞 Bisa... bisa... rumah mu masih di tempat dulu kan?! Tanya Teddy kembali.


📞 Iya bang... abang mau ke sini atau kita mau ketemuan di tempat lain?! Tanya Andi kembali.


📞 Abang ke rumah mu aja... sebentar lagi abang jalan ke sana ya... jawab Teddy.


📞 Oke, bang... kita tunggu ya.


Sambungan telp pun terputus. Teddy segera masuk ke kamar dan memberitahu Yenny bahwa ia akan ke rumah Andi, sepupu nya.


" Ma... aku ke rumah Andi ya... ada om Johan dan om Hengki, udah lama kita tidak bertemu. Kat Teddy pada Yenny.


" Loh, bukan nya om Hengki tinggal di Malaysia, pa..?! Tanya Yenny.


" Iya, lagi main ke sini. Makanya aku ketemu mereka sebentar. Jelas Teddy.


" Hati-hati loh, lagi banyak virus. Apalagi om Hengki dari luar negeri. Dia sudah di karantina belum?! Tanya Yenny kembali.


" Mana aku tau... aku pergi sebentar aja, ng enak... om Hengki jauh-jauh datang, ingin bertemu. Kata Teddy.

__ADS_1


" Ya sudah, hati-hati di jalan... Yenny sudah tau sifat suami nya, semua keinginan nya tidak bisa di larang.


Selasa pagi, Teo pergi ke toko bersama Yenny. Teddy mau mengantar om Hengki jalan-jalan di Jakarta karena sudah lama om Hengki tidak pulang ke tanah air.


Menjelang siang, Teo pamit pada Yenny untuk makan siang di resto depan pusat grosir.


Saat ini sedang duduk menunggu pesanan datang, ia melihat Dimas masuk ke resto itu juga.


" Dimas... panggil Teo.


Mendengar nama nya di panggil Dimas pun menengok ke arah suara itu.


" Hai.. Teo. Jawab Dimas sambil melambaikan tangan.


" Lo, mau makan?! Bareng gw aja... ajak Teo.


Dimas pun duduk di berhadapan dengan Teo.


" Mbak, tambah menu... panggil Teo pada pelayan resto. Pelayan itu pun langsung menuju ke meja Teo dan memberikan buku menu. Setelah Dimas memesan mereka pun berbincang-bincang karena sudah lama tak bertemu.


" Lo, apa kabar?! Tanya Teo pada Dimas.


" Baik.. lo sendiri, gimana. Dimas pun balik bertanya.


" Baik juga... gw denger lo udah putus sama Lisa?! Teo yang agak penasaran pun bertanya.


" Iya... Dimas pun menghela nafas berat nya dan terlihat sangat sedih.


" Kenapa?! Pancing Teo.


" Siapa?! Tanya Teo kembali.


" Geng trak nya Andrew. Padahal dia sudah punya pacar, tapi yang gw heran pacar nya mau bantu dia jebak gw. Cerita Dimas kembali.


" Jebakan gimana, maksud nya?! Teo pun bingung. Pelayan datang membawa pesanan mereka.


" Cerita nya sambil makan ya... lanjut Teo. Ia pun segera menyantap makanan yang ia pesan.


" Lo, di undang kan waktu Andrew ulang tahun di klub malam... tanya Dimas.


" Oh iya.. iya... tapi gw ng datang. Biasa bonyok gw ng izinin... Teo pun berkata jujur.


" Tapi bagus lo ng datang... acara nya ng beres... lanjut Dimas.


" Ng beres gimana?! Tanya Teo yang tidak mengerti maksud Dimas.


" Pesta narkoba dan **** bro. Jelas Dimas.


" Hah... kok bisa, ng takut digerebek?! Tanya Teo kembali.


" Kayanya udah ada yang beking... makanya berani seperti itu. Tadi nya gw udah mau pulang, Andrew maksa gw minum dulu. Yang kasih minum pacar nya Nathan... belum selesai Dimas bercerita sudah di potong Teo.


" Nathan??? Teo pun mulai menggabungkan pecahan puzzle yang hilang.

__ADS_1


" Lo kenal dia?! Dimas bingung.


" Pacar Lisa sekarang kan... kata Teo lagi.


" Iya... kok, lo tau.. Dimas pun penasaran.


" Waktu itu gw pernah ketemu Lisa dan Nathan di mal... Lisa ngomong dia sudah putus sama lo... Jelas Teo.


" Oh.. jadi lo kenal Nathan di sana?! Tanya Dimas kembali.


" Ng... gw kenal Nathan dari kecil. Nathan itu sepupu gw, anak om gw... Teo kembali menjelaskan.


" Apa..??? Nathan sepupu elo... kok, gw baru tau. Yang gw tau, sepupu lo yang anak UI itu, siapa nama nya... tanya Dimas.


" Steven... jawab Teo.


" Iya, Steven. Gw pernah ketemu dia waktu seminar di UI, dia salah satunya panitia nya. Kata Dimas.


" Iya... dia mah emang pinter. Udah di wisuda dengan nilai cumlaude dan sekarang udah kerja... jelas Teo.


" Hebat ya dia... Puji Dimas.


" Kalau Nathan, anak om gw... adik papa gw. Dia sama gw ng akrab, jadi ng pernah main bareng gw. Jelas Teo.


" Pantes... tapi dia itu licik loh, bro... gw dendam banget sama dia. Yang gw takuti sekarang, dia bohongi Lisa. Seperti ia ngincar harta bapak nya Lisa... Kata Dimas.


" Lo, di jebak nya gimana?! Tanya Teo.


" Gw kan di kasih minuman sama Sabrina pacar nya Nathan itu. Gw pikir, abis minum gw langsung cabut... ternyata di minuman itu udah di campur obat tidur. Abis minum gw ambruk, di bawa mereka ke hotel... dan Sabrina di suruh tidur sama gw terus mereka foto, di kirim ke Lisa. Lisa ngamuk ke gw dan minta putus. Dimas pun bercerita dengan hati yang sedih dan kesal.


"Astaga... tapi lo beneran udah tidur sama cewe itu... tanya Teo.


" Ng lah... gw kan di kasih obat tidur bukan obat perangsang. Gw sama Sabrina ng ngapa-ngapain kok. Cuma mereka jebak gw supaya bisa ambil foto gw lagi tidur... kata Dimas kesel.


Teo hanya bisa menggelengkan kepala nya.


" Tapi Lisa enggak percaya elo ng macem-macem sama cewe itu... kata Teo.


" Iya... makanya dia minta putus. Kata Dimas sedih.


" Sorry bro, saat ini gw belum bisa nolong elo... tapi gw janji gw akan coba ngomong dengan Lisa. Mudah-mudahan dia mau dengerin gw. Kata Teo ikut sedih.


" Makasih, bro... ngomong-ngomong, kok lo bisa nyasar sampai di sini... tanya Dimas.


" Toko bonyok gw kan di sebrang, bro. Jelas Teo.


" Oh iya... elo sendiri, ngapain. Tanya Teo


" Gw abis interview.. di sana. Dimas menunjuk sebuah gedung dekat pusat grosir.


Setelah makan mereka pun kembali ke tempat masing-masing dan tak lupa mereka saling bertukar nomor kontak.


🏅🏅🏅🏅🏅

__ADS_1


Novel ini di ambil dari novel Aku anak adopsi... karena Noval Aku Anak Adopsi tidak lulus kontrak. Mohon dukungannya ya... Terima kasih.


__ADS_2