
Pagi itu Teddy berangkat ke toko seorang diri. Yenny yang kurang enak badan pun beristirahat di rumah, Novi datang untuk menemani kakak nya.
" Teo... sapa Novi.
" Hai... tante. Sahut Teo sambil asyik bermain game.
" Mama di kamar ya... tanya Novi sambil berjalan menuju kamar kakaknya.
" Iya... jawab Teo ala kadarnya.
Novi memasuki kamar Yenny, di lihat nya Yenny sedang berbaring di tempat tidur.
" Mbak sakit?! Tanya Novi pada Yenny.
" Iya nih, Novi... badan mbak remuk semua. Kemarin membereskan stok di gudang. Capek nya minta ampun... pinggang rasanya pingin copot... Yenny pun berkeluh kesah pada Novi.
" Sini aku kerokin dan pijitin mbak... tawar Novi.
" Boleh.. minyak nya ada di atas meja rias. Yenny menunjukan minyak kayu putih di atas meja rias nya.
Novi pun mengambil nya dan mendekati kakaknya. Sambil mengerok dan memijit badan kakaknya, mereka pun saling mengobrol.
" Mbak Yenny dan Bang Teddy udah tua, apa ng sebaiknya istirahat. Coba diskusikan dengan Teo?! Minta Teo yang jaga toko, apalagi sekarang wabah ini makin menyebar....seusia kalian lebih rentan dengan wabah ini. Novi memberi pendapat nya.
" Iya, kemarin juga mbak sudah ngomong begitu tapi bang Teddy tetap mau ke toko, katanya dia bosan kalau di rumah aja. Lagian si Teo ng mau jaga toko, alasan nya dia ada kelas online. Yenny pun memberi penjelasan.
" Kalau bang Teddy bosan kan bisa mengisi waktu luang nya dengan olahraga, berkebun misalnya. Bukannya bang teddy suka bercocok tanam. Tanya Novi kembali.
" Iya... nanti aku omongin bang Teddy lagi. Aku pingin nya toko di sana di tutup aja. Sekarang toko sepi dan lebih besar pasang dari pada tiang. Di banding rugi terus, mending di tutup kan. Dan kios itu bisa di sewakan ke orang lain, lagi pula kami masih ada beberapa kios lainnya yang digunakan sewakan. Ya, makan dari penghasilan sewa aja. Yenny bercerita panjang lebar.
" Tapi apa ng sayang mbak kalau ditutup?! Kan, langganan mbak masih banyak yang belanja walaupun tidak sering. Novi pun kembali bertanya.
" Iya sih... lagian bang Teddy kasian sama karyawan yang ada. Mereka akan jadi pengangguran. Kata Yenny sedih.
" Emang Teo kelas online nya tiap hari... kalau tidak, minta dia ke toko jika tidak sedang kuliah. Jadi Teo bisa bergantian dengan kalian. Kalian juga tidak monoton hanya pulang pergi toko saja. Novi pun mengeluarkan pendapat nya kembali.
" Ah... Novi, , kayak kamu ng tau Teo aja. Dia mana mau di suruh jaga toko, apalagi sekarang jarak rumah ke toko sudah jauh. Waktu tinggal di rumah lama aja, dia ogah ke sana. Susah anak itu... beda dengan anak mu. Kata Yenny sedih.
__ADS_1
" Ya, mbak kasih tau Teo pelan-pelan... dia kan sudah besar, siapa tau dia bisa mengerti kondisi orang tua nya.
" Ya sudah, nanti aku coba kasih tau dia... Mudah-mudahan dia mau mendengar nya... Yenny pun pasrah dengan Teo.
Malam hari nya Teddy sekeluarga duduk di depan meja makan.
" Teo, hari apa aja kamu kuliah online nya?! Tanya Yenny pada Teo anaknya.
" Tiap hari lah, ma... emang kenapa?! Tanya Teo penasaran.
" Apa kamu ng bisa online sambil jaga toko?! Ng perlu tiap hari kamu ke sana... seminggu 2 kali aja. Gantian sama mama dan papa. kata Yenny.
" Ih... kenapa sih Teo harus ke sana?! Kata mama toko sudah sepi, kenapa ng di tutup aja. Teo pun mulai kesel.
" Langganan kita masih banyak yang belanja walaupun sekarang belanjanya berkurang banyak. Guyur-guyur sehari-sehari ya lumayan di banding diam di rumah aja. Teddy pun ikut menimpali.
" Makanya kalau bisa, kita gantian dengan Teo untuk jaga toko dan setiap hari Minggu kita bisa tutup toko. Kita bisa beristirahat di rumah. Kamu kan hobi bercocok tanam, kamu bisa nanam-nanam pohon di halaman belakang jika kamu suntuk di rumah. Yenny pun menjelaskan pada suaminya.
" Apa Teo mau?! Ya, ng masalah kalau setiap minggu toko Kitab tutup. Semua karyawan juga bisa istirahat. Jawab Teddy santai.
" Teo kan mau kuliah, ma... mama ini apa-apaan sih... Teo kembali sewot.
" Iya.. iya... nanti Teo atur. Tapi jangan paksa Teo buru-buru wisuda loh... ancam Teo.
" Terserah kamu lah, Teo... papa sudah capek dengan kamu. Teddy yang makin kesal pun segera bangkit dan naik ke lantai atas.
" Teo, contoh lah Steven dan Stevy...sedari kecil mereka harus berjuang jika menginginkan sesuatu. Makanya sekarang mereka bisa menjadi kebanggaan orang tua nya. Yenny pun menasehati anak nya.
" Iya.. iya ma... mama jangan cerewet, Teo pusing dengar nya... Teo pun langsung naik ke lantai atas menuju kamar nya.
Yenny yang melihat tingkah Teo hanya bisa menggelengkan kepala nya.
Keesokan sore nya, tak lama Yenny dan Teddy pulang dari toko... Cokro adik Teddy datang ke rumahnya.
" Teo... papa mu mana?! Tanya Cokro pada Teo.
" Lagi mandi kali... jawab Teo acuh.
__ADS_1
" Emang kamu sudah lulus kuliah, Teo?! Tanya nya sambil melihat Teo yang sedang asyik bermain game.
" Belum... jawab Teo singkat.
" Kapan di wisuda?! Tanya Cokro kembali.
" Ng tau.. Teo makin asyik dengan game nya.
" Emang kamu sudah buat skripsi?! Cokro kembali bertanya.
" Belum... napa sih om nanya-nanya Teo melulu?! Emang Nathan sudah lulus?! Sudah wisuda?! Sudah nyusun skripsi?! Teo kembali bertanya pada Cokro dengan kesal.
" Lah, Nathan mah lagi cuti kuliah. Tapi dia kan udah kerja di perusahaan calon mertua nya... kata Cokro bangga.
" Kerja sama camer aja bangga?! Sindir Teo.
" Di banding kamu kerja nya main melulu... kuliah ng beres, kerjaan ng punya apalagi pacar!!! Usia mu itu udah gede, bukan nya mikirin masa depan malah main melulu. Omel Cokro pada Teo.
Teo pun sewot.
" Om, kenapa sih ngatur-ngatur Teo... suka-suka Teo lah mau ngapain. Yang penting Teo kan ng merugikan om Cokro. Teo pun marah pada om nya.
" Kamu itu di kasih tau ng sopan... kalau kamu ng mau kuliah mending berhenti aja. Jangan bisa nya ngabisin uang bang Teddy. Cokro pun ikut emosi.
Teddy pun yang mendengar keributan itu keluar.
" Ada apa ini, kok ribut banget... tanya Teddy.
" Itu pa, om Cokro sewot sama Teo... Teo pun mengadu pada ayah nya.
" Teo itu ng sopan, bang... Cokro pun ikut mengadu.
" Sudah... sudah... Teo kamu kalau bicara sama om atau orang yang lebih tua dari kamu harus sopan... ngerti... Bentak Teddy ke pada Teo.
" Iya pa.... jawab Teo kesal.
" Cokro, kamu tidak usah ngurusin Teo. Biar aku dan Yenny saja yang mengurus nya.
__ADS_1
Cokro hanya mendengus kesal dan turun ke ruang tamu bersama Teddy.
🏅🏅🏅🏅🏅