Ternyata Aku Anak Adopsi

Ternyata Aku Anak Adopsi
Ep 13


__ADS_3

Sepulang Novi dari rumah Yenny, Novi menceritakan semua nya pada Hadi dan Steven.


" Akhirnya rahasia Teo terbongkar juga... kata Novi bersedih.


" Rahasia???? Mang ada rahasia apa, ma... Steven bingung mendengar nya.


" Siapa yang bongkar rahasia itu?! Tanya Hadi tenang.


" Cokro... dia juga berhasil membuat surat wasiat yang menyatakan semua harta atas nama Bang Teddy jatuh ke tangan nya. Novi memijat kepala nya yang pusing dengan kejadian yang menimpa kakak nya.


" Apa...??? Teriak Hadi dan Steven bersamaan, mereka sangat terkejut.


" Sebenarnya ada apa sih, ma... Steven tambah bingung.


" Teo itu bukan anak kandung tante dan om mu... kata Novi.


" Apa...??? Kok, bisa... Teo itu anak siapa?! Apa Teo tahu tentang itu...Steven pun sangat terkejut.


Novi dan Hadi saling berpandangan, ia maklum Steven kaget seperti itu.


" Teo itu anak adopsi, ia di adopsi dari bayi. Teo juga baru tau hari ini, karena Cokro datang dan mengusir mereka dari rumah yang mereka tempati sekarang. Kamu tolong sering-sering temani Teo, Steven... mama dan tante kuatir dengan kondisi Teo. Dia sangat terpukul mendengar kenyataan ini... Novi sangat sedih.


" Iya ma, nanti Steven telp Teo... jawab Steven.


" Ah... kasian mbak Yenny. Baru ditinggal mati suami nya sekarang di tambah masalah Teo dan Cokro... gimana Cokro bisa mendapat surat wasiat itu! Tanya Hadi.


" Kata mbak Yenny beberapa minggu yang lalu, Cokro minta Bang Teddy tanda tangan berkas kosong yang bermaterai. Cerita Novi.


" Kenapa bisa ceroboh begitu Bang Teddy... kan sudah tau kalau Cokro itu licik. Akibat kecerobohan nya sangat lah fatal. Hadi pun tak habis pikir.


" Ya sudah, aku mau istirahat dulu. Kepala ku sakit akibat masalah mbak Yenny... Novi pun masuk ke kamar nya.


" Pa, Steven telp Teo dulu ya... kata Steven.


" Ya, telp lah... Hadi pun ikut masuk ke kamar.


Steven mencoba menghubungi Teo.

__ADS_1


📞 Halo... ada apa?! Sapa Teo datar.


📞 Lu, dimana?! Tanya Steven


📞 Di rumah... jawab Teo malas.


📞 Oh, ya sudah... istirahat lah. Jangan terlalu di pikirin, jalani aja... semua itu sudah suratan dari Tuhan... kalau butuh gw, telp aja...gw siap bantu lu... Steven mencoba menenangkan Teo.


📞 Ya, makasih... Telp pun terputus.


Teo bangun pagi, dari semalam ia tidak bisa tidur. Setelah selsai mandi, ia segera ke kamar mamanya dan pamit pergi ke toko. Di lihat nya wajah Yenny yang begitu pucat.


" Ma... Teo berangkat ya... pamit nya. Tapi tak ada sahutan, di lihat lagi wajah mama nya. Kali ini mencolek tangan Yenny agar Yenny terbangun, tapi Yenny tetap diam.


" Ma... mama... Teo mengguncang-guncang tubuh mama nya, tapi Yenny tidak merespon. Teo mulai panik dan menghubungi tante nya.


📞 Ya, Teo... jawab Novi.


📞 Tante, tante segera ke rumah sakit ya... sekarang Teo mau bawa mama ke rumah sakit... kata Teo panik.


📞 Hah... ada apa Teo?! Novi pun ikut panik.


Teo segera mengangkat tubuh mamanya masuk ke dalam mobil. Ia membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi. Untung jalanan masih tidak begitu ramai.


Yenny langsung di bawa ke UGD dan dokter pun segera menangani Yenny. Novi pun datang bersama Hadi ke rumah sakit.


" Teo... kenapa mama mu... kata Novi sambil berlinangan air mata.


" Entahlah tante... tadi Teo mau pamit ke toko, Teo masuk kamar mama... wajah mama pucat dan Teo bangunkan, mama tidak mau bangun juga... kata Teo sedih.


" Astaga Tuhan... Novi pun lemas mendengar nya.


" Duduk lah, ma... kata Hadi pada istri nya.


" Ya Tuhan, ampunilah kesalahan kami... tolong jangan hukum kami... hiks... hiks... Novi pun mulai menangis.


" Sudah... tenang lah. Kamu jangan ikutan panik begitu... kata Hadi.

__ADS_1


Tak lama kemudian dokter pun mendatangi mereka dan mengatakan Yenny dalam kondisi koma dan akan segera masuk ke ruang ICU.


Mereka pun di minta untuk segera mengisi data dan mengurus administrasi. Setelah mengurus semua nya, Teo izin pergi ke toko dan Hadi juga keluar mencari penumpang. Sejak Hadi di PHK, ia menjadi driver online.


Novi duduk di ruang tunggu, ia hanya mampu berdoa agar kakaknya mampu melewati masa koma nya dan masalah yang menimpa keluarga segera terselesaikan.


Sore nya, Teo kembali ke rumah sakit.


" Bagaimana mama, tante... tanya Teo.


" Kita tidak belum bisa menjenguk nya karena protokol kesehatan. Tadi siang tante sempet pulang, tante baru datang kembali 30 menit yang lalu. Tapi suster dan dokter belum juga mengizinkan tante masuk. Katanya tunggu hasil keluar. Novi menjelaskan.


" Ya, tante... kita tunggu aja. Teo pun pasrah.


" Bagaimana toko hari ini, Teo... tanya Novi.


" Lumayan, tante... tapi tadi Teo sempet ribut dengan om Cokro yang hendak mengambil hasil penjualan hari ini. Akhir nya mau ng mau, Teo kasih om Cokro 1 juta tadi. Ini uang nya... Teo memberikan pada Novi.


" Kamu saja yang pegang... Novi menolaknya.


" Tante aja... Teo kuatir om Cokro akan segera mengusir kami dari rumah itu... kata Teo kembali.


" Ah...kalian sedang di uji untuk naik kelas. Belajar menerima semua nya dengan pasrah dan berserah pada Tuhan, minta Tuhan buka jalan... jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Walaupun kamu bukan anak kandung mbak Yenny, tapi mbak Yenny selalu menganggap mu anak kandung nya. Jadi tak usah kau berkecil hati, apalagi sedih... kamu anggap saja mbak Yenny sebagai mama kandung mu, jangan pikirkan yang tidak-tidak. Jika kamu ingin curhat, kamu hubungi saja Steven... dia akan membantu mu... nasehat Novi.


" Iya tante... jawab Teo pelan.


Steven dan Hadi pun sampai di rumah sakit.


" Bagaimana mbak Yenny... apa sudah bisa kita jenguk... tanya Hadi begitu sampai di depan Teo dan Novi.


" Belum... masih nunggu hasil nya keluar. Mungkin besok... jawab Novi.


" Lebih baik kita ngobrol di kopi shop itu, kita bisa lebih santai... Steven memberi ide.


" Ayo... ajak Hadi.


Mereka pun masuk ke kopi shop tak jauh dari ruang tunggu.

__ADS_1


🏅🏅🏅🏅🏅


__ADS_2