
Albert mengebrak dasbor mobil, seketika asap putih tebal pun menyelimuti mobil mereka. Entah apa yang sedang Albert lakukan. Nyatanya, adegan lanjutan dari peristiwa yang mereka lihat tadi, seolah bersambung.
Mereka melihat beberapa pria menggali tanah. Lalu, tak berapa lama, mereka menyeret wanita tak berdaya itu. Dan mendorong tubuh lemah itu ke dalam lubang yang mereka buat.
Tak ayal, melihat kejadian mengerikan itu, Mayang dan Kinan hendak berteriak. Namun dengan cepat Yani dan Aziz membekap mulut mereka.
"Tidak, jangan bersuara! Ingat kita sedang dalam bahaya," bisik Yani tepat di telinga Mayang.
Mayang mengangguk, padahal ia sangat ketakutan.
"Ingat, tahan... apapun yang kamu lihat, jangan ditelan mentah-mentah oke. Kamu harus kuat," ucap Yani lagi. Kemudian Mayang kembali mengangguk. Meskipun ia sangat ketakutan.
Tentu saja, agar suara mereka tak terdengar oleh para pelaku itu.
Beberapa detik berlalu, adegan-adegan itu lama kelamaan memudar. Berganti dengan asap putih tebal. Seperti di awal. Asap itu menyelimuti mobil mereka.
Kejadian ini seakan berasa sangat nyata bagi mereka. Ingin rasanya mereka turun dari mobil dan menolong wanita yang teraniaya itu. Hati mereka tersentak. Jiwa mereka terguncang. Ternyata ada kejadian mengerikan yang terjadi. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Tangis Kinan dan Mayang berhenti. Namun, suara tangis lain, terdengar, suaranya terdengar lirih, lalu kuat, semakin kuat. Penasaran, mereka pun mencari arah suara.
Betapa terkejutnya mereka, suara tangis yang mereka dengar berasal dari sesosok wanita yang mereka lihat telah di kubur hidup-hidup di depan mereka. Duduk di depan depan teras rumah dengan tubuh bersimbah darah.
__ADS_1
Sosok itu terus menangis, merintih kesakitan seakan meminta tolong.
Lagi-lagi mereka hanya bisa ikut menangis. Ingin menolong tapi takut. Seperti yang di katakan Albert, ini hanyalah tipu daya mereka. Agar mereka mau keluar dari mobil. Menerobos labirin perlindungan yang sengaja dibuat oleh Ki Saseno untuk melindungi mereka.
Daya tarik yang diciptakan oleh para makhluk-mahluk itu sungguh hebat. Beberapa kali sosok yang ada di dalam tubuh Albert terpental. Beberapa kali juga, Albert menggebrak meja. Seakan sedang berperang melawan mereka dengan caranya.
Sungguh, semua ini sangat sulit mereka terima dengan akal sehat. Namun mereka mengalami. Mengalami hal mengerikan ini.
Tak kuat melihat adegan demi adegan yang tersaji di depan mata, Mayang pun menjerit sekuat tenaga. Sampai mobil yang mereka tumpangi serasa bergetar..
Merasa terganggu dengan suara itu, mahluk yang ada di sekitar mereka seakan murka.
Hingga akhirnya mobil itu terguncang. Seperti menabrak sesuatu. Tak ayal, mobil pun terguling hingga seluruh penumpang panik. Tak berapa lama mobil berhenti dan seluruh penumpang pingsan tak sadarkan diri.
***
Keesokannya harinya...
Matahari telah menunjukkan pesonanya. Membuka jubah kebanggaan dunia. Hingga sinarnya pun mampu menembus alam semesta.
Namun, keadaan itu sama sekali tidak mengusik tidur para penumpang mobil yang semalam ternyata masih berada di tempat. Tidak bergerak sedikitpun. Membuat beberapa teman yang tidak ikut mobil mereka jadi terheran-heran.
__ADS_1
Tok ... tok ... tok...
Terdengar seseorang mengetuk kaca jendela. Ternyata itu adalah Lian.
Frans bangun terlebih dahulu. Karena kaca jendela yang Lian ketuk ada di sebelahnya.
Frans membuka mata. Lalu melihat sekeliling. Semua orang yang berada satu mobil dengannya masih terlelab. Dengan baju yang sama. Membuat Frans terkejut.
"Astaga! Apa ini?" kejut Frans. Tanpa menghiraukan ketukan Lian, Frans pun membangunkan teman-temannya yang ada di mobil itu.
"Al, Yani... Ziz... bangun!" ucap Frans bingung.
Mendengar teriakan Frans, Albert dan Yani pun bangun. Pun dengan ketiga teman mereka yang lain.
"Paan?" tanya Albert.
"Lihat, Al. Kita masih di sini!" ucap Frans. Ketakutan.
Spontan, semua orang yang mendengar ucapan Frans pun ikutan terkejut. Sungguh apa yang mereka alami semalam terasa nyata. Namun, melihat kenyataan pagi ini, semua serasa mimpi. Bukankah ini aneh. Aneh tapi nyata.
Bersambung...
__ADS_1