
Sesuai arahan sosok yang ada di dalam tubuh Albert, mereka pun memutuskan untuk pulang.
Beberapa teman yang masih aman, mereka pulang dengan motor masing-masing. Sedangkan Mayang, Kinan, Aziz dan Yani ikut mobil yang di kendarai oleh Frans.
Frans dan sosok yang ada di dalam diri Albert siap mengantar dan mengawal sampai rumah.
Ketika masuk ke dalam mobil. Albert sudah kembali ke dirinya sendiri. Frans bisa merasakan aura itu. Albert kembali diam. Hanya melirik kanan dan kiri. Meskipun begitu, Albert yang sekarang tetap tidak meninggalkan kesan penuh rahasia.
Di dalam mobil...
Hampir tak ada perbincangan di sana. Namun tiba-tiba, sosok yang ada di dalam tubuh Albert, membawa mereka di sebuah tempat yang tidak mereka sangka.
"Ma-maaf, Ki... kita mau ke mana?" tanya Frans, sedikit takut.
Sosok itu tidak menjawab. Tetapi mobil yang mereka tumbang langsung berhenti mendadak. Tidak bisa dinyalakan. Membuat semua penumpang yang ada di sana ketakutan.
"Ya Tuhan, apa lagi ini?" tanya Frans dalam hati.
Ia ingin keluar, tetapi Albert mencegahnya.
"Jangan keluar, tetap di sini!" cegah Albert.
__ADS_1
Frans pun menurut. Namun ia penasaran Penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
"Pasti ada yang tidak beres ini?" pikir Frans lagi.
Benar saja, ketika matanya menatap ke arah spion. Terlihat menampakan aneh di sana. Seorang wanita dengan memakai gaun warna merah, melayang mengintari mobil mereka.
Spontan, semua orang yang ada di mobil pun saling memeluk ketakutan. Terutama para wanita. Frans memegang stir mobil, tegang. Sedangkan Yani terus fokus pada bacaannya.
Hanya Albert di sana yang terlihat tenang. Namun, kita tidak tahu jika nyatanya Albert dan wanita yang kini sedang menggoda mereka sedang perang batin.
Albert terus menatap sosok itu dengan penuh pemusuhan. Begitupun dengan sosok itu. Ia tak putus asa. Berusaha terus menyerang orang-orang yang ada di dalam mobil tersebut.
Beberapa kali ia menggoyang-goyangkan mobil. Hingga mobil terasa oleng. Hingga, ketika Albert menggebrak dasbor mobil, sosok wanita itu menghilang. Hanya meninggalkan asap putih yang menyeramkan.
"Sosok penghuni kamar mandi rumah itu! Dia lagi ngincer Mayang!"
"Dia hendak meminta Mayang, tapi aku larang," jawab Albert.
Spontan Mayang pun ketakutan. Gadis itu menangis di pelukan Yani.
"Ya Allah... Kenapa Mayang?" tanya Frans.
__ADS_1
"Mungkin Mayang lagi halangan sekarang. Makanya diincer.Dia harus darah," jawab Albert lagi.
"Astaghfirullah hal Azim... Jadi kita mesti gimana?" tanya Frans.
"Kita antar Mayang pulang, kita jaga dia sampai besok. Semoga sosok itu nggak ngikuti kita lagi. Udah yuk jalan, semoga kita bisa sampai rumah Mayang sebelum jam sepuluh malam," ucap Albert.
"Gimana jalan, kan mogok?" tanya Frans, lugu.
"Engga... coba aja," jawab Albert.
Benar saja, setelah Frans mencoba menyalakan mobil, Mobil tersebut sama sekali tidak ada kendala. Lancar tanpa ada masalah.
"Heh, kok aneh?" tanya Frans, terheran-heran.
Albert enggan menjawab. Karena saat ini ia masih memfokuskan diri menjaga teman-temannya. Sebab Albert tau, yang mengejar mereka bukan satu atau dua sosok. Tetapi belasan mahluk gaib.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Namun mobil itu terasa lambat. Dan ternyata, mobil mereka memang sedang diganggu oleh mereka.
"Jangan ada yang melihat ke belakang!" ucap Albert mewanti-wanti.
Frans sebagai pengemudi, tentu saja tak bisa tenang. Namun ia percaya pada kemampuan Albert mengendalikan mahluk-mahluk itu. Ia juga percaya bahwa Yani juga punya benteng untuk menjaga mereka. Agar fokus mengemudi nya tidak buyar, Frans pun terus membaca ayat-ayat suci Al-Quran yang ia bisa.
__ADS_1
Perjalanan mereka yang harusnya bisa di tempuh hanya setengah jam, kini berasa lebih lama. Bukan hanya Frans yang merasakan itu, tetapi seluruh orang yang ada di dalam mobil ikut merasakaan. Bukan hanya lama, mereka juga merasakan sensasi panas dan gerah. Padahal AC mobil menyala.
Bersambung...