
skip malam harinya.........
rania hanya mengurung diri di kamar dan bik jum datang mengantarkan makan malam rania hanya melihat saja makan malam nya tanpa berniat untuk menyentuh nya
sedang kan riko pergi ke ruang kerja nya dan meminum alkohol untuk menghilangkan rasa marah nya.
sedangkan rania hanya menangisi nasib nya yang selalu kurang beruntung
"apa aku tidak pantas untuk hidup hikss..... hiksss...... kenapa semua orang selalu saja menyiksa ku, mulai dari ayah ku yang sudah tiada sampai ayah tiri ku yang menyiksa ku tanpa henti dan ibu kandungku yang tidak sama sekali memperdulikan aku hikss.... hiksss...... "
setelah itu rania tidak sengaja melihat ada sebuah gelas dan terlintas di pikiran nya untuk bunuh diri
prannkkk....... (anggap aja suara dentingan gelas pecah yaa )
rania lalu mengambil pecahan gelas nya dan menggoreskan pecahan gelas itu ke pergelangan tangan dan darah segar pun keluar dari pergelangan tangan rania.
saat itu juga bik jum masuk ke kamar tuan muda nya saat mendengar adanya bunyi pecahan. saat itu juga bik jum melihat rania mengoreskan pergelangan tangannya, bik jum yang melihat itu langsung menyuruh pelayan memanggil tuan muda nya.
tok... tok..... tok....
" masuk"
setelah pelayan masuk "ada apa" dengan wajah datar dan dinginnya.
"maaf tuan nona muda tuan" kata pelayan takut takut
__ADS_1
"bicaralah dengan jelas"
"anu tuan... nona muda bunuh diri"
tanpa mendengar perkataan pelayan selanjut nya riko langsung saja berlari kekamar dan melihat rania yang sudah pingsan dengan darah yang tidak mau berhenti pergelangan tangannya.
"siapkan mobil" kata riko yang langsung membawa rania ke rumah sakit dengan wajah kwatir.
skip sampai di rumah sakit......
saat itu juga rania di bawa ke ruang UGD untuk di periksa dan menghentikan darah nya.
setelah menunggu cukup lama barulah dokter keluar dari UGD
"land gimana ke adaan istri gue, "tanya riko dengan penuh ke kwatiran.
"apa golongan daranya"
"O positif"
"ambil aja darah gue kebetulan sama"
"baik lah"
setelah transfusi darah riko terlihat sangat pucat karena dia belum makan malam. dan riko duduk sambil menunggu rania sadar.
__ADS_1
keesokan harinya ....
"malam hari nya rania baru sadar dan bertanya ini dimana, apakah aku sudah pergi untuk menyusul ayah rania bergumam."
saat riko baru bagun dari tidur nya iya langsung melihat rania"kau berada di rumah sakit"
rania hanya diam "apa dengan kau bunuh diri masalah akan selesai dasar menyusahkan saja"
rania hanya diam seribu bahasa.
riko yang sudah naik darah gara gara rania tidak menjawab pertanyaan nya, langsung saja mencekik leher rania.rania pun mulai kehabisan nafas.
"bu...nuh.. saa... jaa... ak.. uu... tu... aan.. " kata rania terbata bata"
riko yang sadar akan kelakuannya langsung melepaskan tangannya dari leher rania. setelah itu riko pergi memanggil dokter
setelah dokter memeriksa rania dokter itupun keluar
"gimana" tanya riko kepada dokter arland
"ikut aku keruangan ku"
dokter arland adalah sahabat riko sejak SMA, dokter arland juga dokter pribadi keluarga wijaya, dokter arland memiliki sifat baik, sopan, ramah dan bijak dalam mengambil keputusan.
arland juga kepala bagian utama di rumah sakit hospital Wijaya.
__ADS_1