
setelah semua nya pergi lalu riko menatap wajah rania dan mengusap kepalanya
"kapan kau akan bangun sayang, aku merindukan cerewet mu, manja mu dan senyummu
maaf aku tak bisa nepatin janjiku untuk menjagamu, maaf kalau aku tak sempurna untukmu"
🌿vote🌿 like🌿favorit 🌿
"euugghh....." lenguhan rania terdengar karena rania baru sadar dari pingsan nya.
"sayang apa ada yang sakit" tanya riko disaat rania baru membuka matanya.
"tak ada" jawabnya singkat
"ya udah kamu makan yaa badan mu masih lemah"
setelah makan rania duduk bersama riko disofa.
riko melirik lirik rania karena tak ada yang mau ngomong.
"kamu... " kata mereka bersamaan
"kamu aja dulu" kata riko
"apa mas gak mau menjelaskan sesuatu gitu tentang tadi"
"baik lah aku tak ada hubungan dengan resepsionis itu aku aja gak tau dia siapa tapi kamu tenang aja aku udah pecat dia kok" kata riko menjelaskan
"huuffhh" terdengar helaan nafas rania yang lega
__ADS_1
"kenapa kamu cemburu"
"di...kit" kata rania ragu sambil menunduk
"beneran berarti kamu sudah mulai suka dong sama aku, kan cemburu artinya Cinta"
rania tak menjawab karena rania malu ditambah mukanya merah merona.
"kamu gak mau jelasin ya, kenapa baju kamu ada noda darah dan pergelangan tangan kamu sedikit bengkak"
"ta.. di aku habis nolong orang kecelakaan waktu mau menuju kesini, karena orang nya kekurangan darah aku donorin darah aku, kamu gak marah kan mas" jelas rania yang takut riko marah karena darah nya di ambil.
"baik banget sih istri aku, ya udah kamu istrahat biar cepat sembuh dan sehat katanya kamu mau ketemu sama adik kamu "
lalu rania istirahat di kasur yang ada di ruangan riko.
"masuk, ada apa" kata riko tanpa melihat sekretaris dimas yang berbicara.
"setelah saya selidiki, ternyata resepsionis itu yang buat gara gara dengan tuan, dan saya sarankan secepatnya ada buat konfirmasi pers kalau anda sudah menikah"
"saya tidak setuju wajah istri ku jadi sorotan mata lelaki lain"
"baik lah, akan saya atur tuan sore ini akan ada konfirmasi pers tanpa nona rania"
"hmmmm.. kau atur saja"
sore harinya riko mengadakan konferensi pers di depan kantor nya .
para wartawan sudah siap siap hanya menunggu riko muncul di depan gedung nya
__ADS_1
riko datang dan langsung duduk di kursi yang telah ditentukan dan sekretaris dimas berdiri di belakang nya.
"maaf tuan apa tujuan anda konfirmasi pers" tanya salah satu wartawan
"saya hanya memberi tuhu kalian kalau saya sudah menikah beberapa bulan yang lalu"
"lalu dimana wanita yang beruntung menjadi istri anda itu tuan"
"istri saya istirahat didalam karena ada yang berani mencelakai istri saya dan saya peringatkan jika kalian berani menyakiti istri saya akan tau akibatnya" kata riko panjang lebar
para wartawan hanya mengangguk aja karena takut ancama riko dan ada juga yang melongo karena riko yang biasanya bicara irit sekarang panjang lebar.
"maaf tuan boleh kan saya tau siapa nama nona yang beruntung itu"
"nama rania "
"ada yang ditanya lagi" tanya sekretaris dimas yang angkat bicara"
semua wartawan menggalang
"kalau tidak ada konfirmasi pers saya tutup"
setelah semua nya selesai riko kembali ke atas ruangan nya
bersambung.............
maaf kalau lama up nya
saya buat novel ini bila saya ada waktu senggang jadi gak tau kapan up nya
__ADS_1