
sesampainya di ruangan dokter arland riko langsung duduk saja tanpa memperdulikan sekitar
"ada apa dengan dia?, kapan dia akan pulang,?, gimana keadaannya? "
"nanya satu satu dong bro bikin pusing gue aja lu mau jawab yang mana"
itu lah arland yang cerewet dan caria bila hanya ada riko dimas dan arland.
"hmmmm" deheman riko
"gue ngomong panjang kali lebar tambah tinngi lu ngomong cuman hmmm hmmm doang dasar es kutub, balok"
" mau gue pecat lu dari jabatan lu" jawaban riko dengan wajah datar nya
yang dibalas dengan cengengesan oleh arland.
"gini dia harus di rawat inap, ya walaupun dia keliahatan sehat tapi tidak" kata arland dengan wajah serius
__ADS_1
"maksud lo apaan, kalau ngomong yang jelas dong, agar gue bisa paham"
"apakah dia pernah di rawat dulu"
riko hanya mengangkat bahu nya pertanda dia tidak tau. arland pun lanjut menjelaskan.
"saat suster menganti baju dia suster melihat banyak bekas pukulan dan cambuk" kata arland dengan serius yang membuat riko terkejut akan hal yang disampaikan oleh arland
"dan yang lebih serius lagi dia pernah koma dulu"
"WHAAT" kata riko akan keterkejutannya terhadap apa yang baru disampaikan oleh arland.
"apaan sih lo males gue ngomong gituan, kayak pernah aja lo kayak gituan, gue itu sama dia cuman nikah kontrak karena bokap dia gak bisa bayar utang nya ke gue, ya udah gue jadiin aja itung itung buat bales dendam karena dia udah kotor ini jas gue dan menghina gue dan gue jadikan aja pelayan pribadi gue"
arland yang mendengar riko berbicara panjang lebar hanya terngaga oleh ucapan riko yang ternyata rania hanya lah seorang pelayan pribadi.
tapi berbeda dengan pandangan arland yang merasa bahwa riko sudah mulai mencintai rania.
__ADS_1
"tapi yang gue lihat lo mulai mencintai dia deh dilihat dari wajah lo yang kwatir tadi pas lo bawa dia ke rumah sakit tadi"
"biasa aja kali kan dia juga tanggung jawab gue"
"ya udah kalau gitu kalau lo udah selesai dengan dia, lo kasih aja sama gue biar gue jadi suami nya nanti" kata arland yang memancing riko agar mengakui nya.
"enak aja lo gak akan gue kasihin dia ke lo, dia kan jadi istri gue selamanya"
arland yang menyadari apa perkataan riko sebelum nya yakin bahwa riko mulai menyukai gadis yang sudah berani beraninya menghina dia. tetapi arland hanya diam aja karena kalau pun di jawab akan riko tidak akan mengaku.
setelah itu riko keluar dari ruangan arland dan menuju ke tempat ruangan rania. rania hanya diam sambil menangis.
memang sakit rasanya jika menangis sabil diam. sebelum masuk riko menelfon dimas agar mencari semua yang berkaitan dengan rania dan meminta info nya sudah ada besok siang.
"ada apa kenapa kau menangis"
"saya ingin pergi menyusul ayah saya"
__ADS_1
riko yang bingung pun diam saja karena tidak mengerti maksud rania dengan menyusul ayah nya. sedangkan yang riko tau Gunawan masih di rumah nya dan tidak memperdulikan ke adaan rania sama sekali.