
bab 46
"auuww..... dasar yaa tante tante ****** lihat nih makanan yang saya buat penuh cinta jatuh berserakan kan"
"apa kamu bilang.... satpam.... satpam... seret wanita murahan dan gembel ini ke luar saya tak mau lihat dia lagi disini bikin buruk citra perusahaan aja" bentak dini kepada rania.
"ba... ik nona " kata satpam yang takut takut.
🌿vote🌿 like🌿favorit 🌿
"mari nona saya tunjukan jalan keluarnya "kata satpam yang bernama pak rahmat dengan sopan
"baik lah...... dan untuk anda lihat saja pembalasan saya, anda akan segera di pencat dari perusahaaan ini dan tidak diterima oleh perusahaan mana pun, cam kan itu kata kata saya" kata rania yang sudah abis kesabarannya dan geram melihat tingkat laku resepsionis itu
kalau rania yang tidak tidak ada tenaga sudah rania plintir tangan nya dini ini.
lalu rania di bantu oleh pak rahmat dan dibimbing menuju keluar kantor
pak rahmat kasihan sekali melihat wajah pucat rania.
sedangkan di dalam kantor "kasihan sekali nona kecil itu di tindas sama tante lon**" kata karyawan A
"iya tuan muda riko juga kenapa mau mau aja sama tante lon** itu" timbrung karyawan Baru
"apa kalian lihat lihat kembali bekerja atau akan saya laporkan kepada kekasih ku" bentak dini kepada para karyawan.
__ADS_1
setalah sekian lama menunggu akhirnya rania meminjam juga hp pak rahmat itu untuk menghubungi suaminya.
"pak boleh saya pinjam hp bapak buat telfon suami saya, saya sudah gak kuat kepala saya pusing sekali" pinta rania yang memohon kepada bapak satpam yang bernama rahmat itu.
"ini nona "kata satpam memberikan hpnya kepada rania, pak rahmat melihat rania dengan tatapan iba karena kondisi rania yang mengenaskan
tut.... tut...... tut....
sudah beberapa kali di telfon riko selalue rijek nya karena yang masuk no asing ke hp pribadi nya
saat ini riko dan dan dimas membahas proyek nya yang ada di luar kota
setelah selesai membahas pekerjaan "hmm dimas kenapa gadis kecilku belum sampai padahal aku sudah menyuruhku antarkan makanan, coba kau telfon rumah jam berapa rania berangkat"
"baik tuan"
"hallo bik apa nona rania sudah berangkat"
"iya tuan nona dudah berangkat dari jam 10 tadi tuan"
"ya sudah bik"
"maaf tuan bik jum bilang nona rania sudah berangkat dari jam 10 pagi tadi"
"APA..... bagaimana bisa " kata riko yang mulai panik dengan ke adaan rania
__ADS_1
"kita cari rania sekarang juga" lanjut riko kepada sekretaris dimas
lalu mereka pergi ke lift untuk turun, sedangkan di dalam lift hp riko terus betbunyi dan ini bunyi yang ke lima kalinya yang membuat riko kesal sendiri.
"ada apa...... saya sibuk jangan ganggu"
"maaf menggangu mu" kata rania dan langsung mematikan hp nya
riko yang kenal akan suara langsung menghubungkan kembali
"hallo dimana gadis yang menelfon tadi"
"anu.... itu... anu gimana mau bilang yaa " jawab gugup pak rahmat yang mengenal suara boss nya.
"cepat berikan hpmu kepada kepada gadis tadi" bentak riko yang mulai geram
"hallo ada apa" kata rania lemas
"dimana kamu sayang "kata riko cemas
"di pos satpam kantor mu" rania langsung mematikan HP nya
setelah keluar dari lift riko berlari secepat mungkin menuju pos patpam
para karyawan yang melihat hanya terbengong melihat bos mereka berlari lari dan disusul oleh sekretaris dimas yang juga ikut berlari mengejar riko yang sudah duluan.
__ADS_1
bersambung...................
maaf yaa reader novel ini masih dalam tahap revisi jadi mohon maaf atas kesalahan kata nya.