
makanan yang mereka buat telah selesai dan disajika di meja makan
" bik saya akan memanggil tuan dulu untuk serapan bibik tolong siapkan saja di atas meja"
"baik nona, saya permisi dulu"
lalu rania pergi ke lantai atas yang terdapat kamar utama dan ruang kerja riko serta beberapa ruangan kosong mungkin untuk anak anak nya nanti.
"tuan bangun tuan sudah pagi, waktu ny anda bekerja" kata rania yang menggoyangkan tangan riko untuk bangun dari tidur.
"bantar lagi yang masih ngantuk"
"tuan ayo bangun sekretaris dimas sudah menunggu" alibih rania agar riko bangun.
riko yang malas mendengar ocehan rania langsung saja menarik rania dalam pelukannya
"kamu mau coba coba berbohong kepada ku sayang" kata riko yang memeluk rania dengan erat di kasur.
"ti...dak tuan saya tak berbohong"
"benarkah tapi semalam dimas izin mau daftarin adik sepupunya kuliah dulu dan dia terlambat datang ke kantor" kata riko yang sudah tau kebohongan rania.
"iya saya bohong..... hmmmm tapi tuan bisa lepaskan pelukannya saya risih"
"tunggu dulu kamu memanggilku tuan lagi dan kau harus mendapatkan hukuman sebanyak kau memanggilku tuan, baiklah aku hitung dulu...... 1...2....3...4....5.... hmmm seperti nya 5 kali kau memanggilku tuan jadi kau harus pilih dicium atau menciumku
rania tak menjawab pertanyaan riko karena dia dadar kalau dia yang salah
"hmmm seperti nya kau mau dicium"
"muach"
__ADS_1
"muach"
"muach"
"muach"
"hmppaammhhh" kata rania saat riko mencium bibirnya dan Mel***t nya d ngan penuh *****.
ya riko mencium rania di kedua pipi, kening, leher yang meninggalkan jejak dan dimulut.
"tunggu sebentar yaa aku mau mandi dulu baru kita turun serapan bersama sama"
rania hanya menganggukkan kepalanya
setelah itu rania membersihkan ranjang nya yang berantakan akibat ulah riko tadi.
rania yang selesai membersihkan ranjang dia langsung menuju ruangan tempat menyimpan baju kantor riko untuk dipakainya dan menaruhnya di ranjang setelah itu rania duduk di sofa sambil menunggu riko selesai mandi.
"ceklek" bunyi suara pintu yang di buka
"aaaaaaaaa......... kenapa anda tidak memakai jubah mandi" kata rania sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.
"kenapa berteriak sayang " kata riko sambil mendekat ke arah rania dan memeluk nya.
"itu.... itu.... pakai dulu baju kamu suamiku
aku malu melihatnya"
"untuk apa kau malu, aku ini suamimu, jika kau mau aku bisa melihat kannya kepadamu"
"tidak tidak pakai dulu bajumu"
__ADS_1
"baiklah" kata riko sambil melepaskan pelukan nya.
5 menit kemudian riko sudah rapi dengan setelan jas nya yang berwarna hitam kemeja putih celana hitam sepatu hitam dan tidak lupa jam limetid edision yang bertender di pergelangan tangannya (begitu kah penulisnya)
"sayang bolehkah aku minta tolong pasangkan dasi ku"
"tapi aku tak bisa memasangkannya"
"sini nanti aku ajarkan biar kamu bisa memasangkan dasi untukku"
"baiklah"
setelah selesai mereka turun kebawah dengan riko yang menggandeng tangan rania
lalu mereka serapan dengan tenang dan hanya terdengar suara dentingan sendok.
"hmmm bolehkah aku minta tolong sayang"
"boleh apa itu, kalau bisa aku lakukan"
***bersambung..............
......................
...****************...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
maaf ya guys jika ada kesalahan kata
__ADS_1
dan novel ini masih dalam tahap revisi
salam hangat dari author juita ramadhani***