
setengah jam kemudian mereka sampai di di klinik terdekat untuk mengobati orang yang kecelakaan itu.
"pak kita langsung ke kantor Wijaya grup ya pak"
"baik nona"
setelah menempuh perjalanan kurang dari tiga puluh lima menit mereka sampai disana
🌿vote🌿 like🌿favorit
"ini Pak ongkosnya Terima kasih sudah Mengantarkan saya ke kantor Wijaya Group"
" terima kasih, nona Kau sangat baik sekali"
" sama sama pak semoga rezeki nya bapak lancar terus"
"aaamiin"
setelah sampai di depan kantor Wijaya grup rania menatap keatas
"Waowww....... apakah benar ini kantor suamiku"
__ADS_1
rania hanya tercengang cengang melihat bangunan indah 45 lantai itu. setelah puas mengagumi tempat kerja sang suami nya lalu rania pergi ketempat resepsionis untuk bertanya.
"permisi mbak boleh saya bertemu dengan tuan riko nya" kata rania sopan dengan diiringi sebuah senyuman manis yang memperlihatkan gigi gingsul nya.
"apa anda sudah membuat janji" kata resepsionis junior yang tersenyum ramah kepada rania.
"hmmm ...... belum sih mbak tapi saya mau mengantarkan makan siangnya mas riko"
"apaan sih lo ngapain sopan dan baik kepada nih orang gila, lo lihat aja tuh penampilan nya kotor banget, gue aja jijik lihatnya" kata resepsionis senior marah kepada diva resepsionis junior itu.
"tuan riko sibuk dan dia juga tak ada waktu untuk mengurus gembel seperti dirimu" kata resepsionis yang ber name tag dini itu menatap sinis kepada rania.
"maaf yaa tante saya cuman ngantar makanan untuk mas riko "
"plaaakk..... jaga ucapan lo
asal lo tau gue kekasih nya tuan riko jadi jangan harap lo bisa macam macam kepada gue" kata dini yang menggebu ngebu.
pipi rania merah dan mulai bengkak bahkan disudut bibirnya mengeluarkan darah.
"tapi tante saya cuman mau ngantar makanan ini kepada mas riko"
__ADS_1
"ngapain, mau nge jal***ng, atau lo mau rayu dia, gak akan mempan yang ada dia jijik lihat lo yang kotor gini, sekarang pergi sana atau mau gue panggilin satpam sekalin buat nyeret lo dari sini"
"mbak dini udah mbak dini gak baik tamu digituin" kata diva yang menenangkan dini yng sudah emosi.
"dengar yaa tante, bukannya tante yang j**ang lihat aja pakaian tante seperti lon**e, kencing atas di buka biar nampak tuh balon yang di pompa alias oplas (operasi plastik), baju kurang bahan seperti tak mampu beli baju aja, kan tante bilang kekasihnya mas riko pemilik perusahaan besar ini".
kata rania yang nyerocos yang sudah abis kesabarannya menghadapi resepsionis yang kurang didikan itu.
para karyawan hanya bisa melihat tanpa membantu karena mereka takut dengan dini yang katanya kekasih pemilik perusahaan ini.
dini yang marah dikatain jal***ng langsung mendorong rania.
"auuww..... dasar yaa tante tante ****** lihat nih makanan yang saya buat penuh cinta jatuh berserakan kan"
"apa kamu bilang.... satpam.... satpam... seret wanita murahan dan gembel ini ke luar saya tak mau lihat dia lagi disini bikin buruk citra perusahaan aja" bentak dini kepada rania.
"ba... ik nona " kata satpam yang takut takut.
bersambung............
maaf ya gays lama update nya
__ADS_1
author lagi banyak kerjaan jadi lupa dan capek buat ngetik