
“Awwh sakit, lo kek punya dendam kusumat sama gue!” ucap Juno saat Mega tengah mengobati luka dibagian kening Juno dan kepalanya. Untung saja tidak sampai bocor hanya memar sedikit.
“Diem lo ya , Juno kalau bukan lo yang nonghol di jendela sudah gue habisi sampai tidak bernapas,” cecar Mega sambil menekan jari tangan saat ia menempelkan sesuatu dibagian luka Juno.
“Maafin gue sudah kita berdamai, Mega gue punya satu permintaan buat lo,” ucapnya sambil memperhatikan Mega yang kini tengah membereskan kotak obat.
“Apa?” tanya Mega lalu menoleh ke arah Juno.
“Jaga dirimu baik-baik dan mungkin saja setelah lo berhubungan dengan Leo. Gue pastinya tersisih lo tidak curhat lagi sama gue, lo tidak cerita novel yang selalu lo baca, lo tidak perhatian lagi sama gue, lo juga pastinya tidak akan merindukan gue lagi. Kita tidak akan telephone sampai tengah malam!” ucap Juno sambil terkekeh karena hal ini yang dia takutkan saat Mega sudah punya pasangan.
Bugh!
“Awwhh! Sakit tau,” kecam Juno sambil melihat ke arah wanita yang ada di sampingnya. Mega tidak segan mencubit pergelangan tangan sahabatnya karena dia tidak berhenti berbicara.
__ADS_1
“Lo sangat berisik tau, apa gue setega dan sejahat itu, kita sahabatan sudah lama jangan pernah lo berpikir jelek seperti itu lagi karena gue tidak akan meninggalkan lo, Juno. Gue sahabat lo dan lo sahabat gue, Juno gue sangat sayang sama kamu,” seru Mega lalu menghambur pelukan pada Juno.
Pria itu sangat sedih karena Mega hanya sayang sebatas rasa sahabat saja andai rasa sayang itu seperti dirinya yang ingin memiliki seutuhnya. Juno sangat sedih karena cintanya bertepuk sebelah tangan walaupun Mega tidak tahu bagaimana perasaan hatinya.
“Juno, gue benci pikiranmu kamu tetap nomor satu dihatiku,” ungkap Mega lalu mereka pun melonggarkan pelukkannya.
Juno tersenyum sampul setelah itu ia melihat jam di pergelangan tangan menunjukan pukul sebelas malam. Ia harus segera pulang sebelum orang tuanya menghubungi menyuruhnya untuk segera pulang.
“Gue harus segera pulang,” pamit Juno lalu tanpa berbicara lain lagi Juno mengecup kening Mega begitu lama. Gadis itu pun terheran-heran saat sahabatnya mengecup kening lalu pergi tanpa meninggalkan sepatah kata pun. Mega hanya melihat Juno keluar dari jendela sambil melambaikan tangan.
“Juno, lo mulai genit,” gumam Mega setelah itu ia berjalan ke arah dekat jendela untuk menutup kembali.
Akhirnya Juno sampai di mana ia akan pulang menggunakan motor miliknya, seperti yang dijanjikan olehnya Juno membayar satpam dan mengucapkan terima kasih kepadanya karena telah membantu dirinya masuk ke dalam kamar Mega.
__ADS_1
“Kenapa gue harus seperti ini,” batin Juno sambil membelah jalanan yang sangat sunyi sepi.
Pagi telah tiba Mega seperti biasa tidak mandi ia tergesa untuk pergi ke sesuatu tempat di mana hari ini ia libur sekolah.
“Mega, kenapa kamu tidak sarapan lebih dulu!” pekik Corla.
“Mih, ada acara takutnya nanti Mega telat lagi,” sahut Mega.
“Kamu mandi dulu gak?” tanya Corla ia takut sekali putrinya tidak mandi karena hal itu sudah seperti kebisaan Mega yang sangat jorok itu.
“Tidak, hari ini sangat dingin sekali,” sahut Mega.
Corla lagi-lagi sarapan sendirian karena suaminya sore kemarin pamit untuk menghadiri acara penting di luar kota.
__ADS_1
“Anak jorok, Mega awas kau, mamih rendam pakai rinso cair,” pekik Corla.
Padahal air hangat selalu tersedia di dalam kamar mandi Mega hanya saja anak itu selalu mencari alasan supaya tidak mandi.