Tespek Yang Tertukar

Tespek Yang Tertukar
Bab 18


__ADS_3

Waktu semakin cepat berlalu kini Mega tengah duduk diam sambil menatap ke arah jalanan ia menunggu taksi online yang tengah ia pesan beberapa menit yang lalu. Juno menghampiri sahabatnya lalu ia menawarkan tumpangan padanya, kalau pun memang Mega tidak lagi sama, Juno berharap sahabatnya ini bisa segera sadar.


“Lo, nungguin siapa?” tanya Juno basa-basi.


Mega mendelik lalu ia mengabaikan Juno sambil memainkan ponselnya, Juno menghela napas panjang kemudian ia menoleh ke arah lain lalu melihat ada seorang kakek-kakek tengah berjalan membawa balon dan beberapa rambut nenek kesukaan Mega. Juno tersenyum tepat sekali kang dagang itu lewat jadi tanpa pikir panjang Juno segera menghampirinya lalu membeli semua barang dagangan kang jualan.


Mega yang tengah duduk berharap Juno segera pulang, taksi yang ia pesan pun belum kunjung datang membuat Mega geram sekali.


“Ini kesukaan, lo!” ucap Juno sambil memberikan beberapa balon warna-warni di tambah rambut nenek yang telah lama tidak Mega jumpai.


“Ini semua kesukaan, gue!” seru Mega bangkit dari tempat duduknya kemudian ia segera mengambil balon beserta rambut nenek.


Akan tetapi saat ia ingin mengambil dari tangan Juno, taksi yang ia pesan datang membuat Mega langsung mengurungkan niatnya.


“Gue, pergi duluan,” ketus Mega ia segera pergi meninggalkan Juno yang kini tengah berdiri menatap punggung Mega yang tengah masuk ke dalam mobil taksi.


Juno sangat sedih sekali kenapa bisa Mega berubah padahal sebelum mereka jadian Mega berjanji ia tidak akan pernah meninggalkan dan melupakan persahabatan mereka. Juno benar-benar kehilangan sosok sahabatnya itu, sebelum tidur mereka kerap vidio call sampai keduanya tidur lelap bersamaan.


Tapi sekarang Juno kesepian ia tidak lagi menemukan sosok Mega yang dulu, sudah hampir satu minggu Juno sangat sedih. Ponselnya pun sepi seperti kuburan, tidak ada chat atau pesan penyemangat dirinya.


“Kenapa, lo yang berubah!” batin Juno.

__ADS_1


Akhirnya Juno memutuskan untuk menemui Leo yang ada di rumahnya, Juno tidak tahu apa maksud dari semua yang Leo rencanakan hingga membuat dirinya tidak berdaya.


Tiba di mana Juno berada di depan gerbang rumah milik Leo, ia meminta ijin untuk masuk dan tentu saja satpam mempersilahnkan Juno masuk. Sementara Leo ia tengah minum bersama dengan seorang wanita cantik berpakaian seksi, Leo tengah duduk sambil mengecup punggung wanita itu.


Juno yang ada di ambang pintu pun menepuk tangan sambil tersenyum kecil. Rupanya kelakuan bejad temannya ini sangatlah parah ketimbang dengan kebohongan yang lain.


“Pria brengsek!” kecam Juno.


Leo hanya bisa tertawa ia sangat senang Juno ada di rumahnya lalu ia menyuruh wanita itu pergi meninggalkannya.


“Kenapa, lo berbohong!” tegas Juno ia mencengkram kerah kameja yang Leo kenakan. Kebetulan Leo pulang dari kantor sang papah dengan menggunakan kameja hitam.


Bugh!


Tanpa berpikir panjang Juno memukul wajah tampan Leo, beberapa penjaga yang ada di setiap sudut pun segera memisahkan mereka.


“Lo, sakit jiwa Leo! Kau tahu gara-gara lo, hubungan gue dengan Mega berantakan, dasar bajingan!” pekik Juno sambil mencoba melepaskan cengkraman para penjaga.


Ha ha ha


“Sahabat lo terlalu polos dan lugu!” ucap Leo.

__ADS_1


“Sialan, lo!” timpal Juno.


“Sekarang apa pun yang lo katakan mengenai gue, Mega tidak akan percaya lagi!” seru Leo penuh kemenangan.


“Bawa pria ini keluar, pastikan jangan pernah dia masuk ke halaman rumah gue,” perintah Leo pada pengawalnya.


Juno emosi ia terlihat marah kedua matanya marah dengan rahang tegas dan mengeras. Juno tidak akan pernah membiarkan Mega terperajat dalam lingkupan Leo.


“Mega, lo harus tau ini!”


Juno tergeletak setelah dua orang perawakan besar menghabisi Juno hingga pria itu jatuh ke bawah tanah dengan wajah penuh luka.


Bugh!


Tubuh Juno mereka pukul kembali.


Ssrrrttt!


Juno di seret kemudian mereka memukul wajah tampan Juno hingga pria itu tidak berdaya untuk melawan.


Juno tersenyum getir saat darah mengalir dari kedua hidungnya.

__ADS_1


__ADS_2