Tespek Yang Tertukar

Tespek Yang Tertukar
Bab. 17


__ADS_3

Pagi telah tiba Mega tengah mengenakan handuk yang melilit di area tubuhnya ia menghela napas panjang. Hari ini Leo masih belum sekolah ia harus tetap semangat walaupun pujaan hatinya masih berbaring lemah.


Mega sengaja mandi pagi di karenakan semalam ia langsung tidur tanpa mandi sore. Mega bergegas merapihkan pakaian ganti di mana ia pinya dua seragam sekolah untuk cadangan. Mega tengah merapihkan rambut untuk ia kucir kuda, karena memang hari ini sangat malas berangkat tapi apa daya Mega harus tetap masuk karena di sekolah ada acara ujian. Mungkin hari ini Mega mengerjakan dua tugas dengan yang kemarin, ia segera mengambil tas yang sudah di isi buku pelajaran sesuai jadwal.


Mega menuruni anak tangga lalu mengerutkan kening menatap ke arah Juno. Pria itu hanya bisa duduk diam sambil menatapnya, Mega kemudian mengucek-ucek kedua matanya untuk memastikan apakah yang ia lihat beneran Juno atau orang lain.


“Juno,” gumam Mega setelah ia sadar bahwa Juno memang ada di sana.


“Lo, ada di sini?” tanya Mega pada Juno nada ketus.


“Mamih, yang mengundang Juno supaya dia berangkat bareng sama kamu. Duduklah biar mamih yang mengambilkan makanan untukmu,” titah Corla.

__ADS_1


Mega hanya bisa diam sambil menghela napas panjang lalu ia duduk di sebelah Juno. Hatinya sangat kesal dan marah tapi apa boleh buat ia harus berusaha menutupi kemarahannya.


Setelah selesai sarapan Juno dan Mega pamit pergi ke sekolah, seperti biasa Mega duduk menggengam sweater yang Juno pakai. Mega berharap mereka tetap rukun tanpa ada orang yang menghancurkan persahabatan mereka.


“Turunkan gue, di sini Juno,” titah Mega pada Juno sambil berteriak memukil punggung sahabatnya.


Juno segera menghentikan laju kendaraannya ia kini tengah berasa di pinggir jalan. Mega segera turun lalu membuka helm untuk pergi menggunakan taksi, Juno menyusul Mega di mana sahabatnya berubah drastis.


“Mega, lo kenapa?” tanya Juno sambil menarik pergelangan tangan sahabatnya.


Juno tidak mau melepaskan genggaman tangan Mega, ia tidak tahu kenapa pula sangat renggang membuat dirinya sedih dan kehilangan sahabatnya.

__ADS_1


“Lo, sangat egois!” kecam Juno melepaskan pergelangan tangan Mega cukup kasar.


“Apa maksud, lo?” tanya Mega.


“Gue kehilangan jati diri sahabat gue, walaupun dia ada di hadapan gue akan tetapi dia sudah banyak berubah!” kesal Juno pada Mega.


Gadis itu terdiam ia sadar beberapa hari ini ia semakin jauh dari sahabatnya, ia sangat marah dan kesal pada Juno karena ulah sahabatnya Leo terbaring sakit.


“Harusnya lo yang berpikir lebih jauh kenala gue bisa seperti ini, lo sudah nyakitin gue. Lo, memukul habis Leo hingga dia sakit dan sekarang lo masih bisa ke sana kemari sementara Leo! Dia terbaring lemah di atas ranjang dan itu karena ulah lo,” ungkap Mega sambil menangis lalu pergi meninggalkan Juno dan segera menghentikan taksi.


Juno hanya bisa diam mematung menatap kepergian Juno. Pria itu tidak mengerti apa yang Mega ucapkan, dirinya segera membalikan tubuh lalu kembali menaiki sepeda motornya.

__ADS_1


Bagaimana tidak heran kenapa Mega bisa menudub dirinya, Juno berpikir Leo biang dari akar permasalannya ka harus menemui pria itu.


Akhirnya Juno sampai di sekolah mungkin untuk saat ini ia harus menjauhi Mega dan akan mengawasinya dari jarak jauh supaya wanita itu tidak marah padanya. Setelah ini mungkin Juno harus berhati-hati lagi karena Leo sangat licik, ia tidak mau hubungannya dengan Mega rusak hanya karena orang ketiga.


__ADS_2