Tespek Yang Tertukar

Tespek Yang Tertukar
Bab. 11


__ADS_3

Dua hari berlalu sore ini Corla tengah memperhatikan gadis cantiknya yang sedari tadi tidak mau diam padahal hari ini Corla bela-belain jemput anak kesayangannya membeli gaun mewah di butik langganan mereka.


Malam ini Mega akan menghadiri acara pesta ulang tahun teman kelasnya, walaupun Mega dan Dona tidak pernah akur akan tetapi ia tetap mengundang Mega. Dan malam ini juga Mega akan segera memberikan jawaban persoalan Leo yang telah menunggu jawaban dari mulutnya.


“Mega, lihatlah dirimu begitu jorok, ranjang berantakan di mana pakaian semua kamu keluarkan. Mamih sudah katakan belajarlah seperti kakak mu dia sangat rapih dan bersih tapi kamu wanita sangat jorok. Bukannya tadi siang kamu membeli gaun paling bagus tapi kenapa kamu malah mengeluarkan semua pakaianmu dari dalam lemari!” cecar Corla saat ia menatap penuh kesal pada putrinya.


“Mih, Mega cari jepitan kecil warnanya sama persis kek gaun yang tadi kita beli, hanya saja Mega lupa naruhnya di mana makanya semua pakaian Mega keluarkan,” balas Mega.


Corla menggelengkan kepala sambil berjalan ke arahnya kemudian Corla menyuruh Mega segera membersihkan tubuhnya supaya anak itu tidak telat. Apalagi sekarang ini sudah sangat sore, Corla akan merapihkan tempat tidur putrinya supaya terlihat sangat rapih.


“Biar mamih yang mencarinya sebaiknya kamu segera bersihkan tubuhmu,” titah Corla di mana Mega mengangguk lalu segera melangkah pergi ke arah kamar mandi.


Dua jam berlalu Mega tengah duduk di depan cermin yang ada lampu bulat-bulat kecil melingkari cermin dan pungsi lampu itu tentu saja untuk menyinari wajahnya. Meja rias berwarna pink ini terlihat sangat cantik, Mega tersenyum kala ia terlihat sangat cantik nan anggun. Walaupun dia jarang mandi akan tetapi orang lain tidak akan pernah tahu siapa Mega dan sejorok apa dia.


“Kamu sangat cantik sayang,” ucap Corla kala ia merapihkan rambut putrinya sambil tersenyum penuh haru.

__ADS_1


“Siapa dulu dong, Mega ini anak yang sangat cantik,” seru Mega.


“Dasar.”


Drrttt!


Suara bunyi telephone membuyarkan lamunan Mega ia melihat nama Leo terlampir di layar ponselnya kemudian Mega segera mengangkatnya.


“Hallo,” ucap Mega lembut.


“Oke, aku akan segera turun,” balas Mega.


Tuutt!


“Siapa?” tanya Corla penuh selidik mendengar dari percakapan putrinya Corla tahu seperti bukan berbicara dengan Juno.

__ADS_1


“Teman, Mega berangkat dulu ya, Mih. Jangan khawatir Juno sama Mega,” ucap Mega lalu ia segera pergi pamit meninggalkan Corla.


Mega sangat senang rupanya Leo datang juga menjemput dirinya untuk menghadiri acara pesta, ia segera membuka pintu utama lalu pergi ke arah pintu gerbang.


Siapa sangka Mega yang kini berangkat berdua dengan Leo, Juno diam-diam mengikutinya dari arah belakang walaupun ia sangat cemburu akan tetapi Juno harus bisa menahannya. Ia tidak mau terjadi sesuatu hal buruk pasa Mega maka dari itu ia harus diam-diam mengikutinya.


“Jadi, bagaimana apa kamu sudah mempersiapkan jawaban untukku?” tanya Leo pada Mega saat ia tengah mengendarai mobil miliknya. Leo perlahan menoleh ke arah Mega yang ada di sampingnya. Penampilan Mega malam ini sangat luar biasa dia sangat anggun dan cantik dengan gaun berwarna merah maroon.


Deg!


Detak jantung Mega berdetak lebih cepat ia harus segera memberi jawaban cinta untuk Leo. Malam ini kebetulan sekali malam istimewa untuk Mega.


“Aku … Leo, aku menerima cintamu dan aku bersedia menjadi kekasihmu,” jawab Mega mantap membuat Leo tersenyum penuh arti lalu pria itu pun menghentikan kendaraannya di tepi jalan.


“Aku sangat senang akhirnya kita sah menjadi sepasang kekasih,” ucap Leo lalu pria itu pun meraih tangan Mega dan segera mengecupnya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


Juno yang melihat adegan keduanya pun hanya bisa menutup mata sambil menundukan wajahnya ke bawah aspal. Kepalan tangan menandakan dirinya harus tegar dan kuat menerima semua ini.


__ADS_2