
Akhirnya mereka sampai di mana Juno lebih dulu sampai, semua orang tengah menatap Leo dan juga Mega karena mereka tengah bergandengan tangan. Keduanya sangat sumringah untuk mempublikasikan hubungan asmara keduanya. Pegangan erat tangan Mega pada Leo penuh arti, semua yang menatapnya sangat heran padahal mereka tidak pernah Leo berdekatan dengan Mega.
Dona melihat keduanya tercengang terlebih dirinya yang memiliki pesta megah ini, ia tidak mau semua para tamu mengucilkan dirinya hanya karena kedatangan kedua manusia yang sangat menyebalkan terutama Mega.
“Menyesal gue undang wanita itu,” tegas Dona sambil berkacak pinggang.
Acara segera di mulai di mana Leo dan Mega tengah berdiri melihat Dona meniup lilin bersama dengan kedua orang tuanya. Dona telah lama mengincar Leo ia harap cintanya terbalaskan akan tetapi sangat disayangkan Leo terlihat dekat dengan Mega.
Juno hanya bisa berdiri dibelakang ia tidak berani terlihat berada di dekat Mega, ia hanya memperhatikan Leo dan Mega dari jarak jauh.
Acara pesta seusai tiup lilin pun di mulai semua para tamu undangan menikmatinya dengan sangat senang, berbagai hidangan ada di meja untuk mereka makan begitupun dengan minuman yang tersaji.
“Mega, gue mau bicara sesuatu,” ucap Dona sembari menarik pergelangan tangannya.
Leo hanya bisa diam sambil menatap punggung dua wanita yang kini pergi meninggalkannya. Leo tidak bicara apapun ataupun melarang kekasihnya pergi dengan Dona.
__ADS_1
“Ada apa,” tanya Mega santai.
Dona menatap dari ujung kaki sampai ujung kepala lalu ia mendengus dengan kedua tangan memeluk dada.
“Gue perhatiin lo datang ke sini berdua sama Leo. Mega, gue ingin lo jauhi dia karena gue menyukainya,” kecam Dona sambil mendorong sedikir tubuh Mega kebelakang.
Mega tertawa kecil Dona terlambat dirinya sudah jadian ia pun tidak akan pernah bisa melepaskan Leo begitu saja.
“Tidak, apa maksud lo melarang gue gitu,” kesal Mega ia bahkan belum berani mengatakan hal apapun mengenai hubungannya dengan Leo.
Juno segera membawa Mega ia menghindari Dona supaya Mega aman, ia tahu seperti apa sipat dan sikap Dona terhadap Mega.
“Juno, sialan lo,” cecar Dona.
Mega hanya bisa diam padahal ia ingin Leo yang mencegah pertikaiannya dengan Dona. Sayang sekali Leo tidak menyusul untuk melindungi dirinya. Terlihat Leo tengah asyik berbicara dengan salah satu adik kelas mereka.
__ADS_1
“Juno, lo apa-apaan sih!” kesal Mega sambil menarik pergelangan tangannya.
“Lo, sahabat gue Mega,” ucap Juno.
“Aku tidak mau diganggu, terlebih sebaiknya kamu cari suasana baru karena gue mau dengan Leo.” Mega terdiam terlebih ia harus tegas, setelah itu ia berlalu pergi meninggalkan Juno yang tengah berdiri mematung.
Sangat sakit padahal Mega sudah berjanji dia tidak akan pernah melupakannya apalagi hubungan sahabat mereka sudah sangat lama sekali. Juno tidak bisa marah karena ia sangat sayang pada Mega, walaupun sahabtanya mulai berubah akan tetapi Juno harus berusaha tetap santai.
Leo terlihat sangat asyik berbincang dengan seorang wanita, baru jadian Leo sudah membuat ulah. Mega segera menarik pergelangan tangan Leo menghindari wanita yang kini tengah asyik berbincang.
“Leo, apa kamu sudah gila kenapa bicara sama wanita lain selain aku,” ucap tegas Mega.
Leo terdiam ia harus segera mencairkan suasana Mega supaya gadis itu luluh dan percaya kepadanya lagi walaupun Leo sudah bertukar nomor ponsel dengan wanita lain.
“Mega, sudah aku ingatkan kamu hubungan kita jangan dulu di publish, aku ingin kita terlihat dekat tapi aku mohon jangan ada orang yang tahu mengenai hubungan kita, sekali lagi aku ingatkan kamu kita memang pacaran hanya saja aku tidak mau ada yang tahu,” tegas Leo pada Mega membuat wanita itu tercengang padahal di dalam mobil tadi Leo siap untuk mempublish hubungan mereka berdua kepada semua orang.
__ADS_1