
Satu minggu telah berlalu Mega sama sekali tidak pernah melihat Juno lagi di mana Mega selalu mencari sahabatnya di sekitar sekolah.
“Apa Juno bolos sekolah!” gumam Mega.
“Apa yang kamu pikirkan?” tanya Leo tiba-tiba pria itu ada di kelas Mega.
Semua orang yang ada di sekolah telah mengetahui Mega adalah kekasih Leo. Wanita itu sangat malu sekali karena Leo tiba-tiba datang dihadapannya membuat kedua pipi Mega merah merona. Ia mendadak gugup dengan debaran jantung yang berdebar seakan mau copot.
“Kau ke sini?” tanya Mega gugup sambil tersenyum manis. Tidak lupa wanita itu segera merapihkan penampilannya lalu Juno pun segera duduk di sampingnya. Semua teman Mega yang ada di kelas pun berbisik-bisik karena baru dua hari ini Leo mengumumkan bahwa mereka pacaran. Awalnya Leo tidak mau ada yang mengetahui bahwa mereka pacaran akan tetapi demi kekalahan Juno ia rela mengumumkannya dan inilah yang Leo inginkan Juno telah pindah sekolah sesuai yang ia harapkan.
tanpa sepengatahuan Mega, Juno pergi ke sekolah lain dan tidak akan menampakkan dirinya lagi kehadapan Mega. Juno tidak mau Mega dan orang tuanya kena masalah akibat ancaman yang Leo berikan untuk itu ia mengalah pergi dan menjauh dari hadapan Mega.
“Kita bisa istirahat bersama,” ucap Leo kemudian pria itu pun segera menggenggam tangan mulus Mega.
Mega hanya bisa mengangguk sambil mengikuti langkah kaki Leo ke arah kantin. Semua mata memandang keduanya tapi tidak dengan salah satu wanita yang mengepal kesal dan marah pada Mega dan Leo.
__ADS_1
“Sialan!” gumam wanita itu lalu pergi meninggalkan pandangannya ke arah lain.
Sementara Juno ia hanya bisa duduk diam dengan kepalan tangan di mana ia tidak bisa menemui Mega. Untuk saat ini ia akan mengalah dan tentu saja Juno tidak akan tinggal diam ia harus melakukan sesuatu agar Mega sadar bahwa Leo bukan pria baik-baik.
Jam sekolah telah usai di mana Mega pulang bersama Leo untuk saat ini Mega belum bisa membawa Leo ke rumahnya karena Corla tidak suka Mega pacaran dengannya.
“Terima kasih kau telah menemaniku,” ucap Mega pada Leo.
“Kita pacaran jadi sudah tugasku untuk menemani kamu ke mana pun kau mau,” ucap Leo.
“Kau melupakan sesuatu,” ucap Leo di mana pria itu segera menghampiri Mega lalu tersenyum lebar penuh napsu.
Leo menarik pergelangan tangan Mega hingga gadis itu berhadapan dengannya.
“Aku menyayangimu,” kecupan manis dari Leo untuk Mega mendarat sempurna di kedua pipi gadis itu.
__ADS_1
Corla yang melihat Leo mengecup kedua pipi putrinya pun seketika naik pitam karena Leo sudah menodai putrinya.
“Lancang sekali pria itu pada anakku,” kesal Corla.
Kedua pipi Mega merah merona ia menggengam kepalan tangan dengan deburan jantung yang membuncah.
“Sampai ketemu besok pagi,” bisik Leo kemudian pria itu pun segera pergi di mana Mega masih tercengang akan kelakuan yang Leo berikan padanya. Senyuman itu tidak pernah pudar sampai di mana Mega masuk ke dalam rumah dengan mimik wajah berbinar terang.
“Apa kau tidak melihat mamih ada di sini!” tegas Corla memeluk dada menatap sengit ke arah putrinya.
Mega tersentak kaget ia berpikir apakah Corla melihat Leo mengecup kedua pipinya di depan. Ia langsung membalikan tubuhnya lalu menghampiri Corla yang tengah berdiri ke arahnya.
“Mamih, Mega tidak melihatmu maaf,” balas Mega dengan tersenyum.
“Kenapa kau memegang pipimu terus apa kau terluka?” tanya Corla memincingkan wajah sambil menyelidik untuk menegur perbuatan Leo pada Mega karena hal itu tidak dia benarkan.
__ADS_1