
Akhirnya Leo keluar ia segera menutup pintu mobil kemudian Juno mendekatinya ia langsung menarik kerah kameja hitam yang Leo kenakan.
“Jangan pernah berani menyentuh sahabatku,” kecam Juno lalu ia melepaskan cengkraman tangan pada kerah leher Leo.
Leo terkekeh ia segera merapihkan kembali kerah bajunya lalu menatap ke arah lain. Juno sangat emosional mengingat bagaimana Leo mengecup Mega untuk yang kedua kalinya.
“Urusan sama lo, apa?” tanya Leo meremehkan Juno.
“Gue sahabatnya bahkan lo tidak tahu makanan apa saja yang Mega sukai,” balas Juno.
Leo terkekeh ia berjalan ke arah depan mobilnya lalu mengambil satu batang rokok dan segera menyalakan korek api. Leo menghisap asap dari mulutnya kemudian ia keluarkan lagi, Juno semakim geram walaupun di sekolah mereka satu meja akan tetapi di luar Juno sangat membenci Leo.
__ADS_1
“Lo, tau apa tentang gue dan Mega, bukannya kalian hanya sebatas sahabat! Gue, resmi pacaran dengannya. Asal lo tahu Mega menerima cintaku dan gue berhak mengecupnya tanpa ijin lebih dulu dari lo,” sahut Leo sesekali ia menghisap rokoknya kembali.
Juno sangat kesal ia marah sekaligus tidak merestui hubungan mereka berdua. Juno tidak habis pikir ada ya orang seperti Leo selalu membuat ulah ia tidak mau Mega terjerumus dalam kumbangan api yang sama.
“Gue peringatkan lo sekali lagi, jangan pernah menyakiti perasaan Mega. Kalau lo berani melakukan hal itu gue tidak segan-segan menghabisi kamu,” ancam Juno sambil meletakan jari telunjuknya ke arah bagian dada Leo.
Juno segera pergi meninggalkan Leo yang saat ini hanya terkekeh mendengar ancaman geli dari mulut temannya. Mega wanita yang sangat cantik jelita dan ini kesempatan untuk milikinya karena walau bagaimana pun usahanya tidak boleh sia-sia.
Juno melakukan kendaraan bermotor membelah jalanan lalu tancap gas agar segera pulang tepat waktu ke rumahnya di mana orang tua Irish selalu menunggu kedatangan sang anak.
Tiba di mana Leo sampai di depan rumah ia bergegas turun lalu menyimpan helm miliknya. Sampai kapan pun Juno akan selalu ada untuk Mega, ia mengambil ponsel dari dalam saku celana. Tidak ada notif dari Mega mengucapkan selamat tidur darinya, padahal sahabatnya itu tidak pernah melihat Mega seperti ini dia lupa mengucapkan kalimat sederhana Juno sendiri.
__ADS_1
“Dia mulai berubah!” gumam Juno setelah itu ia langsung masuk ke dalam kamar mandi, Juno bergegas membersihkan tubuhnya supaya kembali segar dan fresh.
Ting!
Langkah kaki ia hentikan saat mendengar pesan masuk dari ponselnya. Ia tersenyum lalu mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja laci. Dapat di pastikan bahwa pesan yang masuk dari sahabatnya Mega.
“Aarrgghh! Sialan, ini sih pesan dari kartu yang gue pakai, dasar ******!” kesal Juno lalu menaruh kembali ponsel ke atas meja laci.
Satu jam berlalu Juno keluar dari dalam kamar mandi ia terlihat lebih fresh.
“Mega, lo sudah janji sama gue kalau misal lo dekat dengan Leo . Lo, tidak boleh berubah tapi pada kenyataannya lo berubah, bahkan sekarang kek asing banget,” batin Juno lalu ia mengacak rambut basahnya dengan handuk kecil.
__ADS_1
Besok pagi Juno ingin sekali menjemput Mega supaya mereka bisa pulang dan pergi bersama lagi.
Apapun yang terjadi Juno akan menerimanya dengan lapang dada, hanya saja ia tidak akan membiarkan Leo merusak persahabatan mereka berdua.