
Pesta telah usai Leo kembali mengantar Mega pulang di sepanjang perjalanan Mega hanya duduk diam sambil menatap ke arah jalanan lalu Leo pun meraih tangan mulus Mega. Ia mengecupnya kemudian Mega menoleh sambil tersenyum, entahlah Mega tidak bisa marah ia selalu luluh kala melihat wajah Leo padahal sudah jelas pria itu sedikit kasar.
“Maafin, aku. Tadi itu aku reflek biar semua orang tidak salah paham. Aku tidak tahu harus berbuat apalagi supaya kamu tidak mendiamiku seperti ini,” tutur Leo sambil tersenyum ke arahnya.
“Aku tidak marah sama sekali, hanya saja kenapa kamu berubah pikiran?” tanya Mega pada Leo.
“Bukan berubah pikiran sayang hanya saja waktu dan tempat belum mendukung, sekarang kita lupakan masalah yang ada. Aku sungguh menyesal besok aku akan ajak kamu ke sesuatu tempat,” seru Leo membujuk kekasihnya supaya Mega mau memaafkannya.
Leo begitu cerdas untung saja Mega polos jadi gadis itu luluh dan menuruti apa yang Leo ucapkan padanya membuat Leo sangat suka sekali dengan kebodohan yang Mega miliki. Terlebih Juno dia tidak boleh mengetahuinya supaya ia bisa terus bersama dengan Mega.
“Ke mana kamu mengajakku?” tanya Mega penasaran.
“Ke sesuatu tempat di mana kamu pasti menyukainya,” ucap Leo lalu kembali mengecup tangan mulus Mega membuat wanita itu sangat senang.
Akhirnya tiba di mana Mega sampai depan rumah megahnya lalu ia pamit turun, di saat tangannya meraih knop pintu mobil, Leo segera meraih tangan Mega.
__ADS_1
“Ada apa?” tanya Mega tersenyum.
“Kamu melupakan sesuatu,” ucap Leo kemudian ia menarik tubuh Mega supaya berada dekat dengannya.
“Lupa! Apa?” tanya Mega sedikit polos padahal jantungnya berdetak lebih cepat.
“Aku mau kamu mengecup pipiku sekali saja!” pinta Leo pada Mega.
Mega terdiam ia berpikir hanya mengecupnya dan itu hal biasa bagi orang yang berpacaran. Akhirnya Mega melakukannya dengan raut wajah memerah membuat Juno yang melihat hanya bisa memukul stang motor miliknya. Ia tidak bisa seperti ini Leo sudah kelewat batas.
Akhirnya Mega pulang dengan selamat ia membuka pintu rumah kemudian tersenyum penuh arti. Corla hanya bisa menoleh lalu tidak memperdulikannya lagi. Corla tahu siapa pria yang menjemput putrinya sehingga ia tidak banyak protes setelah apa yang ia ketahui mengenai Leo.
“Kau pergi bersamanya?” tanya Corla.
Perlahan langkah kaki Mega ia hentikan lalu membalikan tubuhnya menatap heran ke arah Corla sang mamih.
__ADS_1
“Apa?” tanya Mega mengerutkan kening tidak mengerti atas apa yang orang tuanya ucapkan.
“Tidak, masuklah!” titah Corla dan kembali melihat televisi.
Mega hanya menghela napas kemudia ia segera masuk ke dalam kamar. Berbeda dengan Juno ia tengah mengejar Leo karena pria itu telah berani menyentuh sahabatnya padahal Juno tahu sepolos apa Mega.
“Leo, kenapa pria itu bisa membuatku berbunga-bunga,” ucapnya lalu mengunci pintu kamar.
Mega tertawa kecil mengingat Leo begitu romantis ia mengecup tangannya begitupun dengan Mega ia mengecup kedua pipi Leo dengan penuh cinta dan perasaan.
“Aku telah jatuh cinta!” jerit Mega lalu ia hempaskan tubuhnya ke atas ranjang.
Berbeda dengan Juno ia berhasil menghentikan laju kendaraan Leo. Ia tidak akan membiarkan pria mana pun menyentuh sahabatnya karena Juno tahu Leo begitu licik.
“Berhenti!” pekik Juno ia segera turun dari motor lalu membuka helm.
__ADS_1
“Ada apa?” tanya Leo so polos dengan wajah tidak merasa bersalah.