Tespek Yang Tertukar

Tespek Yang Tertukar
Bab 06


__ADS_3

Akhirnya Mega sampai di sekolah ia segera masuk ke dalam kelas lalu duduk dengan kedua tangan memeluk dada wajah merah sambil menghembuskan napas kasar. Mega tidak menyangka kenapa bisa Juno berkata seperti itu padahal yang ia tahu Juno selalu mendukung dirinya terlebih Mega mempercayai Juno.


Sedikit demi sedikit air mata mengalir membasahi kedua pipi Mega di mana ia harus bisa menahannya.


“Gue menyukai, Leo. Kenapa pula pria sialan itu sangat menyebalkan sekali,” gerutu Mega sambil menghapus air mata oleh kedua tangannya.


Juno yang tengah berdiri di ambang pintu menatap ke arah Mega pun langsung menghela napas berat kemudian pria itu menundukan wajahnya. Juno berharap Mega tidak marah terlalu lama ia hanya ingin pertemanan mereka baik-baik saja.


Juno pun mengurungkan niat untuk mendekati Mega, ia segera membalikan tubuhnya kemudian Juno berlalu pergi menjauh dari kelas Mega.


Kebetulan kelas mereka berdampingan di mana Juno berada di kelas paling depan.


“Maafkan gue, Mega!” lirih Juno sambil berjalan ke arah kelas.


Beberapa jam berlalu waktunya pulang seharian ini Mega sengaja tidak keluar kelas ia lebih menyibukkan diri dengan banyak melihat vidio tiktok dari ponselnya.

__ADS_1


“Mega!” pekik Juno sambil menghampirinya.


Mega masih sangat kecewa kepada sahabatnya sehingga ia lebih memilih cuek tidak begitu menghiraukan panggilan Juno.


“Mega!” panggil Leo dari arah samping.


Juno terdiam ia menghentikan langkah kakinya lalu menatap ke arah depan di mana Leo menggandeng tangan Mega. Hatinya menciut ia tidak tahu harus berbuat apa lagi karena memang Mega masih sangat marah padanya. Ia membiarkan mereka pulang bersama di mana Leo lebih memilih membawa mobil ketimbang motor.


“Gue harus apa!” batin Juno menundukan kepalanya ke bawah.


“Mega, kita segera berangkat aku antar kamu pulang,” ucap lembut Leo.


Deg!


Seperti itulah detak jantung Mega selalu berdebar kala mendengar suara Leo di mana pria itu telah membuat dirinya jatuh cinta.

__ADS_1


“Gue tidak tahu harus apa dan bagaimana, Leo gue sangat senang sekali bisa pulang bareng denganmu,” ucap Mega.


Leo tertawa kecil kemudian ia segera menghidupkan mesin mobil lalu langsung tancap gas membelah jalanan. Kebetulan mobil yang ia bawa berada di luar gerbang karena peraturan sekolah tidak boleh ada yang membawa mobil.


“Mega, kamu sangat cantik sekali gue suka sama lo. Mega, apakah lo bersedia menjadi kekasihku?” tanya Leo saat itu mobil berhenti sejenak dipinggir jalan.


Duaar!


Detak jantung Mega terasa bergetar kala mendengar suara indah dari mulut pria yang dia sukai. Leo mulai menatap wajah Mega kemudian ia meraih tangan mulusnya lalu mengecup tangan gadis cantik itu secara perlahan Mega hanya bisa memandangi wajah tampan Leo yang saat ini begitu dekat dengannya.


“Pacar?” tanya Mega memperjelas ia sangat senang sekali ingin rasanya Mega berteriak sambil tertawa karena inilah yang ia tunggu dari mulut Leo.


“Ya, mau kah kamu menjadi pacarku?” tanya Leo kembali sambil memastikan apakah Mega mau menjadi kekasihnya.


“Gue…”

__ADS_1


“Ssssttt… Mega, gue tahu ini terlalu cepat hanya saja gue tidak mau kamu berpaling dariku. Gue tunggu jawaban dari mulut manismu,” ucap Leo memotong pembicaraannya sambil mengelus pipi tirus gadis itu.


__ADS_2