
“Stop!”
Juno mencoba menenangkan Mega di mana wanita itu berusaha untuk memukul dirinya oleh kayu bulat panjang. Mega terdiam sepertinya ia kenal dengan suara tersebut sampai di mana Mega melihat Juno sahabatnya sendiri.
“Ju-no!”
“Ya, ini gue,” ucap pelan Juno.
Akhirnya Mega diam membisu sambil melepaskan tongkat kayu tersebut hingga jatuh ke bawah lantai. Juno menghela napas dengan wajah memerah akibat panik yang ia rasakan.
“Sayang! Apa kamu baik-baik saja?” tanya Corla sambil mengetuk pintu kamar Mega.
Mega yang tengah terdiam pun segera menyuruh Juno masuk ke dalam kamar untuk bersembunyi supaya Corla tidak tahu kedatangan Juno ke rumahnya.
“Bisa-bisanya pria tengil itu datang ke sini,” gerutu Mega sambil memukul jidatnya.
“Mega, sayang,” pekik Corla.
Ckeet! Perlahan pintu terbuka lalu Corla menatap kesekeliling ruangan kamar putrinya, Mega berusaha tetap tenang agar sang mamih tidak curiga padanya.
__ADS_1
“Mamih mendengar suara keributan di sini, kamu sendirian, kan?” tanya Corla penuh selidik.
“Ya, sendirian kenapa memangnya mamih lihat Mega berdua gitu,” ucap Mega sambil mengambil susu yang ada di tangan Corla.
Corla sengaja membawa satu gelas susu coklat untuk Mega karena ia terbiasa membawakan susu hangat untuk putrinya sebelum tidur.
“Mamih salah denger kali soalnya Mega lagi lihat film horor,” ucap Mega tersenyum lebar lalu menutup pintu kamar.
Bugh!
“Dasar anak tidak punya sopan santun,” gerutu Corla lalu ia kembali turun ke lantai bawah.
“Juno!” panggil Mega.
Wanita itu menaruh susu coklat ke atas meja belajar kemudian ia menyuruh Juno untuk keluar dari bawah ranjang.
Juno akhirnya keluar ia terkekeh karena sebelumnya ia tidak pernah seperti ini membuat Mega pun ikut tertawa.
“Mega, maafin Gue,” ucap Juno sambil duduk di samping sahabatnya kemudian ia segera menghela napas lalu menoleh ke arah depan dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
“Hemm gue tau lo datang ke sini mau minta maaf sama gue,” tutur Mega dengan pedenya ia berkata seperti itu.
“Hemm mungkin gue sudah lancang karena melarang kamu dengan Leo,” ucap Juno.
Mega terdiam lalu ia tersenyum suasana hening tidak ada yang mengeluarkan suara satu orang pun. Mega menarik napasnya kemudian ia menarik pergelangan tangan Juno lalu tertawa kecil.
“Juno, Leo menembakku!” ucap lembut Mega sambil menatap pria yang kini ada di sisinya.
Duaar!
Inilah yang Juno takutkan pria itu memiliki Mega dan semua ketakutannya telah menjadi kenyataan. Harapan untuk memiliki Mega semakin kecil membuat Juno lemas dan tidak berdaya.
“Kalian pacaran?” tanya Juno pada sahabatnya.
“Tidak, kita baru mau pacaran dan gue belum membuka suara untuk menerimanya, tentu saja gue mau banget pacaran sama dia,” tutur Mega sambil menatap penuh wajah Juno.
Juno tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya satu sekolah tahu bahwa Leo sudah resmi menjadi kekasihnya. Mega sangat bahagia betapa senangnya ia mendapatkan pria tampan seperti Leo dia juga terkenal seperti Juno.
Juno hanya bisa tersenyum getir ia tidak bisa memungkiri perasaanya saat ini sangat sakit sekali. Wanita yang sudah lama ia sukai kini telah menjadi milik orang lain. Walaupun Juno tahu bahwa perasaan yang ia miliki untuk Mega salah besar karena sampai kapanpun Mega hanya mencintai Leo di mana pria itu yang sangat berani memilikinya.
__ADS_1
“Juno! Lho, baik-baik saja, kan?” tanya Mega saat ia melihat jidat Juno memar karena sempat ia pukul begitu pun dengan kepalanya yang terasa sakit.