
Corla tengah duduk sambil menatap ke arah pemandangan hari ini suaminya tengah pulang dia sedang beristirahat di dalam kamar. Corla mendapat info dari pihak sekolah bahwa Mega tidak masuk kelas, ia ingin tahu ke mana anak itu pergi kenapa Mega sangat nakal.
Jam dua siang Mega baru pulang seharusnya dia pulang jam satu siang. Corla tidak habis pikir Mega sangat licik bahkan dia tidak meminta ijin lebih dulu kepadanya.
“Dari mana saja kamu seharian ini?” tanya Corla menatap sengit ke arah putrinya.
“Apa yang mamih, katakan! Dari mana? Mega baru saja pulang sekolah,” tutur Mega berbohong sambil tersenyum lalu menghampiri orang tuanya.
“Papah, di mana apa dia jadi pulang hari ini?” tanya Mega mengalihkan pembicaraanya. Ia berusaha menutupi semua kegugupan pada dirinya tentu saja Mega membayar pak sopir untuk tidak membocorkan kebohongannya.
“Jangan mengalihkan pembicaraan ke atah yang lain, sekarang jawab pertanyaan mamih, dari mana saja kamu seharian ini?” tanya Corla dengan tegas menatap ke arah Mega dengan tatapan sengit.
“Sekolah, apa mamih tidak melihat Mega memakai tas dan seragam sekolah. Mamih ini ada-ada saja,” jawab Mega lalu anak gadis itu pun berjalan ke arah meja makan di mana ada makanan kesukaannya.
__ADS_1
Corla memutar bola mata malas lalu menghampiri Mega yang tengah duduk santai tanpa menjawab dengan jujur pertanyaan darinya.
“Kenapa kamu berbohong!” kecam Corla sambil menarik pergelangan tangan Mega lalu menatapnya dengan penuh kekesalan. Selama ini hubungannya dengan Juno baik-baik saja, tapi setelah di perhatikan Mega dan Juno agak renggang setelah Leo hadir ke kehidupan sang anak. Bahkan Mega banyak berubah membuat Corla khawatir akan pergaluan putrinya, hanya Juno yang Corla percaya.
“Mamih!” ucap Mega.
“Tadi siang pihak sekolah telephone mamih, dia bilang kamu tidak ada di sekolah bahkan mamih kena marah karena hari ini kamu ujian. Kamu tidak mengerjakan ujian di sekolah dan asal kamu tahu beberapa bulan lagi kamu lulus sekolah, tapi apa! Hari ini kamu bolos dan berbohong kepada semua orang termasuk pada mamih mu ini,” ungkap Corla menatap wajah putrinya. Ia ingin memberikan yang terbaik untuk Mega supaya wanita itu sadar akan kesalahannya.
“Mega, hanya pergi menjenguk teman yang tengah sakit di rumahnya, bahkan penyebab dia sakit karena ulah Juno sendiri,” jawab Mega.
Corla melepaskan cengkraman tangan lalu mengusap wajah gusar, Mega berubah bahkan dia sangat menyebalkan.
“Juno anak baik, mamih tidak tahu betul sipat dia seperti apa,” tegas Corla sambil mengguncangkan tubuh putrinya.
__ADS_1
“Tidak, dia jahat mamih, bahkan mamih tidak tahu apa yang Juno lakukan sehingga teman Mega tidak masuk sekolah,” tegas Mega membela Leo.
Corla menggelengkan kepala sambil menghela napas panjang. Bagaimana bisa anak itu berbicara seperti itu kepada sahabatnya.
Corla tahu siapa teman yang di maksud putrinya yaitu pria yang bernama Leo dialah penyebab berubahnya Mega.
Mega segera pergi meninggalkan tempat makan lalu ia berlari menaiki anak tangga sambil menangis, Corla diam membisu sepertinya ia harus melakukan sesuatu untuk melindungi sang putri.
“Kamu tidak tahu siapa, pria itu!” gumam Corla menatap kepergian Mega.
Mega menutup lalu mengunci pintu kamar sambil menangis, ia sangat cemas akan kondisi Leo. Walaupun ia kena marah dari orang tuanya akan tetapi Mega masih memikirkan kondisi Leo.
“Juno, kenapa kamu begitu tega!” kecam Mega lalu ia segera mengambil ponsel dari saku seragam. Mega pun langsung menghubungi nomor ponsel Juno untuk memarahinya karena ialah penyebab Leo babak belur.
__ADS_1