
Pagi telah tiba di mana Mega tengah sarapan dengan roti tawar dan satu gelas susu hangat coklat kesukaannya. Corla tengah duduk dengan tenang karena siang nanti sang suami pulang jadi pagi ini Corla bersiap pergi ke klinik kecantikan untuk perawatan.
“Jangan pernah membantah orang tua, Mega!” tegas Corla kepada putrinya.
“Maksud, Mamih apa?” tanya Mega pada Corla.
“Pagi ini kamu harus pergi di antar pak sopir, mamih tidak mau papih memarahi mamih hanya gara-gara kamu pulang pergi dengan pria. Kamu masih gadis kecil jangan pernah membantah larangan orang tua,” tegas Corla menatap wajah putrinya.
Mega terdiam kalau pun dirinya membantah sudah pasti Mega sendiri kena marah dan omelan orang tuanya, ia harus bisa berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi supaya orang tuanya tidak banyak melarang.
“Baiklah,” balas Mega.
Waktunya pergi ke sekolah Mega mendapat pesan singkat dari Leo bahwa dirinya tidak masuk sekolah alasan sakit akibat kena pukulan dari Juno malam tadi. Betapa syok dan sakitnya Mega mendapat kabar buruk dari sang kekasih, Mega menyuruh pak sopir untuk pergi ke arah rumah Leo. Kebetulan Leo mengirim alamat rumahnya supaya Mega datang menjenguk.
__ADS_1
“Kang, antar Mega ke alamat ini, teman Mega sakit,” titah Mega pada kang sopir.
“Tapi, Non harus sekolah tidak baik bolos,” balas kang sopir.
“Kamu tuh ya, cepat sekarang ikuti perintah saya, jangan bilang pada mamih hari ini Mega bolos,” tegas Mega.
Karena khawatir akan kekasihnya Mega berusaha untuk tetap tenang agar ia bisa dengan baik menjadi kekasih hati Leo.
Tidak dapat di percaya cinta bisa membuat seseorang khilaf dan lupa akan segalanya. Hari ini Mega memutuskan untuk tidak sekolah mendengar kabar dari Leo yang sakit ia bergegas untuk menemuinya.
“Mega, lo di mana sih!” gumam Juno.
Tidak lama bell berbunyi menandakan semua para siswa dan siswi harus segera masuk ke dalam kelas masing-masing. Pagi ini Juno tidak melihat sahabatnya membuat hatinya sangat cemas dan resah.
__ADS_1
Sementara Mega tengah berada di salah satu kamar Leo, terlihat wajah babak belur Leo dengan tangan penuh luka.
“Leo, apa kamu baik-baik saja?” tanya Mega menatap wajah kekasihnya dengan penuh kecemasan.
“Aku baik-baik saja, hanya saja wajahku kena pukul sahabatmu,” jawab Leo berbohong.
“Apa benar, Juno melakukan hal ini?” tanya Mega hati-hati karena ia masih tidak percaya Juno sejahat ini pada Leo kekasihnya.
“Ya, dia menghadangku lalu memukul seluruh wajah dan tubuhku bahkan semalaman aku pingsan,” tutur Leo kembali berbobong supaya hubungan persahabatan Juno dan Mega rusak.
Mega terdiam ia tidak habis pikir Juno sejahat ini kepada Leo, padahal kekasihnya ini teman sebangku di kelasnya.
“Aku tidak percaya Leo, Juno baik dia bahkan tidak pernah memukul orang,” tukas Mega pada Leo.
__ADS_1
“Kamu tidak percaya sama aku? Ini buktinya kenapa aku seperti ini. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa Juno tidak baik dia bahkan membenciku, dia bilang bahwa aku harus melupakan dan meninggalkan kamu,” ungkap Leo pada Mega di mana gadis itu tengah terdiam mendengarkan penjelasan dari mulut Leo. Melihat luka pada tangan dan wajah kekasihnya sepertinya semua itu benar mana mungkin Leo berbohong.
“Aku percaya sama kamu,” lirih Mega sambil tersenyum.