
Malam telah tiba Juno tengah memakai lilitan handuk putih di bawah pinggang, ia menatap wajahnya di depan cermin sambil menghembuskan napas kasar. Ia tersenyum licik kemudian Juno segera membalikan tubuhnya di mana malam ini ia harus mendatangi Mega secara diam-diam. Ia tahu apa yang akan dirinya lalukan terlebih Juno tidak akan membiarkan siapapun menyakiti hati dan perasaan sang sahabat.
Sementara Mega tengah asik mendengarkan musik karena ia sangat bahagia sekali mengingat momen di mana Leo mengungkapkan cinta padanya.
Walaupun Mega meminta dua hari untuk menjawab cinta Leo padanya ini sangat menyenangkan karena pria yang ia sukai secepatnya akan ia miliki. Mega duduk sambil menatap wajahnya dengan kedua telinga di pasangi earphone. Karena Mega tengah mendengarkan musik romantis sambil membayangkan diringa ngedate bersama Leo berdua disebuah taman.
“Aku cantik sekali, apakah ini cinta yang sesungguhnya. Bisa aku hitung mantan-mantanku tapi itu terlalu banyak, huuhh aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Juno! Tidak dia sangat menyebalkan bahkan dia tidak menghubungiku untuk meminta maaf,” gerutu Mega lalu ia mematikan musik dan menyimpan earphone yang menempel di daun telinga.
Mega segera pergi dari hadapan cermin ia bergegas mengambil gaun yang akan ia pakai malam besok untuk mengunjungi ulang tahun teman sekelasnya.
“Gaun ini sudah sering gue pakai! Tidak, besok malam gue harus terlihat paling cantik di antara banyaknya wanita,” desis Mega dengan pedenya ia berkata seperti itu.
__ADS_1
Setengah jam berlalu Mega mulai menguap ia ingin segera tidur karena Mega merasa lelah dan mengantuk. Setelah memutuskan akan membeli gaun baru Mega bergegas menaiki ranjang tidak lupa ia mematikan lampu tidur.
Juno menatap jendela kamar Mega di mana ia melihat lampu kamar sahabatnya itu tengah mati dan tidak menyala lagi. Juno tahu Mega pasti sudah tidur, ia tersenyum sumringah setelah membayar satpam rumah untuk menolong dirinya masuk ke dalam kamar Mega lewat jendela.
“Tuan, segeralah naik biar saya yang menunggumu di sini. Pokoknya semua aman cctv di area sini sudah saya lindungi supaya aktivitas kita tidak terlihat,” ucap satpam sambil memberikan tangga pada Juno.
Juno mengangguk dengan mantap sebelumnya Juno tidak pernah melakukan hal ini akan tetapi karena terpaksa Juno melakukannya supaya ia bisa menemui Mega.
Juno mulai menaiki anak tangga perlahan ia sampai di jendela lalu mengacungkan jempol pada satpam untuk segera mengangkat tangga.
Tok tok tok
__ADS_1
Ketukan jendela mengejutkan Mega di mana wanita itu belum tidur, awalnya Mega memang sangat mengantuk akan tetapi ia merindukan sahabatnya karena sejak pagi mereka marahan dan Mega pun memutuskan untuk melihat poto kebersamaan mereka berdua.
“Suara apa itu! Apa ada maling di rumah ini,” batin Mega terkejut ia segera bergegas beranjak dari tempat tidurnya karena suara ketukan dari arah jendela tidak kunjung hilang. Di tambah Mega melihat bayangan hitam membuat dirinya sangat takut, ia mengedarkan pandangannya ke arah lain lalu melihat pemukul yang terbuat dari kayu.
Secara perlahan Mega berjalan ke arah jendela lalu ia memejamkan kedua matanya untuk memukul bayangan hitam itu.
Mega segera membuka gorden jendela lalu perlahan ia membuka kunci jendela. Secara tidak sadar Mega tengah memasukkan orang tidak dikenal dengan kebodohannya.
Ckleek! Kunci jendela terbuka membuat Mega membulat ia sangat bodoh sekali karena telah membuka jendela kamarnya.
Mega tengah bersiap untuk memukul bayangan hitam itu sambil bergetar ia arahkan ke arah jendela. Juno tersenyum rupanya Mega membuka jendela, ia tersenyum senang dan perlahan tangannya menarik kaca jendela lalu kakinya ia langkahkan ke dalam kamar tiba-tiba pukulan maut menghampiri kepalanya membuat Juno terkejut dan merasakan sakit di area kepala.
__ADS_1
Bugh!
“Dasar maling!” pelik Mega memukul kepala Juno dua kali.