
Corla terus menghubungi Mega karena putrinya tidak kunjung pulang membuat dirinya sangat cemas dan khawatir.
“Di mana anak itu, dia harus aku hukum!” tegas Corla.
Corla tengah menghubungi Juno yang di mana sahabatnya tidak bersama sang anak membuat Corla kesal. Ia mendapat info bahwa Mega pulang bersama Leo, Corla tidak terlalu kenal pria yang bernama Leo ia hanya mengenal Juno sebagai sahabat Mega.
Ia duduk sambil menggenggam ponsel yang ada di tangannya tidak lama Mega pulang membuka pintu dengan wajah memerah membuat Corla curiga. Ia bangkit dari tempat duduknya karena Mega tidak menghiraukan kehadiran orang tuanya begitupun dengan Mega gadis itu juga tidak menegur Corla yang tengah berdiri.
“Dengan siapa kamu pulang?” tanya Corla pada Mega sambil menyipitkan kedua matanya.
Mega menghentikan langkah kakinya kemudian ia menghembuskan napas berat setelah itu ia segera membalikan tubuhnya di mana sang mamih tengah menatap kesal.
“Sama, Leo!” jawab Mega.
“Leo? Siapa pria itu?” tanya Corla dengan pertanyaan yang membuat Mega jengah.
__ADS_1
“Leo, dia temanku, Mih!” Jawab Mega santai padahal hatinya tengah menggebu-gebu setelah Leo mengungkapkan rasa cinta kepadanya.
“Teman! Mega, dengerin mamih kamu tidak boleh jalan dengan pria mana pun kecuali kamu jalan sama Juno karena mamih mengenalnya. Mega, mamih katakan sekali lagi jangan pernah membuat masalah baru sudah jelas Leo tidak mamih kenal,” cecar Corla sambil menatap kesal.
“Mamih, di dunia ini tuh tidak ada aturan di mana Mega harus berteman dengan satu orang pria saja, Mamih ini ngeselin banget ya!” timpal Mega sambil menatap kesal pada Corla di mana wanita paruh baya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Mamih sayang sama kamu, Nak. Takutnya orang itu tidak baik,” pekik Corla sambil menatap punggung Mega di mana anak gadis itu berlalu pergi meninggalkan orang tuanya sendiri.
Mega membuka knop pintu kamar kemudian ia segera meletakan tas dan bergegas menghempaskan dirinya ke atas ranjang. Tidak tahu kenapa hatinya sangat senang sekali Leo memberikan bunga-bunga pada diri Mega ia sangat percaya bahwa pria itu sangat mencintainya.
“Leo, aku sangat mencintaimu,” batin Mega sambil mengecup poto Leo yang ia curi dari salah satu sosial media milik Leo.
“Mega, gue tidak akan pernah membiarkan kamu sakit hati karena gue yakin sekali bahwa pria seperti Leo tidak pantas mendapatkan cintamu,” ucap Juno sambil menatap jalanan penuh kekesalan.
Juno mengerutkan keningnya di mana ia melihat Leo tengah berada di halaman rumah miliknya, walaupun yang sebenarnya Juno rasakan kekesalan pada diri Leo. Akan tetapi Juno harus bisa menahan diri agar ia tahu apa rencana Leo sehingga dia mulai mendekati sahabatnya.
__ADS_1
“Leo!” ucap Juno sambil memarkirkan motor besar miliknya lalu menyimpan helm pada kaca spion motor dan segera turun.
“Juno, gue datang ke sini hanya ingin berbicara sama kamu, gue tahu lo sahabat dekat Mega. Gue ingin lo merestui hubungan gue dengannya,” ucap Leo dengan entengnya ia meminta ijin pada Juno.
Deg!
Juno kaget sekali Leo berkata seperti itu kenapa harus Mega yang Leo cintai.
“Apa mereka jadian!” batin Juno.
Juno hanya bisa diam membisu sambil menahan emosi pada dirinya, sebelumnya Juno akan merestui apapun keputusan mereka tapi setelah mendengar kenyataan pahit ini Juno merasa tumbang dan cemburu.
“Hemm … Leo, gue tahu lo sangat mencintai sahabtku, bukan begitu?” tanya Juno sambil senyum penuh arti.
Leo hanya mengangguk lalu ia pergi pamit membuat Juno kesal atas kedatangan teman sebangkunya itu. Ia ingin tahu rencana licik apa yang Leo rahasiakan ini bukan kebetulan di mana Leo sang play boy itu menginginkan Mega.
__ADS_1
Juno mengusap wajah gusar kemudian ia bergegas masuk ke dalam rumah, hatinya sangat marah ia juga merindukan sahabatnya. Juno terdiam lalu ia tersenyum kecil malam ini Juno akan pergi menemui Mega secara diam-diam.
“Dia datang ke sini hanya memberikan info tidak berguna padaku!” gerutu Juno.