
"Appaaa yang Terjaaadiii?" Ucap Shen Long gemetaran.
Shen Long merasa tidak mengenali wajah barunya, dengan kulit yang putih bersih dan mata yang indah, menambah ketampanan Shen Long. Begitu juga dengan rambut Shen Long yang telah berubah hitam keperak perakan.
Semua karena efek Mustika Salju yang diserap sewaktu Shen Long pingsan.
.
"Bagaimana adik, apakah kau suka dengan wajah barumu?" Tanya Dewa Perang tersenyum.
"Sungguh wajah yang sangat tampan kakak, Bukan hanya wajah dan rambutku yang berubah, bahkan badanku juga semakin berotot" ucap Shen Long senang sambil memegang wajah barunya.
.
"Adik apakah kita satu pemikiran?" Ucap Dewa Perang dengan senyum licik.
"Kakak aku setuju dengan pemikiran mu" balas Shen Long tersenyum mesum. Dewa Perang dan Shen Long sama sama mempunyai pemikiran yang sama tentang wanita, bahkan Dewa perang disegel karena wanita walaupun tuduhan itu tidak benar.
.
Shen Long langsung meluncur ke arah kota terdekat untuk bereksperimen bersama Dewa Perang.
"Haisss.... Kalian memang dijodohkan untuk menjadi saudara" ucap Naga Hitam memijat keningnya, Naga Hitam bergegas menyusul Shen Long dan Dewa Perang.
.......
Di kekaisaran Shi.
Terlihat Fang Lian yang sedang berjalan ke arah bangunan tua yang berada di lingkungan Istana Kekaisaran. Bangunan tua tersebut adalah perpustakaan Kekaisaran yang telah lama ditutup.
.
Tampak seorang Pria Tua sedang membersihkan halaman di depan perpustakaan tersebut.
"Paman, apakah aku boleh masuk?" Tanyak Fang Lian dengan ramah.
"Ahhh... Ternyata Tuan Putri, silahkan masuk Tuan Putri" ucap Pria Tua tersebut yang ternyata adalah Penjaga perpustakaan.
Fang Lian hanya tersenyum dan masuk ke dalam perpustakaan, terlihat sangat banyak berderet buku buku yang disusun rapi di berbagai rak.
.
"Banyak sekali" ucap Fang Lian kagum.
"Ini semua kitab kitab penting dan juga panduan dalam pemerintahan Putri" ucap penjaga perpustakaan.
.
Fang Lian berjalan jalan ke arah rak buku paling ujung dan meraih kitab yang cukup usang.
"Putri, aku sarankan belajarlah ilmu pemerintahan" ucap Penjaga perpustakaan.
"Hari ini aku mau melihat lihat saja Paman, tapi jika ada Kitab atau buku yang cocok denganku akan aku bawa" ucap Fang Lian sopan.
__ADS_1
Fang Lian terus mencari buku yang ia cari.
"Putri, berjalanlah ke arah meja baca dipojok itu" ucap Naga Putih melalui pikiran.
Fang Lian lantas mengikuti ucapan dari Naga Putih.
"Lihatlah Putri, itu adalah Kitab Pengendali Darah" ucap Naga Putih.
"Kitab apa ini Senior?" Tanya Fang Lian.
"Ini adalah kitab ilusi tingkat tinggi walaupun tidak sebanding dengan Teknik Mata Naga milik Tuan Muda Shen Long" ucap Naga Putih. Fang Lian akhirnya memutuskan untuk mengambil kitab tersebut dan mempelajarinya.
.....
Di suatu Kota
Terlihat banyak penduduk yang berlalu lalang di sepanjang jalan kota tersebut, kota tersebut adalah kota Yin, kota netral yang tidak masuk di wilayah Kekaisaran Shi maupun Kekaisaran Bing.
.
Terlihat juga dua gadis muda bersama beberapa pelayannya yang sedang berjalan ke arah Restoran yang cukup terkenal di kota Yin.
"Silahkan masuk Nona" ucap seorang penjaga Restoran.
"Terimakasih" ucap salah satu gadis tersebut dengan lembut.
Kedua Gadis bersama pelayanannya duduk di lantai 3 yang merupakan Lantai untuk kelas elit dan mewah.
.
"Kakak, coba lihat kedua pria tampan itu" ucap Qing Xin dengan senyum penuh makna.
"Aku tidak terlalu bisa melihat wajah pemuda yang berpakaian hitam tersebut, karena dia memakai Topeng" balas gadis lainnya yang bernama Qing Yuan.
.
Qing Xin yang penasaran dengan wajah pria bertopeng tersebut berjalan ke arah meja mereka.
"Tuan bolehkah saya duduk bersama Tuan" ujar Qing Xin ramah.
"Silahkan nona" ucap rekan pria bertopeng tersebut. Pria bertopeng tersebut tak lain adalah Shen Long yang sedang bersama Dewa Perang.
"Terima kasih Tuan, Perkenalkan Nama saya Qing Xin dan dia adalah kakak saya, Qing Yuan" ucap Qing Xin memperkenalkan diri dan menunjuk ke arah meja Qing Yuan.
"Nama saya Shen Long dan perkenalkan kakak saya, Shen Ling" ucap Shen Long ramah sambil tersenyum.
'Haisss....bocah ini sangat pintar menarik perhatian rupanya' batin Naga Hitam yang sudah bersatu dengan Lengan kanan Shen Long. Dewa Perang yang dari tadi diam bukan tanpa alasan, Dewa Perang sangat menyukai Arak, selama disegel jutaan tahun Dewa perang hanya menginginkan arak untuk dinikmati.
'Haiss....Arak yang selama ini kudambakan" ucap Dewa perang tersenyum sambil mengangkat gelasnya.
"Maaf jika tidak sopan, Apakah Tuan penduduk Kota Yin ini?" Tanya Qing Xin penasaran,karena Qing Xin belum pernah melihat penduduk kota Yin memakai topeng.
"Bukan Nona, kami hanya pengembara yang sedang melintas" balas Shen Long.
__ADS_1
"Tuan bolehkah saya melihat wajah Tuan Muda?" Ucap Qing Xin yang semakin penasaran.
"Maaf Nona, wajah saya terlalu Buruk rupa dapat mengakibatkan kekacauan hahaha" ucap Shen Long sembari tertawa.
'Buruk rupa apanya, bahkan bidadari khayangan bisa mati berdiri melihat ketampanannya' batin Naga Hitam sinis.
.
Tampak Shen Long dan Qing Xin sedang bercerita tentang kehidupan di kota Yin, Shen Long dapat mengetahui bahwa Qing Xin dan Qing Yuan adalah seorang anak bangsawan kota Yin.
.
Tak lama datang segerombolan Pemburu yang sedang mampir di kota Yin dan memasuki restoran tersebut.
"Pelayan, bawakan arah untuk kami" ucap salah satu Pemburu.
"Baik Tuan" jawab pelayan restoran.
Semua mata yang ada di lantai 3 tertuju ke arah pemburu tersebut karena gaya berpakaian yang sangat mencolok, pakaian mereka terbuat dari kulit Binatang Buas.
.
Disaat Pemimpin Pemburu tersebut menoleh ke arah Qing Yuan, pemburu tersebut tersenyum nakal.
"Hei nona, kemarilah duduk dengan kami" ucap pemimpin Pemburu tersebut yang bernama Ming yu.
"Maaf Tuan, saya tidak bisa" tolak Qing Yuan dengan sopan.
"Dasar ******, jangan sok jual mahal" ucap Ming yu marah dan membanting meja.
Ming yu berjalan ke arah Qing Yuan dan merobek gaun yang dikenakan Qing Yuan. Qing Yuan tidak bisa melawan karena Qing Yuan bukan seorang pendekar.
.
Disisi lain Shen Long yang sedang asik bercerita dengan Qing Xin terganggu akan kehadiran Ming yu, begitu juga dengan Dewa Perang, jika tidak sedang menyamar, Ming yu akan meledak ditempat dengan satu kedipan mata Dewa Perang.
'Dimana saja pasti ada masalah' batin Shen Long.
Shen Long melihat Qing Xin ketakutan dan mengkhawatirkan kakak perempuannya tersebut.
"Adik, Remukkan tulang tulang manusia rendahan itu" ucap Dewa perang melalui telepati.
"Dengan senang hati kakak" jawab Shen Long pelan sambil berjalan ke arah Ming yu yang terus memprovokasi Qing Yuan.
.
Parrrr......... Sebuah tamparan datang ke arah Ming Yu,. Ming Yu terpelanting ke arah tembok dengan bekas tamparan di pipinya.
"Siapa yang ikut campur" teriak Ming Yu marah.
"Aku..." Jawab seorang pemuda bertopeng.
........
__ADS_1