
"Kauuu......" ucap Panglima Lee melihat sosok sepuh, yang tak lain adalah Shui Long yang telah sampai di Medan Perang.
"Panglima Tolong tarik semua Pasukan Cahaya" pinta Shui Long dari atas Langit.
"Untuk apa, Pasukanku lebih kuat dari pasukan lawan" ucap Panglima Lee masih arogan dan percaya diri.
"Apa kau tidak melihat korban jatuh dari pasukanmu" ucap Shui Long menatap tajam Panglima Lee.
.
Shui Long tidak menghiraukan Panglima Lee lagi dan turun tangan ke Daerah peperangan dan berusaha untuk mencari celah agar pasukan cahaya dapat masuk kembali ke dalam benteng.
"Pasukan cahaya, kembali ke dalam Benteng" teriak Shui Long. Sontak seluruh pasukan cahaya bergegas dan berusaha kembali ke dalam benteng.
.
Setelah hampir semua pasukan cahaya memasuki benteng. Shui Long kembali terbang ke atas Langit dan membuat sebuah bola Tenaga Dalam dan melemparkannya ke arah pasukan setan.
Booommmm...... Banyak prajurit setan terkena ledakan dan tewas.
Shen Long lantas mengangkat kedua tangannya dan membuat sebuah perisai terkuatnya untuk melindungi Benteng.
.
"Ada apa ini, mengapa Sang legenda Shui Long berada disini" ucap Raja Zhao terkejut. Raja Zhao menatap ke atas Langit.
'Tuan apakah sudah waktunya' batin Raja Zhao.
'Tunggu Raja Zhao, kita harus mengatur rencana kembali, sebaiknya tarik mundur pasukanmu dan buat perkemahan di sekitar Benteng' jawab suara misterius di telinga raja Zhao.
.
Akhirnya Raja Zhao menarik seluruh pasukan setannya dan membuat sebuah perkemahan prajurit di sekitar Benteng.
........
Di dalam Benteng.
Terlihat seluruh pasukan cahaya kelelahan atas pertarungan singkat ini, nampak banyak prajurit cahaya harus dirawat karena banyaknya luka.
"Apa kau melihat perbuatanku sendiri bodoh" bentak Shui Long turun dari atas Langit yang menatap tajam Panglima Lee.
"Kami masih mampu" ucap Panglima Lee arogan.
"Bodoh, apa kau tidak melihat kerugian di pasukanmu, apa kau tidak punya hati, hanya tahu mengorbankan pasukanmu" ucap Shui Long marah.
Panglima Lee hanya terdiam karena ucapan shui Long adalah benar adanya.
........
Di Istana kerajaan Lee.
Seorang prajurit terlihat berlari ke arah singgasana Raja Lee.
"Lapor Yang Mulia, Seorang Sepuh yang bernama Shui Long telah menarik pasukan kita dari Medan Perang" ucap Prajurit tersebut melaporkan situasi Peperangan.
"Shui Long????? Dimana dia?" ucap Raja Lee terkejut mendengar nama Shui Long.
"Dia sedang berada di Benteng kerajaan sedang mengamati kondisi luar benteng" ucap prajurit tersebut.
Raja Lee lantas berlari ke arah luar istana untuk menemui Shui Long.
.......
Di Kekaisaran Shi
__ADS_1
Seorang pemuda mengenakan topeng hitam sedang berjalan menuju gerbang Istana.
"Senior, apakah Yang Mulia Kaisar Shi ada di istana" ucap pemuda tersebut.
"Untuk apa kau mencari Yang Mulia, sekarang Yang Mulia tidak dapat menemui siapapun dengan bebas seperti dulu" ketus prajurit penjaga gerbang istana.
"Aku mempunyai urusan dengan Yang Mulia Kaisar" ucap Pemuda bertopeng hitam sopan.
"Pergi dari sini, atau kuusir secara paksa" ucap prajurit tersebut marah.
pemuda tersebut hanya tersenyum daribbalik topengnya dan menggelengkan kepalanya. Melihat Pemuda tersebut belum juga pergi dari hadapannya prajurit tersebut berusaha menendang pemuda tersebut sebagai tanda peringatan.
Booom...... Prajurit tersebut tiba tiba terpental.
"Kau berani menyerang prajurit Kekaisaran" bentak prajurit lain yang datang.
.
Tiba tiba dari dalam gerbang istana Panglima Bao Yu yang sedang berpatroli mendengar kericuhan di depan gerbang. Lantas Bao Yu keluar dan menatap Pemuda bertopeng dengan waspada.
"Ada apa anak muda, mengapa kau menyerang prajurit kami" ucap Bao Yu ramah.
"Haiss.... apakah kau tidak mengenaliku paman" ucap Pemuda bertopeng menggaruk kepalanya.
"Siapa kau Anak Muda?" tanya Bao Yu penasaran.
Shen Long lantas mengeluarkan sebuah token Emas dan menunjukkanya kepada Bao Yu, raut wajah Bao Yu berubah menjadi pucat.
Bao Yu langsung berlutut dan memberi hormat.
"Maafkan hamba" ucap Bao Yu berkeringat dingin.
.
"Silahkan masuk" ucap Bao Yu membukakan pintu gerbang Istana.
.
Melihat hal itu tampak Prajurit tersebut bertanya kepada Bao Yu.
"Siapa pemuda itu panglima" tanya prajurit penasaran.
"Dia adalah sang Pahlawan Kekaisaran Shi, Sang pendekar Naga Hitam, Shen Long" ucap Bao Yu keringat dingin.Benar dia adalah Shen Long sang pahlawan Kekaisaran Shi sekaligus tunangan Cucu kaisar Shi Fang, mendengar ucapan Bao Yu, prajurit tersebut langsung berlari ke arah Shen Long dan berlutut memohon ampun.
"Maafkan Hamba Yang Mulia" Ucap prajurit tersebut ketakutan.
Shen Long mengangkat prajurit tersebut agar berhenti berlutut didepannya.
"Sudahlah paman, aku juga salah terlalu kasar memperlakukan paman" ucap Shen Long sambil tersenyum dan kembali berjalan ke arah Istana.
.
Shen Long terus berjalan ke arah aula pertemuan, dan menatap Shi Fang dan Shen Diyu dari balik topengnya.
Shen Diyu yang Merakan sebuah perasaan batin terhadap Shen Long langsung berlari ke arah Shen Long dan memeluknya.
"Long'er, kau kah itu?" ucap Shen Diyu menangis dipelukan Shen Long.
"Hahahahah, iya Guru" ucap Shen Long membalas pelukan Shen Diyu. Mendengar Shen Diyu memanggil nama Shen Long, Shi Fang langsung turun dari singgasananya dan berlari ke arah Shen Long.
"Kami telah menunggumu Long'er" ucap Shi Fang tersenyum. Mendengar ucapan Shi Fang, Shen Long mengerutkan keningnya.
"Apa yang terjadi?'' tanya Shen Long penasaran.
.
__ADS_1
Akhirnya Shi Fang bercerita tentang kutukan yang ada didalam tubuh Fang Lian, mendengar cerita Shi Fang, Shen Long langsung menanyakan keberadaan Fang Lian.
"Dimana Tuan putri" ucap Shen Long khawatir.
.
Akhirnya Shen Long dibawa ke kamar Fang Lian yang sedang dirawat Fang An.
Melihat Fang Lian yang terbaring dan tidak sadarkan diri Shen Long berlari ke arah Fang Lian, dan menangis sejadi-jadinya.
"Maafkan aku Putri, jika aku tahu aku akan datang secepatnya" ucap Shen Long menangis dan memegang tangan Fang Lian yang berlutut di samping ranjang Fang Lian.
"Sudahlah Long'er, Putri bisa disembuhkan oleh dirimu saja" ucap Fang An menenangkan Shen Long.
"Bagaimana caramya Guru?" tanya Shen Long yang menghentikan tangisannya.
"Taklukanlah roh yang ada di dalam tubuh Tuan Putri dengan Mata Naga mu" ucap Fang An menjelaskan.
.
Sontak Shen Long berdiri dan menyuruh semua orang mundur untuk menjauh, Shen Long akhirnya mengeluarkan Teknik Mata Naga tingkat akhir yang telah dikuasainya.
Shen Long menatap sekujur tubuh Fang Lian dan melihat sebuah Bola hitam yang ada di perut Fang Lian.
"Kau masalahnya" ucap Shen Long sambil mengarahkan tangannya ke arah bola hitam tersebut. Tetapi Shen Long kesusahan untuk menangkapnya karena setiap Shen Long menggenggamnya, bola hitam tersebut berpindah tempat.
.
Shen Long diam untuk memikirkan cara untuk mengeluarkan bola hitam tersebut.
'Adik, Segel lah Tubuh wanita itu dengan Teknik Mata Naga tingkat akhir, Dan Hancurkan juga roh itu didalam tubuhnya' ucap suara misterius yang tak lain adalah Dewa Perang.
Shen Long langsung menyegel tubuh Fang Lian dan tejadi guncangan pada tubuh Fang Lian.
.
"Apa yang terjadi?" ucap Shi Fang khawatir.
"Tenang, Shen Long sedang berusaha untuk menghancurkan Roh kutukan tersebut" balas Fang An.
.
Setelah menyegel tubuh Fang Lian, Shen Long mengalirkan sebuah energi Mata ke dalam tubuh Fang Lian dan mengikat roh tersebut.
"Aaaaaaaaa" teriak Fang Lian kesakitan.
'Jangan Buyarkan Konsentrasimu Adik' ucap Dewa Perang di telinga Shen Long.
.
Shen Long terus berusaha untuk mengikat roh kutukan tersebut dan mengalirkan sedikit elemen Api Hitamnya atas usulan Dewa Perang.
Bussss...... Sebuah asap keluar dari mulut Fang Lian yang menandakan roh tersebut telah hancur.
.
"Huffffttt..... Akhirnya selesai juga" Ucap Shen long membersihkan keringatnya.
.
"uk uhuk uhuk...." Fang Lian terbatuk dan mengeluarkan Darah hitam dan mulutnya.
"Putri" ucap Shen Long bahagia.
.......
__ADS_1