The Black Dragon

The Black Dragon
Sang Penyelamat


__ADS_3

Di Hutan


terlihat dua orang wanita sedang dihadang oleh para Perampok Gunung.


"Hai nona, tolong serahkan semua harta bendamu, dan juga tolong temani kami malam ini hahahahah" ucap Pemimpin Perampok tersebut.


"Tolong Tuan, kaki akan berikan apa pun tapi tolong lepaskan kami" ucap salah satu gadis yang tak lain adalah Qing Yuan.


"Hahahahaha kami akan melepaskanmu tetapi temani kami malam ini" ucap pemimpin perampok tersebut sambil tersenyum mesum.


.


Qing Yuan yang sedang mencari celah untuk melarikan diri dan memegang tangan Qing Xin. akhirnya Qing Xin dan Qing Yuan berlari ke arah hutan tetapi para Perampok yang juga seorang pendekar mengejar dengan cepat.


"Berhenti atau kubunuh kalian" teriak salah satu perampok.


Tetapi Qing Yuan dan dan Qing Xin tidak menghiraukan ucapan perampok tersebut dan terus berlari, akan tetapi disaat berlari Qing Xin tersandung ranting pohon dan terjatuh.


"Kakak, Selamatkan dirimu" ucap Qing Xin terjatuh.


"Tidak Adik, kita harus pergi bersama sama" ucap Qing Yuan menangis.


Akhirnya Qing Yuan dan Qing Xin dikepung oleh para Perampok dengan senyuman jahat.


.


Salah satu perampok mencoba meraih tangan Qing Yuan tetapi hal tak terduga terjadi.


crassssss..... tangan salah satu perampok yang meraih Qing Xin terpotong.


"aaaaaaaaaa" teriak perampok tersebut. Perampok lainnya menjadi waspada dan mengamati daerah tersebut.


.


"Manusia menjijikkan Seperti kalian tidak pantas untuk hidup" ucap suara misterius.


cras...... salah satu Perampok tiba tiba terjatuh dan kepalanya terlepas. seluruh Perampok menatap ngeri tubuh rekannya tersebut.


"Keluar kau pengecut atau kubunuh kau" teriak pemimpin perampok tersebut.


"Atau sebaliknya" ucap suara Misterius tersebut yang keberadaannya tidak diketahui.


.


Di lain sisi Qing Yuan dan Qing Xin Seperti mengenali suara misterius tersebut.


"kakak apakah kau mengenali suara tersebut" ucap Qing Xin menatap Qing Yuan.


"Kau benar adik, tapi aku lupa dimana aku mendengar suara tersebut" balas Qing Yuan.


.


Satu satu perampok tersebut tewas dengan tubuh yang mengenaskan yang membuat pemimpin Perampok tersebut ketakutan.


"Ampun Senior, ampuni kami" ucap pemimpin perampok yang hanya tersisa.


"Hahahaha, apakah kau ingat ampunan dari kedua gadis tersebut, apa kau memberinya ampunan" ucap Suara misterius yang tiba-tiba muncul di hadapan Qing Yuan dan Qing Xin dengan berpakaian serba hitam dan topeng hitam.


.


Qing Yuan langsung mengenali sesosok tersebut dan menatapnya dengan haru.

__ADS_1


"Tuan Shen.." ucap Qing Yuan pelan.


.


Shen Long berjalan dengan pelan ke arah perampok tersebut dan memegang kepala pemimpin Perampok tersebut.


"Nona apakah perbuatanku berlebihan" ucap Shen Long kepada Qing Yuan.


"Tidak Tuan" jawab Qing Yuan.


Sebuah pertanyaan yang pernah diutarakan oleh Shen Long disaat bertemu pertama kali dengan Shen Long.


Shen Long akhirnya menggorok leher perampok tersebut hingga terputus.


.


"Bagaimana keadaanmu nona?" tanya Shen Long dari balik topengnya. Bukan sebuah jawaban yang didapat Shen Long tetapi sebuah pelukan dari Qing Yuan.


"Aku mencarimu Tuan" ucap Qing Yuan menangis di pelukan Shen Long. Shen Long yang terkejut atas tindakan Qing Yuan merasa aneh karena tidak mengenali Qing Yuan dan Qing Xin.


........


Sebelumnya di Dunia dimensi Dewa Perang.


Shen Long yang telah berhasil mengalirkan api Hitam di pedang Pusakanya menatap Dewa Perang yang sedang tertidur di bawah pohon.


Shen Long mencoba untuk mengerjai Dewa Perang dengan mengagetkannya


.


"Adik kau tidak perlu berbuat yang aneh" ucap Dewa Perang menyadari rencana Shen Long.


"ahhh. kau kakak" ucap Shen Long kecewa.


"Sebelum itu pakai kembali topengmu, wajahmu hanya akan membuat wanita pingsan" ucap Dewa Perang memberikan sebuah Topeng Hitam.


"Baik kakak" ucap Shen Long menerima Topeng Hitam tersebut.


.


Dewa Perang membuka portal untuk keluar dari dimensinya dan berjalan keluar bersama Shen Long.


"Adik sebelum kau pergi ke kekaisaran Shi, musnahkanlah sepupumu yang sedang mengacau di kota Yin" ucap Dewa Perang. mendengar ucapan tersebut, Shen Long terkejut dan mengepalkan tangannya.


"Saatnya sudah tiba" ucap Shen Long pelan.


......


Setelah Qing Yuan tenang dan melepaskan pelukannya, Qing Yuan menceritakan semua yang terjadi dan identitasnya.


"Kau rupanya Nona" ucap Shen Long membuka topengnya. kembali Qing Yuan dan Qing Xin tidak hentinya menatap wajah Shen Long.


"Haiss.. sebaiknya aku kembali memakai topeng ini" ucap Shen Long.


"jangan Tuan" ucap Qing Yuan keceplosan dan membuatnya malu.


.


"Aku akan pulang bersama kalian dan akan menyelesaikan masalahmu" ucap Shen Long.


"Apakah itu betul Tuan" ucap Qing Yuan menatap hari Shen Long.

__ADS_1


"Betul, dan Jangan panggil aku Tuan, panggil aku Shen Long atau Shen saja sudah cukup'" ucap Shen Long.


"Baik Shen" ucap Qing Yuan canggung.


.


Shen Long dan Qing Yuan bersama Qing Xin akhirnya pergi bersama Shen Long menuju kota Yin.


"Shen, seingatku kau memiliki tato di bagian lenganmu" ucap Qing Yuan.


"Haiss... aku lupa" ucap Shen Long berhenti berlari.


.


Tiba tiba sebuah Naga Hitam terbang diatas kepala Shen Long.


"Kau selalu melupakanku bocah" ucap Naga Hitam.


"Maaf Senior" ucap Shen Long sambil mengangkat tangan kanannya. Dan Naga Hitam langsung bergabung ke lengan kanan Shen Long.


melihat hal itu Qing Yuan dan Qing Xin semakin mengagumi Shen Long.


.


Mereka kembali ke arah kota Yin, walaupun Shen Long diserang oleh pertanyaan dari Qing Yuan dan Qing Xin tentang Naga Tersebut, tetapi Shen Long hanya mengatakan akan memperkenalkan mereka setelah Shen Long membereskan urusan yang ada di Kota Yin.


.......


Di Kota Yin


Terlihat Xiao Pe dengan ganas memporak porandakan kota Yin, kali ini walikota Yin langsung turun tangan untuk menghalau Xiao Pe.


Kini Xiao Pe telah berada pada tingkatan Pendekar Langit tahap awal.


"Haiss..... hanya orang tua tak berguna, mencoba melawanku" ucap Xiao Pe sinis.


"Jangan Sombong bocah" ucap walikota Yin.


.


Walikota Yin mencoba menyerang Xiao Pe dengan pedang biasa, tetapi Xiao Pe cukup menggunakan kedua jarinya untuk mematahkan Pedang walikota Yin. Xiao Pe mengeluarkan Sebuah tenaga dalam yang cukup besar dan melemparkannya ke arah walikota Yin.


Duarr......... walikota Yin terlempar cukup jauh dan terluka parah.


"Bagaimana pak tua, Apakah kau menyerah?" ucap Xiao Pe Sombong.


"Aku tidak pernah menyerah" ucap walikota Yin yang mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Hahahahah, katakan permintaan terakhirmu pak tua?" ucap Xiao Pe sambil membuat sebuah bola Tenaga Dalam yang sangat Besar.


"Permintaan terakhirku adalah kau harus mati" ucap walikota Yin kembali berdiri dan mencoba menangkal serangan Xiao Pe.


"Hahahahah, ucapan sombong di akhir Hidupmu" ucap Xiao Pe sinis. Xiao Pe melemparkan bola Tenaga Dalam tersebut ke arah walikota Yin.


Duaaarr........ sebuah ledakan terjadi. Tampak debu menghalangi pandangan Xiao Pe.


.


Betapa terkejutnya Xiao Pe melihat walikota Yin masih berdiri dengan tegak bersama seorang pemuda berpakaian serba hitam dan mengenakan Topeng Hitam.


"Sampah sepertimu tidak pantas untuk membunuh" ucap Pria Bertopeng Tersebut menatap Xiao Pe.

__ADS_1


.........


__ADS_2