
"Kutukannya adalah jika Lian'er menikah dia akan tertidur selamanya" ucap Fang An menatap ke arah jendela kamar Fang Lian.
Tangis Shi Fang akhirnya pecah karena mengetahui kutukan aneh yang menyebabkan cucu kesayangannya akan menderita.
.
'Tuan Putri maafkan hamba' batin Naga Putih yang sedih karena atas usulnya, Fang Lian mempelajari kitab tersebut.
.
"Apakah ada cara untuk menghilangkan kutukannya" ucap Shi Fang.
"Tidak ada" ucap Fang An kembali menatap Shen Diyu.
"Sebenarnya bukan hanya Lian'er yang terkena kutukan tersebut, tetapi juga.." sebelum ucapan Fang An selesai.
"Aku juga terkena" ucap Shen Diyu, semua mata terbelalak menatap Shen Diyu.
Dulu sebelum Shen Diyu menjadi seorang Pendekar Legenda yang terkenal di dunia persilatan dia hanya seorang wanita biasa yang tidak terlalu menyukai beladiri.
.
Tetapi semua itu berubah dikala keluarganya, Keluarga Shen, Keluarga terakhir titisan Naga di serang oleh sekelompok orang Aliran HItam yang menginginkan kitab Mata Naga yang melegenda.
.
Seluruh orang dibantai dengan sadis bahkan kepala orang tua dari Shen Diyu di gantung dan di pertontonkan di Gerbang kota kelahirannya, kota Naga yang terletak di Benua Merah, yang telah runtuh ratusan tahun yang lalu.
.
Dari kejadian tersebut Shen Diyu selamat, hanya Shen Diyu yang tersisa dari keluarga Shen di alam Manusia. Dari kejadian itu pula dendam Shen Diyu juga tercipta. Shen Diyu bersumpah akan menghancurkan seluruh Aliran Hitam yang dia temui.
.
Shen Diyu akhirnya berkelana ke pelosok pelosok negeri untuk mencari seorang Guru.
Di pagi hari Shen Diyu melihat seorang kakek tua buta yang sedang tertidur di sebuah jalan hutan.
"Kakek, apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Shen Diyu sopan.
"Akuuuu butuuuuuh miiiinum" ucap kakek tersebut terbata bata karena kelelahan. Shen Diyu lantas memberikan persediaan airnya kepada Kakek tersebut.
"Terimakasih nona manis" ucap kakek tersebut berterimakasih. Shen Diyu hanya mengangguk dan tersenyum kepada Kakek tersebut.
.
Kakek tersebut lantas menanyakan asal usul Shen Diyu dan tujuannya. Shen Diyu yang waktu itu masih seorang gadis yang lugu menjawab dengan jujur pertanyaan kakek tersebut.
Sontak kakek tersebut kaget dan menarik Shen Diyu dan membawanya ke suatu tempat.
.
"Haiss.... Kau sungguh ceroboh nona, apa kau tidak tahu, jika kau sedang diincar karena kau memiliki kitab Legenda itu" ucap kakek Tua menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Shen Diyu hanya menatap diam kakek tersebut.
"Baiklah, jika tidak keberatan aku akan melatihmu" ucap kakek tersebut. Mendengar ucapan kakek tersebut, Shen Diyu merasa senang telah menemukan seorang Guru.
.
Waktu terus berjalan akhirnya Shen Diyu telah menjadi seorang Pendekar yang kuat berkar latihan yang diberikan oleh kakek Tua tersebut.
Tetapi, Shen Diyu belum pernah mempelajari kitab Mata Naga yang melegenda tersebut.
.
Suatu hari Shen Diyu kembali dari sebuah kota untuk membasmi Aliran Hitam dan menuju ke tempat kakek Tua berada.
"Kakek!!!" Teriak Shen Diyu mencarinya.
"Aku disini cucuku" balas kakek tersebut yang sudah berada di belakang Shen Diyu. Shen Diyu langsung memberi hormat kepada kakek Tua tersebut.
"Cucuku, sebaiknya kau melakukan pelatihan Tertutup dan mempelajari teknik Mata Naga itu" ucap kakek Tua.
Akhirnya Shen Diyu mengikuti saran dari kakek Tua yang telah menjadi gurunya dan memutuskan untuk berlatih di suatu tempat terpencil di Benua Merah.
.
Disaat pelatihan Tertutup Shen Diyu sangat fokus dalam melatih Teknik Mata Naga hingga dia menguasai beberapa Teknik tersebut, tetapi sebelum menguasai teknik Mata Naga dengan sempurna Shen Diyu keluar dari pelatihan Tertutupnya karena mendapat sebuah firasat buruk.
.
Shen Diyu bergegas kembali ke tempat Kakek tua tersebut, setelah sampai Shen Diyu melihat bangunan yang ditinggali oleh kakek Tua tersebut telah hancur dibakar. Shen Diyu lantas mencari keberadaan Gurunya tersebut. Akhirnya mendapati Gurunya yang berbaring di sebuah pohon yang habis dibakar. Shen Diyu memeriksa kondisi dari Kakek tersebut akan tetapi kakek tersebut telah meninggal Dunia.
.
"Lorong apa ini?" Ucap Shen Diyu penasaran, karena rasa penasaran Shen Diyu yang tinggi, akhirnya dia memutuskan untuk memeriksa lorong tersebut.
.
Shen Diyu memasuki lorong tersebut dengan hati hati dan menemukan sebuah ruangan yang yang ditengah tengahnya terdapat sebuah peti. Shen Diyu membuka peti tersebut dan menemukan sebuah Kitab berwarna coklat.
"Kitab apa ini, mengapa kakek tidak pernah menceritakan tentang kitab dan lorong ini" ucap Shen penasaran.
Akhirnya Shen Diyu membuka Kitab tersebut dan membaca kitab tersebut dengan seksama hingga akhir lembaran.
Tetapi di akhir lembaran terdapat sebuah mantra yang tak sengaja Shen Diyu ucapkan. Ternyata mantra kutukan yang telah diaktifkan oleh Shen Diyu kepada siapa saja yang pernah mempelajari kitab tersebut. Shen Diyu juga terkena kutukan tersebut karena telah membaca dan mengingat beberapa jurus dari kita tersebut, yang tak lain adalah kitab pengendali Darah.
.
Karena mengetahui terdapat kutukan aneh pada dirinya Shen Diyu memutuskan untuk menghindari segala jenis hubungan percintaan terhadap lawan jenisnya.
.
Hingga tiba dimana Shen Diyu sedang duduk di sebuah kedai arak dan berjumpa dengan Shui Long yang sedang mabuk. Dan memutuskan untuk mengembara bersama. Begitu juga dengan Fang An, mereka berjumpa di saat Shen Diyu ingin menghilangkan kutukan tersebut. Shen Diyu dan Shui Long mencari seorang Tabib, tetapi setiap Tabib yang mereka jumpai tidak mengetahui cara menghilangkan kutukan tersebut.
.
__ADS_1
Hingga suatu hari Shui Long dan Shen Diyu bertarung dengan penguasa Benua Emas yang sedang melakukan penyerangan ke Benua Merah, di pertarungan tersebut Shui Long terluka parah begitu juga dengan Penguasa Emas yang memutuskan untuk melarikan diri. Shui Long dibawa oleh Shen Diyu ke sebuah rumah yang terdapat seorang Tabib muda.
"Senior tolong saudaraku ini" ucap Shen Diyu memohon. Tabib tersebut hanya berjalan ke arah Shui Long yang telah di letakkan di sebuah meja.
.
Karena bantuan Tabib tersebut Shui Long akhirnya sembuh total, karena berhutang nyawa kepada Tabib tersebut Shui Long dan Shen Diyu melakukan sumpah Darah Saudara kepada Tabib tersebut. Tabib tersebut tak lain dan tak bukan adalah Fang An, inilah alasan mengapa shui Long dan Shen Diyu sangat hormat kepada Fang An.
.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mengembara bersama dan nama mereka bertiga semakin dikenal dunia persilatan setelah mengalahkan penguasa Benua Emas sekali lagi. Mereka dikenal sebagai Sang 3 Legenda.
..........
Semua orang terlihat cemas akan keadaan Fang Lian.
"Tenang saja Lian'er akan baik baik saja jika dia tidak pernah menikah" ucap Shen Diyu menenangkan hati Shi Fang yang terus menangis.
.
Tetapi Shui Long dan Fang An memikirkan tentang nasib Shen Long yang dimana tunangannya mendapat sebuah kutukan aneh.
'Haiss....sungguh malang nasib Lian'er dan Long'er' ucap Shui Long melalui telepati kepada Fang An.
'Mudah mudahan Long'er tabah, dan juga ini semua telah diatur oleh Langit' balas Fang An yang meneteskan air mata.
.........
Di dimensi Dewa Perang.
Shen Long yang sedang mengendalikan api Hitam sedang berusaha membentuk bola bola api Hitam, tetapi setiap Shen Long membuat bola api tersebut, bola api tersebut meledak.
"Haisss... Mengapa terus gagal" ucap Shen Long.
Tetapi Shen Long tidak berhenti untuk berusaha.
Shen Long mulai mengumpulkan api Hitam yang telah dikuasainya, dan membentuk menjadi bulatan kecil yang semakin lama semakin membesar.
Tetapi disaat Shen Long sudang sangat dekat dengan keberhasilannya, bayangan wajah Fang Lian terlintas dimatanya.
Duarrrr....... Api Hitam meladak dengan dahsyat dan melukai tangan Shen Long.
"Ahhhhh.....aku terlalu sembrono" ucap Shen Long berdiri dan membasuh tangannya ke aliran sungai.
'Tapi... Kenapa putri Fang Lian tiba tiba muncul dalam pikiranku' batin Shen Long yang mendapat firasat.
.
Disaat Shen Long sedang merendam tangannya, sebuah portal terbuka, dan terlihat Dewa Perang yang sedang memasuki Dunia dimensinya.
"Adik, aku mendapat kabar buruk' ucap dewa Perang memasang raut wajah sedih.
"Ada apa kakak?" Tany Shen Long.
__ADS_1
"Sebenarnya........."