
Di Dimensi Dewa Perang.
Shen Long sedang berlatih untuk membentuk sebuah api yang bisa dialirkan di pedangnya. Tetapi setiap Shen Long mengalirkan api Hitam ke perangnya, selalu saja pedang tersebut menjadi debu.
"haiss.... apakah api ini terlalu kuat atau aku yang belum mampu untuk mengendalikannya" ucap Shen Long sambil memikirkan solusi.
.
Tiba tiba sebuah portal terbuka dan tak lain yang membuka portal tersebut adalah Dewa Perang, Dewa Perang melihat sekeliling Shen Long merasa terkejut, karena banyaknya pohon yang harus hangus akibat latihan Shen Long.
"adik kau sangat hebat, kau bersungguh sungguh dalam berlatih" puji Dewa Perang kepada Shen Long.
"Tapi kakak, hanya saja untuk mengendalikan Api Hitam sangat sulit" ucap Shen Long.
"Aku lupa mengatakanya hahahahah, sebenarnya Api Hitam hanya dimiliki oleh Dewa Iblis, ntah bagaimana kau juga mempunyai dasar elemen Api Hitam" ucap Dewa Perang.
.
Sebenarnya Shen Long bukan tidak bisa mengendalikan Api Hitam hanya saja, Api Hitam adalah api terkuat dan tidak ada seorang Dewa pun kecuali Dewa iblis yang memiliki Api Hitam ini.
"Terus bagaimana caranya aku bisa mengendalikan Api Hitam ini kakak?" tanya Shen Long.
"Hanya kau yang bisa menjawab Shen Long" ucap Dewa Perang sambil melirik beberapa Pedang yang lebur akibat percobaan Shen Long.
"hmmm..." pikir Dewa Perang sambil mengelus dagunya.
.
"Adik, coba Keluarkan Pedang Hitam milikmu" ucap Dewa Perang. Shen Long lantas mengeluarkan Pedang Pusakanya. Dewa perang meraih pedang Shen Long dan mengamati dengan teliti.
'Ada yang aneh' batin Dewa Perang.
Dewa perang tiba tiba mengalirkan sebuah Energi ke Aliran HItam.
"Hahahahah, rupanya kaisar Langit tertipu" ucap Dewa Perang tertawa. Shen Long mendengar ucapan Dewa Perang mengerutkan keningnya.
"Adik, apakah kau tahu Pedang yang kau miliki ini, hanya sebuah Pedang tiruan" ucap Dewa Perang tersenyum.
"Tiruan?? tetapi Pedang tersebut sunggu luar biasa kakak" ucap Shen Long.
"Hahahahah, untuk ukuran manusia sepertimu adik ini memang Pedang yang Kuat" ucap Dewa Perang.
"Tetapi untuk ukuran Dewa ini hanya pedang tiruan" ucap kembali Dewa Perang.
.
Ternyata Pedang yang dimiliki Shen Long hanya Pedang tiruan dan setiap pedang buatan Dewa memiliki satu tiruan yang memiliki kemiripan 99% dan kekuatan tiruan hanya 50% dari Pedang asli nya.
.
"Jadi dimana Pedang yang asli?" tanya Shen Long penasaran.
"Pedang Asli bersamaku, hahahahahah" ucap Dewa Perang.
__ADS_1
"Jadi mengapa kau diam kakak setelah melihat Pedang Hitam pertama kali?" tanya Shen Long.
"Aku lupa benda rongsokan itu masih kusimpan" ucap Dewa Perang. mata Shen Long terbelalak karena perkataan Dewa perang yang mengatakan Pedang terkuat di dunia hanya Pedang rongsokan dimatanya, bukan hal yang aneh bagi Dewa perang, karena Dewa Perang jarang adalah tipe petarung yang jarang memakai alat.
.
Dewa Perang lantas mengeluarkan sebuah pedang dari dadanya yang sama persis tetapi mempunyai gagang yang lebih ramping dan bilah pedang tersebut lebih tipis.
"Adik, terimalah Pedang yang asli ini" ucap Dewa Perang memberikan Pedang yang asli.
Shen Long menatap dan merasakan sebuah Aura yang lebih kuat dari Pedang Hitam tiruan.
.
"Pakailah ini untuk berlatih, aku akan menunggumu selama 6 hari lagi disini, setelah itu kau akan keluar bersamaku" ucap Dewa Perang.
"mengapa sangat cepat kakak?" tanya Shen Long penasaran.
"Ada hal yang harus kau lakukan secepatnya" ucap Dewa perang berjalan ke arah sebuah pohon dan duduk dibawahnya.
.........
Di kekaisaran Bing
Terlihat kekuatan tempur dari pasukan Raja Zhao semakin besar dan akan berangkat ke Medan tempur. seluruh pasukan berkumpul di Gerbang Kekaisaran Shi dan terlihat juga penguasa Benua Emas, Feng In sedang berdiri di sebuah podium yang cukup tinggi di hadapan para pasukan.
"Aku merestui peperangan kalian, berikan yang terbaik dan bawa kemenangan" ucap Feng In memberi arahan.
Seluruh pasukan yang dibawa Raja Zhao berangkat dan keluar dari Kekaisaran Shi.
......
"Lapor Yang Mulia, kami mendapat kabar dari mata mata bahwa, pasukan Kekaisaran Bing sedang menuju ke arah kerjaan kita dan dipimpin langsung oleh Raja Zhao" ucap salah satu prajurit yang menghadap ke arah Raja Lee.
"haiss..... mengapa peperangan terus terjadi" ucap Raja Lee.
"Yang mulia, berikan aku perintah untuk mengahadapi pasukan tersebut" ucap salah satu Panglima beranda Lee San.
"Apa kau yakin?" tanya Raja Lee.
"Hamba yakin paduka" ucap Panglima Lee.
.
Panglima Lee adalah salah satu dari dua Panglima di kerajaan Lee tetapi Panglima Lee mempunya sebuah sifat yang tidak disukai Raja Lee. Yaitu kearoganan dan kesombongan terhadap kekuatannya.
.....
Kelurga Xiao.
Terlihat di sebuah Ruangan pertemuan keluarga Xiao, terjadi percekcokan antara Sepuh.
"Ini salahmu Xiao Ting, kau hanya memikirkan dirimu sendiri' ucap salah satu sepuh Keluarga Xiao.
__ADS_1
karena Keluarga Xiao menolak untuk ikut campur dalam pertempuran bersama Feng In. keluarga Xiao di ultimatum oleh Feng In dan mengancam akan menghantarkan Keluarga Xiao jika tidak ikut dalam peperangan selanjutnya.
.
Setelah pertemuan di lakukan Xiao Ting pergi ke arah kamar Bing he Hua.
"Ada apa sayang?" ucap lembut Bing he Hua kepada Xiao Ting.
"aku terlalu lelah mengurus keluarga ini sayang" ucap Xiao Ting tidur di pangkuan Bing he Hua.
"Bagaimana dengan lamaran Xiao Jian?' tanya Bing he Hua sambil mengelus rambut Xiao Ting.
"Tenang saja, besok Xiao Pe akan berangkat ke kota Yin, jika walikota Yin tidak menemukan putrinya, Xiao Pe akan meratakan tempat tersebut" ucap Xiao Ting.
.......
Di kekaisaran Shi
Shi Fang telah mendapat kabar bahwa kerajaan Lee akan diserang oleh Kekaisaran Bing yang dipimpin Feng In.
"Sebaiknya aku pergi kesana dan menghalau musuh" ucap Shui Long.
"Jangan kakak, jika ini hanya jebakan bagaimana?" ucap Shi Fang khawatir.
"Tenang, aku hanya akan pergi sendiri sedangkan Shen Diyu dan Fang An akan tetap disini" ucap Shui Long.
.
Setelah berfikir panjang Shi Fang akhirnya mengijinkan Shui Long pergi ke kerajaan Lee. dan Shui Long akan berangkat besok pagi agar sampai dengan cepat.
........
2 hari berlalu
Di Kota Yin terlihat Xiao Pe yang sedang duduk berhadapan dengan walikota Yin.
"Bagaimana Paman, apakah kau belum juga menemukan putrimu" ucap Xiao Pe.
"Maaf tuan Muda berikan kami waktu lagi" ucap walikota Yin menunduk.
"Baiklah itu adalah pilihanmu" ucap Xiao Pe keluar dari ruangan tersebut.
.
"Kalian ratakan tempat ini, dan jangan biarkan ada yang hidup" perintah Xiao Pe.
seluruh pasukan yang dibawa Xiao Pe mulai memporak porandakan kota Yin dan membakar rumah rumah penduduk.
.
Walikota Yin yang melihat tersebut terlihat murka dan memerintahkan seluruh prajurit kota untuk menghadang kebrutalan Pasukan Keluarga Xiao.
.
__ADS_1
"Kau kira kami akan memberikan keringanan, hancurkan semua tempat ini, jangan biarkan ada yang hidup" perintah Xiao Pe sambil berteriak.
.....