The Ice Heart

The Ice Heart
Episode 9 - Cerita Tentang Ying


__ADS_3

“Mon Clara,” panggil Rei.


DEG!


Entah kenapa Sea mendongak takut melihat Rei. Tangannya yang gemetar membuat smartphone dan payung terlepas dari genggamannya.


“Itu kamu kan?” lanjut Rei.


Butiran-butiran gerimis terasa semakin besar dan lebat, mengguyur permukaan bumi tanpa ampun.


Kaki Sea gemetar hebat, ketakutan melihat sosok yang ada di hadapannya itu. Rambut, seragam, dan tasnya mulai basah kuyup.


Rei melangkah selangkah demi selangkah secara perlahan-ahan, membuat gemetar Sea semakin hebat.


“Cukup, Rei,” ucap seseorang yang muncul dari belakang Sea.


Orang itu menggunakan payung, sengaja sedikit menggenggam payungnya ke depan agar Sea terlindung dari guyuran hujan.


“Ini bukan urusanmu, Zack.” Balas Rei dengan nada dingin.


“Memang bukan,” balas Zack kemudian berjalan maju melewati samping Sea kemudian menyodorkan payungnya kepada Sea.


Sea menatap bingung orang yang tidak dikenalinya itu, kemudian menerima payung pemberian Zack.


“Tapi sebentar lagi bel masuk berbunyi, mengingatkan teman yang lain agar segera menuju kelas adalah tanggung jawab siswa juga kan?” lanjut Zack sambil mengambil smartphone Sea yang terjatuh.


“Maaf sudah membuatmu basah,” kata Zack kepada Sea sambil menyodorkan smartphone Sea.


Sea meneimanya.


“Cepatlah ke kelas!” kata Zack yang berlindung dibawah payung Rei kemudian merangkul Rei, memaksanya segera berjalan meninggalkan Sea.


Tangan dan kaki Sea masih gemetar, payung merah yang ia gunakan untuk berangkat tadi sudah tertiup jauh oleh angin.


“Aku ini kenapa? Kenapa ketakutan begini?” tanya Sea kepada dirinya sendiri.


Sea kemudian melangkah menuju kelas, melawan rasa gemetar yang menjalar di kakinya.


Sementara itu di sisi lain, Zack yang sedang merangkul Rei dengan paksa itu menjitak kepala Rei.


“Aduh!” pekik Rei.


“Dasar! Kau mau ngapain tadi hah?! Kau mengira kalau Sea si Primadona Sekolah itu adalah Nona Clara?” tanya Zack.


“Aku tidak mengira-ngira, itu memang benar dia,” balas Rei yang kesal kepalanya dijitak sambil merapikan rambutya yang berantakan.


Zack terdiam sebentar.


“Kau yakin? Tapi dia kan Klan Manusia sepertiku?” tanya Zack lagi.


“Pasti terjadi sesuatu yang membuat dia harus bersembunyi dalam wujud itu, aku yakin pasti ada hubungannya dengan meninggalnya ayah dan ibuku!” balas Rei

__ADS_1


Zack menghembuskan napas kasar.


“Apa kau bisa melihat cahayanya? Aku sedikit heran kenapa kau bisa melihat cahaya alam milik orang lain, berarti alam telah mmilihmu ya?” tanya Zack lagi.


Cahaya alam adalah cahaya dalam jantung seseorang yang dapat menjadi indikator untuk menentukan klan apa mereka itu. Orang-orang yang bisa melihatnya hanyalah keturunan asli dari Larom Xiying yang dipilih langsung oleh alam.


Klan Air memiliki cahaya alam berwarna biru, Klan Bumi berwarna hijau, Klan Angi berwarna mint, Klan Api berwarna merah bara, tapi Klan Manusia tidak memiliki cahaya alam karena mereka tidak punya kekuatan khusus.


“Ibuku adalah mendiang Ratu Ying Diana, sebelum menikah dengan ayahku, dia adalah Putri Xi Diana. Meskipun dia adalah putri kerajaan Klan Angin kelima belas yang terbuang karena memiliki cacat di kakinya, tetap saja dia adalah keturunan langsung dari putra ketiga Larom Xiying, Xi. Itu sebabnya aku bisa melihat cahaya alam,” balas Rei.


Zack diam sebentar mendengarkan penuturan Rei.


“Jika Sea adalah Nona Clara, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” tanya Zack dengan serius.


Rei terdiam sejenak.


“Jun,” ucap Rei dengan samar-samar.


“Jun? Ah, aku dengar Pangeran Jun mulai bersekolah disini kemarin, apa kau bertemu dengannya?” tanya Zack.


“Jun pasti juga menyadarinya,” ucap Rei.


Rei teringat saat Jun membakar gelas yang ia lempar kearah Sea, seolah takut Sea akan kenapa-napa jika terkena gelas terbang itu.


“Jun menyadari bahwa Sea adalah Nona Clara? Bagaimana bisa?” tanya Zack penasaran.


“Karena Jun juga bisa melihat cahaya alam,”


**


Istirahat Pertama


Sea mencabut payung hitam dari tempat penitipan payung yang tersedia di depan kelas.


“Kenapa cabut payung? Payung baru?” tanya Claire.


“Ah, bukan. Tadi payungku jatuh dan tertiup angin, lalu ada seseorang yang meminjamkan ini, ingin aku kembalikan,” balas Sea.


“Oohh, kau tahu dimana kelasnya?” tanya Claire lagi.


“Emm, tidak, mungkin di payung ini ada namanya?” balas Sea kemudian mencari-cari barangkali ada tulisan pemilik di payung hitam itu.


“Zack?” ucap Sea karena membaca tulisan kecil di ujung pegangan payung.


“Kenapa kau bisa bertemu Zack?” tanya seseorang dengan nada berat secara tiba-tiba, membuat Sea dan Claire terperanjat.


Orang yang bertanya itu adalah Jun.


“Justru karena Jun menyelamatkanmu, itu membuktikan bahwa hipotesisku tidak sepenuhnya salah,…”


“Kenapa memangnya?” tanya Sea karena teringat perkataan Rei.

__ADS_1


“Apa kau bertemu dengan Rei?” balas Jun yang tidak menjawab pertanyaan Sea, dan malah balik memberi pertanyaan.


“Kenapa kamu menanyakan itu? Kenapa kamu menyelamatkanku kemarin? Kenapa kamu bersikap menyeramkan di halte?” balas Sea yang juga malah melemparkan pertanyaan lagi.


“Hei, kalian ini kenapa malah saling melempar pertanyaan sih?” sahut Claire menengahi Jun dan Sea yang terlihat bersitegang.


“Maaf, Jun, kami permisi dulu!” ucap Claire kemudian menarik tangan Sea agar segera pergi dari Jun.


Claire dan Sea tiba di sebuah bangku yang cukup sepi dan duduk disana.


“Kenapa kamu sensi begitu sih? Apa karena kejadian halte itu?” tanya Claire.


Sea terdiam sejenak, rautnya terlihat sedang menahan emosi. Tak lama Sea tiba-tiba menggenggam erat kedua tangan Claire.


“Claire! Kamu kan suka baca sejarah dan update berita! Tolong ceritakan tentang apapun yang kamu tahu tentang Kerajaan Klan Api!” pinta Sea dengan sungguh-sungguh.


“Hah? Kenapa kamu tiba-tiba jadi kepo begini?” tanya Calire karena takjub melihat kesungguhan Sea dalam hal sejarah.


“Cepat dong keburu masuk! Apapun itu lah! Insiden, kontroversi, atau apapun itu!” desak Sea.


“Hmm iya iya baiklah, tapi setahuku saja ya,” balas Claire.


Sea mengangguk, bersiap mendengarkan cerita dari Claire.


“Setelah terpecahnya bumi menjadi lima bagian kekuasaan. yaitu Klan Api, Klan Bumi, Klan angin, Klan Api, dan Klan Manusia, semuanya berjalan dengan damai dan sentosa. Setiap klan masih memiliki hubungan baik dengan melakukan beberapa kerjasama.”


“Namun semuanya berubah ketika Raja La Hans, yaitu keturunan La dari Klan Air. Membunuh seluruh keluarga kerajaan Klan Bumi tanpa sebab yang pasti, padahal keluarga kerajaan Klan Bumi adalah keturunan langsung dari Rom, adik La.”


“Hal ini membuat rakyat Klan Bumi marah dan melawan La Hans, namun La Hans membantai mereka semua sampai Klan Bumi tidak ada yang bersisa. Klan Angin, Klan Api, dan Klan Manusia murka atas tindakan keji Raja La Hans yang membuat Klan Bumi punah. Karena dianggap dapat membuat dunia semakin tidak stabil, dengan dipimpin oleh Raja Klan Api saat itu, ketiga klan bekerjasama untuk menjatuhkan Raja La Hans dari tahta Klan Air. Namun entah seperti memliki energi tak terbatas, Raja La Hans membuat ombak yang sangat besar, menghancurkan hampir setengah bagian permukaan bumi dengan tsunami dahsyat. Dirinya menghilang ditelan ombaknya sendiri.”


“Klan Air meminta maaf atas kelakuan Raja La Hans, namun mereka sudah di stigma negatif oleh penduduk permukaan. Akhirnya Klan Air diasingkan karena menimbulkan trauma hebat bagi ketiga klan lainnya.”


“Warga Klan Air yang masih ada di permukaan akhirnya kembali ke lautan, yang masih bertahan di permukaan hanya akan jadi bahan cemoohan. Hingga suatu hari berita kontroversial datang. Raja Ying Danias dari Klan Api menikah dengan seorang putri dari Klan Air, Putri La Dena, entah bagaimana cara mereka bertemu.”


Ying Danias kalau tidak salah adalah ayah dari Raja Korya dan mendiang Raja Dyera, kakeknya Jun!– batin Sea.


“Pernikahan itu memang mendapat banyak kritikan dari rakyat permukaan, karena bisa saja Putri La Dena adalah alat yang dikirim Klan Air untuk membalaskan dendam atas terasingnya Klan Air di jaman dahulu."


"Namun Raja Ying Danias tetap kokoh menikahi Putri La Dena. Meskipun banyak kritik, pernikahan itu juga menjadi lambang perdamaian. Klan Air diizinkan ke permukaan lagi, hidup berdampingan dengan rakyat permukaan.”


“Dari pernikahan itu, mereka memiliki tiga orang anak. Yang pertama adalah Pangeran Ying Dyera, menikah dengan putri kelima belas kerajaan Klan Angin, Putri Xi Diana.”


“Pernikahan mereka juga menuai kontroversi karena Xi Diana adalah putri yang cacat, ditakutkan anak mereka nanti akan ikutan cacat. Hal ini bisa berbahaya, secara Ying Dyera adalah putra tertua yang akan menjadi raja Kerajaan Klan Api menggantikan ayahnya, dimana anaknya nanti akan menjadi penerusnya.”


“Raja Ying Dyera, ayahku,”


Sea teringat perkataan Rei tadi pagi.


“Apakah anak dari Ying Dyera dan Xi Diana adalah,” tanya Sea yang terhenti karena ragu-ragu.


“Anak mereka adalah seseorang yang disebut oleh Jun tadi, Pangeran Ying Rei.”

__ADS_1


__ADS_2