The Ice Heart

The Ice Heart
Episode 11 - Orang Bertopeng


__ADS_3

“BRENGSEK!”


Wajah Rei dan Zack seketika langsung berubah linglung.


Hah? – batin mereka berdua.


Perempuan ini benar-benar menantang maut ya – batin Zack.


Tak lama suara terkekeh terdengar dari mulut Rei yang lama kelamaan berubah menjadi suara tawa yang lantang, membuat Sea dan Zack bergidik ngeri.


Mimpi apa aku harus terlibat dalam urusan keluarga gila ini - batin Zack.


“Kenapa kamu memanggilku ‘brengsek’?” tanya Rei dengan senyum licik.


“Oh aku tidak sedang memanggilmu, itu untuk orang yang diatas sana,” balas Sea menunjuk seorang murid di balkon lantai dua yang mengenakan topeng dari kertas, sedang memasang MMT dengan foto Sea yang diedit sedemikian rupa agar rambutnya berwarna putih dan matanya berwarna biru seperti Klan Air.


“Ah, aku rasa lain kali saja bicaranya, aku harus urus orang itu dulu! Dah!” kata Sea yang langsung berlari meninggalkan Rei dan Zack.


“Ah, aku kira dia sedang mengataimu,” kata Zack menepuk pundak Rei, namun Rei hanya diam saja. Tatapannya tertuju pada MMT yang terpasang dari balkon lantai dua.


Zack mengerti alasan kenapa Rei bisa terpaku begitu. Terlihat pula mata Rei yang mulai berkaca-kaca sambil menggigit bibirnya sendiri.


“Rei,” panggil Zack lirih.


Rei mengelap butiran air di sudut matanya kemudian tersenyum paksa.


“Cant-ik s-kali,” ucap Rei lirih.


Zack hanya bisa menepuk-nepuk pungung Rei.


“Apa yang akan kau lakukan setelah ini?” tanya Zack.


Rei langsung menampakkan wajahnya yang penuh optimis.


“Ayo kita bantu dia!” seru Rei dengan semangat.


****


Sementara itu di sisi lain Sea sedang tergopoh-gopoh menaiki tangga menuju lantai dua. Begitu melihat Sea, orang bertopeng itu langsung lari terbirit-birit meskipun ia belum selesai memasang MMT.


“BERHENTI KAU!” seru Sea.


Sea melepas tas pungungnya dan membuangnya ke asal arah, langsung mengejar laki-laki bertopeng kertas itu ke lorong-lorong kelas, turun naik tangga tiada henti.


“AKAN AKU JATUHKAN DARI LANTAI DUA KAU BEGITU TERTANGKAP!!!” seru Sea yang mulai kelelahan mengejar.


Hingga mereka tiba di sebuah lorong kelas, sebuah kaki tiba-tiba muncul menyandung orang bertopeng itu hingga terjatuh. Itu adalah kaki Zack.


Sea langsung bersemangat mempercepat larinya begitu menyadari orang yang ia kejar jatuh tersungkur ke lantai. Ketika Sea hampir mencapainya, tiba-tiba orang itu,


WUSH!


Orang itu mengeluarkan angin dari tangannya, membuat Sea terpelanting ke belakang dan menggelinding di lorong kelas hingga berhenti karena menabrak tembok.

__ADS_1


“Klan Angin?!” seru Zack karena terkejut melihat angin itu, sebab jelas-jelas rambut dan mata orang itu berwarna hitam.


Rei muncul dari belakang Zack kemudian menatap orang bertopeng itu dengan sinis. Orang bertopeng itu berusaha bangun dan berlari lagi namun tangan Rei dengan sigap mengeluarkan angin yang berbentuk seperti putting beliung kecil, memerangkap orang bertopeng itu ke dalamnya.


“Sekarang, Zack!” seru Rei.


Zack langsung berlari dengan cepat sambil memasang sebuah alat di tangannya. Ketika sudah cukup dekat,


Sret!


Zack mengeluarkan sebuah rantai yag cukup panjang dari alatnya, sebuah rantai yang terbuat dari metal.


Rei mengecilkan angin putting yang ia ciptakan, memberikan kesempatan Zack melempar rantai itu kedalam. SET! Dengan secepat kilat rantai itu mengikat orang itu kuat-kuat, membuatnya tak bisa bergerak lagi. Rantai itu terlepas dari alat Zack dan mengikat orang itu dengan sempurna.


“Akan kubalas dua kali lipat karena berani mencelakakannya!” seru Rei bersiap mengacungkan tangannya untuk mengirim angin yang dua kali lebih besar dari yang Sea rasakan.


“Tidak! Berhenti!” seru Sea yang berjalan kearah Rei dengan tertatih-tatih.


Gerakan tangan Rei langsung terhenti.


“Kalau kamu melakukannya bangku-bangku di kelas ini bisa terbang semua,” kata Sea sambil mengelap darah di sudut bibirnya.


Rei yang melihat darah itu langsung merasa marah, namun ia coba redam karena permintaan Sea.


“Baiklah, akan kulakukan sesuai permintaanmu,” balas Rei.


Tangan Rei melakukan suatu gerakan, membuat orang betopeng itu mengambang melawan gravitasi.


“Apa yang kamu lakukan?” tanya Sea bingung.


Rei mulai berjalan membawa orang bertopeng itu menuju balkon lantai dua, tepat dimana orang itu memasang MMT tadi.


Dengan kekuatan Rei yang membuat orang itu melayang-layang melawan gravitasi, orang itu ia bawa keluar dari pagar balkon lantai dua. Kalau Rei berhenti membuat orang itu melayang, orang itu akan langsung terjatuh dari lantai dua.


“Senior Rei! Kamu sudah gila ya?!” seru Sea karena kaget.


“Lho? Kan kamu sendiri yang bilang akan menjatuhannya dari lantai dua begitu tertangkap?” tanya Rei.


Ah, aku bisa menggigit lidahku sendiri! – batin Sea.


Rei menjetikkan jarinya, membuat orang itu langsung terjun bebas seketika.


“KYAA!” seru Sea langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Orang bertopeng itu tiba-tiba mengambang lagi sebelum menyentuh tanah. Rei membawa orang itu naik keatas lagi kemudian meletakkannya di lantai balkon lantai dua.


“Tapi bercanda!” kata Rei dengan senyum jahil.


Sea membuka telapak tangannya, melihat orang bertopeng itu yang terkulai shock di lantai.


“Bercandamu tidak lucu tahu!” seru Sea karena kesal.


OHOK! Sea tiba-tiba terbatuk, darah keluar dari mulutnya, membuat Rei dan Zack terbelalak. Sea langsung duduk tersungkur.

__ADS_1


“Sea!” seru Claire yang tiba-tiba muncul entah darimana dan langsung menghampiri Sea.


“Astaga! Apa yang terjadi?! Kenapa kamu berdarah?!” tanya Claire panik.


Zack melangkah mendekat kearah Sea dan Claire, kemudian duduk bersimpuh melihat kondisi Sea.


“Sepertinya dia kena serang keras sekali tadi,” ucap Zack sambil melihat darah yang bercucuran.


“Sebaiknya kamu segera antar dia ke rumah sakit, siapa tahu ada luka dalam,” lanjut Zack.


Claire mengangguk kemudian membopong Sea pergi dari lokasi itu, menuju rumah sakit.


Rei mengepalkan tangannya, dan menatap marah laki-laki bertopeng yang terkulai lemas dengan tubuh yang terikat rantai metal itu.


Rei mendekatinya kemudian merobek topeng kertas yang orang itu pakai. SREK!


“Mau main topeng-topengan hah?” tanya Rei dengan nada sinis.


Orang itu hanya sibuk mengalihkan pandangannya, tidak berani menatap mata mint milik Rei.


“Santai dulu Rei,” kata Zack.


Zack melepas MMT itu kemudian melipatnya, membawanya kehadapan Rei.


“Kau Klan Angin? Apa kau mengecat rambutmu dan memakai lens?” tanya Zack.


Orang itu mengangguk dengan cepat, dia takut jika dia tidak segera menjawab dia akan benar-benar terjun bebas dari lantai dua.


“Mengapa kau menyembunyikannya?” tanya Zack lagi.


“Ah! Minggir, Zack!” seru Rei ingin menanyai orang itu secara langsung tapi dicegah oleh Zack.


“Kendalikan emosimu Rei, tidak baik Klan Angin sepertimu menjadi emosional,” kata Zack, membuat Rei langsung diam seketika.


“Ke-kekuatanku sa-sangat lemah, a-aku ta-takut diej-ek,” balas orang itu dengan tergagap.


“Lemah kepalamu! Kau tidak lihat dia tadi muntah darah karena seranganmu?!” seru Rei dengan emosi.


“REI! Aku bilang kendalikan emosimu!” seru Zack.


“Ma-maaf, a-aku ju-juga ti-tidak tahu ka-kalau sa-sampai se-sekuat itu,” kata orang itu yang sepertinya sangat ketakutan.


“Siapa namamu?” tanya Zack.


“An-thony,”


“Hmm baiklah, Anthony. Kenapa kau memasang MMT itu? Apakah keinginanmu sendiri atau disuruh orang?” tanya Zack.


“A-aku, di-disu-suruh,”


Bersambung...


___

__ADS_1


Jangan lupa cek deskripsi yang terbaru ya😀


__ADS_2