
Suasana sore yang tenang dan damai terpancar. Langit biru mulai memudar digantikan langit senja berawan dengan kepakan sayap burung di ujung barat.
Saat ini Sea sedang menepati janjinya. Tentunya, Seo merampok Sea habis-habisan.
"Kau biasanya makan banyak? Yakin cuma pesan segitu?" Tanya Seo sambil memakan apapun yang ada di hadapannya.
"Haha aku tidak rakus sepertimu tau!" Balas Sea meminum minuman dingin yang ada di hadapannya.
"Hmm terserahlah, sering-sering seperti ini ya kakakku! Apa besok mau aku antar ke sekolah lagi? Bahkan aku antar sampai bangkumu aku tidak keberatan koooo~"
Sea diam memperhatikan potongan lemon yang ada di dalam minumannya. Bayangan tentang apa yang terjadi di sekolah tadi melintas di pikirannya.
Kurasa dia tidak seburuk itu - batin Sea.
"Enggak, kau akan merampokku lagi nanti," balas Sea malas setelah beberapa saat diam.
"Hmm apa boleh buat?" Balas Seo sambil asyik mengunyah.
Drrrtt..drrrttt...
Sea mengecek notif di smartphonenya kemudian menjawab beberapa chat yang masuk. Ketika dia ingin melanjutkan makannya, lengan kanannya yang tertutup almamater membentur tepian meja.
"Aduh!" Seru Sea karena kesakitan.
Seo memperhatikan kakaknya itu. Seruan itu bukanlah sebuah rasa sakit biasa.
"Buka almamatermu," kata Seo dengan nada serius.
"Eh?"
"Aku bilang, buka almamatermu!" Kata Seo dengan memaksa.
Sea mendengus pelan kemudian melepaskan almamaternya, membuat plester luka di lengannya nampak jelas.
Seo menarik tangan kakaknya karena ingin melihatnya lebih jeli.
"Aduduh! Sakit!" Rintih Sea ketika Seo menarik tangannya.
"Kenapa bisa seperti ini?" Tanya Seo.
Sea tersenyum jahil.
"Ha? Kamu khawatir ya?" Tanya Sea sambil meledek.
__ADS_1
"Aku serius!" Balas Seo menatap serius kakaknya.
Sea sedikit terkejut dengan wajah serius Seo. Dia tidak menyangka adiknya akan sekhawatir itu.
"Eh aku enggak apa-apa, kok! Tadi ada insiden sedikit di sekolahan," kata Sea mencoba menenangkan Seo.
"Mereka mengganggumu lagi, ya?" Tanya Seo dengan wajah kesal.
"Siapa maksudmu?" Tanya Sea tidak mengerti.
"Ya orang-orang itu, yang sibuk mengganggu Kakak hanya karena iri,"
Sea tersenyum kemudian menarik tangannya dari genggaman Seo dan mengusap pucuk kepala Seo. Menjadi orang yang populer memang seperti ini, semakin terang cahaya maka akan semakin gelap bayangan yang tercipta.
"Entahlah, tapi yang penting aku baik-baik saja, terima kasih sudah khawatir," kata Sea.
"Huh! Singkirkan tanganmu dari rambut indahku!" Kata Seo yang membuat Sea semakin gemas mengacak-acaknya rambutnya.
"Oh iya, aku ingin minta pendapatmu," kata Sea berhenti mengacak-acak rambut Seo.
"Apa?"
"Kalau ada orang yang sudah menolongmu, tapi dulunya dia bersikap jahat padamu, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Sea dengan raut serius.
"Ya bilang terima kasih, dong. Kalau kita mau menilai orang lain, nilailah seperti lilin, cahayanya kecil tapi menerangi yang lain. Tapi kalau menilai diri sendiri, mulailah seperti nila setitik rusak susu sebelangga. Jangan terbalik. Lagipun orang jahat tidak selamanya jahat, orang baik juga tidak selamanya baik," balas Seo santai.
"Memang adikku ini jenius sekali, huhu! Beda banget denganku!" Kata Sea dengan mata berbinar-binar.
"Apa sih? Cepat habiskan makannya, keburu tambah gelap langitnya,"
**
Malam Harinya
"Seo, kakakmu mana?" Tanya ibu Seo yang sedang lewat di dekat Seo yang sedang menyelesaikan mesin cepaknya.
"Entahlah, di kamar mungkin, daritadi dia tidak keluar," balas Seo.
"Hmm baiklah,"
Ibu Sea dan Seo itu berjalan menaiki tangga, menuju lantai dua rumahnya. Kamar Sea ada di lantai dua. Terlihat Sea sedang duduk di meja belajarnya yang menghadap jendela, sedang membaca nyaring.
Sejarah Antar Klan merupakan salah satu materi yang utama dalam kurikulum. Selama ini Sea mendapat nilai jelek di mata pelajaran ini, karena dia sama sekali tidak tertarik belajar sejarah yang menurutnya membosankan.
__ADS_1
"Bab ketiga, silsilah Larom Xiying."
"Sebelum ada lima Klan, yaitu Klan Air, Bumi, Angin, Api, dan Manusia, ada sebuah sejarah terbentuknya kelima Klan tersebut."
"Dahulu kala, dunia ini hanya terdiri dari orang-orang yang tidak berkekuatan, seperti Klan Manusia. Namun semuanya sangat egois dan individualis. Tak ada yang peduli satu sama lain. Bahkan dalam sebuah keluarga pun, seorang anak harus bisa mandiri ketika usianya 9 tahun. Masa kehidupan ini disebut sebagai Masa Keegoisan."
"Dalam masa ini, orang-orang sangat ambisius terhadap kekuasaan dan untuk mendapatkannya mereka saling menjatuhkan, dengan cara kotor dan penuh tipu muslihat. Roh Alam sangat membenci manusia di jaman ini, karena mereka hanya merusak dunia dan meninggalkan luka bagi alam."
"Hingga suatu hari, seorang bayi yang dibuang di tepi pantai kumuh terus menangis memecah malam. Entah apa yang terjadi dengan orangtuanya, bayi itu sendirian disana dengan kain tipis yang membalut tubuhnya. Roh Alam merasa kasihan dengan bayi itu dan akhirnya menghampirinya."
"Roh Alam yang terdiri dari empat komponen roh yaitu air, tanah, angin, dan api berkumpul mengelilingi bayi tersebut dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Roh Alam akhirnya mempercayakan keseimbangan dunia kepada anak itu, dengan memberikannya kekuatan dari masing-masing komponen roh. Anak itu diberi nama Larom Xiying."
Sea terdiam sebentar.
Roh Alam itu, wujudnya seperti apa? - batin Sea.
"Dengan kekuatan yang diberikan alam, Larom Xiying dapat menduduki puncak kekuasaan di dunia dan mengajarkan nilai-nilai kebajikan kepada orang-orang. Dunia mulai berubah, Masa Keegoisan mulai ditinggalkan, berubah menjadi sebuah masa yang disebut sebagai Masa Larom Xiying."
"Larom Xiying menikahi seorang perempuan sederhana, dan memiliki lima orang anak laki-laki. Yaitu La, Rom, Xi, Ying, dan Soka. Soka merupakan anak yang paling rendah hati dan menurut dengan apapun perintah orangtuanya, berbeda dengan keempat saudaranya yang sering bertengkar satu sama lain."
"Karena status Larom Xiying sebagai penguasa harus diturunkan kepada salah satu anaknya, akhirnya banyak terbentuk kubu yang membela masing-masing anak untuk menjadi penguasa dunia. Hal itu malah menimbulkan kekacauan dan perebutan kekuasaan kembali, akhirnya Larom Xiying memutuskan membagi dunia menjadi lima bagian."
"Kubu yang mengikuti La, disebut Klan Air. Mereka semua diberi kekuatan air oleh Larom Xiying, dengan La sebagai pemimpin mereka. Wilayah mereka berada di lautan."
"Kubu yang mengikuti Rom, disebut Klan Bumi. Mereka semua diberi kekuatan tanah oleh Larom Xiying, dengan Rom sebagai pemimpin mereka. Wilayah mereka berada di hutan kanopi."
"Kubu yang mengikuti Xi, disebut Klan Angin. Mereka semua diberi kekuatan angin oleh Larom Xiying, dengan Xi sebagai pemimpin mereka. Wilayah mereka berada di langit."
"Kubu yang mengikuti Ying, disebut Klan Api. Mereka semua diberi kekuatan api oleh Larom Xiying, dengan Ying sebagai pemimpin mereka. Wilayah mereka berada di lereng gunung."
"Dan yang terakhir adalah kubu yang mengikuti Soka, disebut Klan Manusia. Mereka semua diberi kekuatan kecerdasan oleh Larom Xiying, dengan Soka sebagai pemimpin mereka. Wilayah mereka berada di daratan selain hutan."
"Setelah Larom Xiying dan istrinya meninggal, alam tidak lagi memiliki perantara untuk terhubung dengan orang-orang. Maka mereka menganugerahkan keturunan Larom Xiying agar bisa berhubungan dengan alam. La bisa berbicara dengan air, Rom bisa berbicara dengan tanah, Xi bisa berbicara dengan angin, dan Ying bisa berbicara dengan Api. Soka dipenuhi rasa kasih sayang sehingga tidak pernah merasa iri dan bersyukur dengan kecerdasan yang ia miliki."
"Setelah La, Rom, Xi, dan Ying meninggal, alam harus tetap berhubungan dengan orang-orang. Maka alam memilih salah satu dari masing-masing keturunan orang-orang itu untuk bisa berhubungan dengan alam."
"Keturunan murni dari La, akan bermarga La, dan seterusnya sampai Ying. La, Rom, Xi, dan Ying menerapkan sistem kerajaan, sedangkan Soka menerapkan sistem pemerintahan."
Bab ketiga selesai. Sea menutup bukunya kemudian merenggangkan tubuhnya keatas.
Ibu Sea dan Seo tersenyum di celah pintu, kemudian melewati kamar Sea, membiarkan anaknya istirahat.
___
__ADS_1
Kalau kita mau menilai orang lain, nilailah seperti lilin, cahayanya kecil tapi menerangi yang lain. Tapi kalau menilai diri sendiri, mulailah seperti nila setitik rusak susu sebelangga. Jangan terbalik.
Ada yang tahu maksud perkataan Seo? Haha