
“Kau benaran enggak apa-apa?” bisik Claire kepada Sea yang terkulai lemas di bangkunya, seperti mayat hidup.
“Kalau mau muntah aku antar ke toilet nih,” kata Claire lagi.
Sea melambai-lambaikan tangan, tanda menolak.
Wajahnya sangat pucat dan dingin. Tangan dan kakinya masih sedikit gemetar. Ini semua karena kejadian barusan.
Baiklah mari kita reka ulang kejadian beberapa menit yang lalu.
**
“Claire, aku mau muntah,”
Apa dia murid baru di sekolah ini? dia tidak akan sekelas denganku kan? - batin Sea.
“UAPAA?!!”
Riiiiinggg! Bel masuk terdengar.
Murid-murid langsung berlarian memasuki kelas. Sea dan Claire yang sedang berdiri di depan kelas tak ingin menjadi pengganggu murid-murid yang lain untuk masuk.
“Ah, lupakan, ayo masuk,” ucap Sea dengan langkah gontai masuk ke kelas kemudian duduk di bangkunya.
Semoga mimpi buruk yang kubayangkan sekilas tidak terjadi! – batin Sea.
Tak lama Ibu Guru datang dengan didampingi laki-laki berambut hitam dan mata merah, kali ini dia sudah melepas masker hitam yang dipakainya.
Ah jadi nyata, apes banget aku – batin Sea.
Rasanya kali ini isi perutnya benar-benar akan keluar.
Murid-murid memberikan salam hormat guru mereka dengan membungkuk sedikit.
“Baiklah, mulai hari ini kita akan mendapatkan teman baru. Dia adalah lulusan Akademi Klan, makannya baru bisa bergabung bersama kita sekarang,” kata Ibu Guru tersenyum sambil mempersilahkan laki-laki itu untuk berkenalan.
Laki-laki itu menunduk sedikit kemudian menatap sekitar, pandangannya berhenti sejenak pada Sea yang terus menunduk menyembunyikan wajahnya dengan tangan dan kaki yang gemetar.
“Nama saya Ying Jun, Klan Api. Usia saya 20 tahun. Saya adalah lulusan Akademi Klan, salam kenal,” katanya kemudian membungkuk lagi.
Seisi kelas mulai berisik dengan bisik-bisik yang tidak bermutu.
“Marga Ying, kan? Ying itu kan marga keluarga kerajaan Klan Api!”
“Wah! Bisa sekelas dengan Pangeran!”
“Sudah, sudah, nah Jun silahkan duduk,” kata Ibu Guru dengan ramah mempersilahkan laki-laki bernama Jun itu untuk duduk di bangku yang sudah disediakan.
Sejak kapan ada bangku disitu? -_- - batin Sea seolah ingin menyantet bangku kosong itu dari tempatnya.
Jun melangkah menuju bangkunya dengan tatapan datar yang justru membuat anak-anak perempuan semakin histeris.
“Huh, mau dia pangeran kek, dia bukan seleraku,” bisik Claire mengajak Sea bergurau, tapi Sea hanya terkulai lemas di mejanya seolah nyawanya ada di ujung kepalanya.
**
Mari kita kembali ke masa sekarang
__ADS_1
Istirahat Pertama
“Ayo kita keluar cari udara segar! Wajahmu seperti susu basi!” ajak Claire menarik-narik lengan Sea.
“Ah enggak mauu, aku mau di-,” ucap Sea terpotong.
Sea melihat Jun yang sibuk membaca buku di kelas dengan tenang. Satu per satu teman sekelasnya mulai meninggalkan kelas. Menyadari itu Sea langsung bangkit dari tempat duduknya.
“Ah iya! Ayo keluar keluar!” kata Sea sambil mendorong tubuh Claire agar segera keluar dari kelas bersamanya.
Ah, nyaris aku berduaan dengan dia di kelas, bagaimana kalau dia mengancam mau membakarku seperti kemarin?! – batin Sea yang bersorak kemenangan karena bisa berpisah dengan Jun walau hanya sesaat.
Sea dan Claire berjalan menuju cafetaria sekolah dan membeli beberapa makanan ringan dan jus jeruk, kemudian memakannya di sebuah meja yang tersedia.
“Kau ada masalah sama Jun, ya?” tanya Claire sambil melahap roti coklatnya.
“Panggilanmu nyentrik banget, boleh ya manggil dia begitu? Enggak pakai embel-embel 'Pangeran' begitu?” tanya Sea balik sambil menyeruput jus jeruk di hadapannya.
“Yah bodo amat, mau dia pangeran atau kuli, dia kan sama-sama siswa disini. Nanti kalau aku pergi ke Klan Api baru aku panggil, 'Yang Mulia Pangeran Jun, ada yang bisa saya bantu?'” kata Claire sambil memenye-menyekan mulutnya, membuat Sea tertawa.
“Kalau dia dengar bisa dibakar habis loh,” balas Sea yang masih tertawa kecil.
“Ngaco kamu, jadi bagaimana? Ada masalah apa sama si Jun itu?” tanya Claire.
Sea kemudian menceritakan semuanya dari awal ketika dia turun dari bis sampai dipaksa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terkesan tidak mutu.
Claire terlihat berpikir keras sambil mengunyah roti.
“Jangan-jangan dia suka kamu?” ucap Claire tiba-tiba membuat Sea hampir menyemburkan jus jeruknya kewajah Claire.
“Gila apa? Mana ada suka kaya begitu! Itu sama saja menguntit! Untung saja tadi aku berangkat sama Seo, jadi dia tidak berani mendekatiku!” balas Sea.
“Ah, nyebelin kamu! Enggak mungkin deh! Dia itu akan menikah sama putri-putri yang berbadan tegap seperti boneka! Mana mungkin sama aku?” balas Sea sambil menghabiskan gigitan roti terakhirnya.
“Yahh, siapa tahu?”
Di tengah percakapan mereka, tiba-tiba sebuah gelas dengan berisikan jus jeruk melayang kearah Sea dan Claire.
“Sea! Awas!” seru Claire langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dengan spontan.
Sea yang membelakangi arah datangnya gelas itu tidak mengerti apa yang Claire maksud dan malah menoleh ke belakang.
Melihat ada gelas melayang kearahnya, Sea dengan reflek memejamkan mata dan melindungi kepalanya dengan menyilangkan pegelangan tangan.
BWOSHHH!
Api dengan cepat menyambar gelas yang terbuat dari kaca yang sedang melayang itu. Membuat isinya langsung menguap dan temperatur panas membuat kaca pecah berhamburan ke segala arah.
Beberapa serpihan melesat cepat menggores lengan Sea yang digunakan untuk melindungi kepalanya.
Sea membuka matanya perlahan, karena merasakan sakit di lengannya. Ia dapati pecahan kaca menancap di lengannya, membuat darahnya mulai muncul ke permukaan.
Seisi cafetaria sekolah itu langsung ribut.
“Sea! Kamu tidak apa-apa?” tanya Claire langsung mengecek Sea yang gemetar itu.
Sea melirik sekitar mencari pelakunya, karena jelas sekali seolah gelas itu memang sengaja diarahkan kepadanya.
__ADS_1
Ia dapati Jun menatapnya dengan tatapan khawatir yang sedikit terpancar meskipun berusaha ia tutupi dengan wajah datarnya.
Api yang kurasakan tadi, sepertinya dari dia. Kalau dia tidak ada mungkin gelas tadi akan mengenai kepalaku – batin Sea.
“Tanganmu! Ayo ke UKS!” seru Claire membantu Sea bangun dari duduknya karena kaki Sea yang gemetar dan membopongnya menuju UKS.
**
Sea dan Claire kembali ke kelas setelah Sea mendapatkan pengobatan di UKS. Untung lukanya tidak terlalu dalam sehingga tidak berakibat fatal.
“Permisi, Bu. Maaf kami terlambat karena setelah dari UKS,” kata Claire menunduk, juga Sea.
“Iya tidak apa-apa, Ibu sudah dengar insiden tadi, silahkan duduk,” kata Ibu Guru sambil melirik lengan Sea yang sudah ditutup dengan plester luka.
“Terimakasih,” balas Sea dan Claire bersamaan kemudian melangkah duduk menuju bangku mereka masing-masing.
“Jangan dipikrkan berlebih, Sea,” bisik Claire.
Sea tersenyum kaku.
Siapa yang tidak akan syok jika mengalami kejadian seperti yang Sea alami tadi?
Dia tadi sudah menolongku, bagaimana ini? Masa aku diam saja? Tapi aku takut, dia ini sebenarnya baik atau jahat padaku sih? – batin Sea melirik kearah Jun.
Jun menyadari tatapan Sea dan meliriknya balik, membuat Sea memalingkan wajahnya dan membuka buku dengan tergesa-gesa.
Ah kaget aku – batin Sea.
___
Note Tambahan :
Diatas tadi tertera, bahwa Jun adalah lulusan Akademi Klan. Apa itu?
Akademi Klan adalah sekolah berbasis militer yang didirikan oleh Raja Klan Api, beraliansi dengan Raja klan lain dan Presiden Klan Manusia, sebab Raja Klan Api menyadari pentingnya pendidikan militer bagi anak muda.
Pesertanya umum, dari klan mana saja boleh serta tidak bersifat memaksa (terserah mau sekolah disana atau tidak). Baru saja lulus SMP dan jenis kelamin laki-laki. Pendidikannya adalah 2,5 tahun masa belajar formal (pendidikan kelas X, XI, dan semester satu XII), kemudian 2 tahun latihan militer (tergantung, jika berprestasi maka bisa lulus lebih cepat). Kemudian lulus dari sana, mereka akan masuk sekolah umum untuk melanjutkan pendidikan kelas XII semester dua.
Salah satu sekolah umum adalah World HS, sekolahnya Sea.
Biasanya, siswa-siswa disana adalah anak-anak yang berstrata tinggi, misalnya Pangeran, anak orang ternama, pejabat, dan lain-lain. Tapi tidak menutup kemungkinan ada siswa kelas menengah bahkan kebawah disana.
Biasanya begitu lulus Akademi Klan dan sudah menyelesaikan pendidikan lanjutan di sekolah umum, lulusannya akan mudah masuk ke keanggotaan militer di klan mereka masing-masing (tidak perlu kuliah lagi).
Untuk Pangeran yang akan menjadi Raja, maka ada beberapa pelatihan khusus, sehingga kebanyakan Pangeran Mahkota tidak bisa lulus lebih awal.
Rei dan Zack adalah lulusan Akademi Klan yang lulus lebih awal karena prestasi mereka. Jun adalah Pangeran Mahkota Kerajaan Klan Api, yang seharusnya tidak bisa lulus lebih awal seperti Rei dan Zack. Tetapi Jun adalah sosok pertama kali seorang Pangeran Mahkota yang bisa lulus paling cepat.
Dalam cerita ini, Jun lulus kurang lebih satu minggu setelah Rei dan Zack lulus.
**
Tambahan lagi yang agak spoiler :) uhuk
Pada awalnya Akademi Klan hanya dikhususkan untuk laki-laki saja, namun Putri Mahkota Ying Sonata menjadi pelopor berubahnya sistem, membuat perempuan pun akhirnya bisa sekolah disana.
Siapa itu Putri Mahkota Ying Sonata? Hehe, dia adalah putrinya Jun.
__ADS_1
Udah, sekian.
___