The Ice Heart

The Ice Heart
Episode 5 - Kedatangan Seorang Pangeran


__ADS_3

Review episode (karena lama gak update hehe)


Sea adalah primadona sekolah yang terkenal akan kecantikan dan bakat menyanyinya. Namun, kecerdasan bukanlah bidangnya, membuatnya harus vakum di band agar bisa fokus dalam ujiannya.


Persembahan terakhir di akhir semester ganjil, adalah rencana band Sea! Namun Sea bertemu dengan Rei, Klan Angin dan Jun, Klan Api yang sepertinya memiliki hubungan dengan Sea yang terbukti dalam buku The Adventure of Three Child karangan Clara. Siapakah Clara? Apakah pertemuan mereka itu tidak akan mempengaruhi kehidupan Sea nantinya?


****


Hari ini adalah hari yang sangat cerah, diawali dengan langit biru dengan sedikit awan kumulus yang menghiasinya. Meskipun masih cukup pagi, suasana cerah telah terpancar di sepanjang antero dunia.


Sea menuruni tangga rumah dengan cepat, menuju tempat dimana adiknya berada. Sebuah sofa di ruang tengah dengan kesibukannya, tentu menyelesaikan mesin cepaknya itu.


"Seo!" Panggil Sea sambil memeluk bahu adiknya dari belakang.


"Apa sih?" Tanya Seo yang sibuk mengotak-atik benda di depannya.


"Hari ini antar aku ke sekolah dong!" Kata Sea.


"Ha? Kau gila ya? Sekolah kita kan beda arah?" Balas Seo kesal.


"Iyaa, tapi keselamatan kakakmu kan lebih penting!"


"Gak mau! Singkirkan tanganmu! Aku mau selesaikan ini!" Kata Seo mencoba fokus pada projek mesin cepaknya.


"Ayo dong, Seo! Adikku yang paling tampan sedunia!" Kata Sea tetap bersikeras dengan menggoyang-goyangkan tubuh Seo.


"Adikmu kan cuma satu! Ya jelas aku yang paling tampan!"


"Ya? Mau ya? Ya ya ya?" Pinta Sea dengan muka melasnya.


"Argh! Singkirkan wajahmu ei!"


"Sea! Seo! Jangan berisik pagi-pagi! Sea! Ayo sini bantu Ibu mengupas bawang!" Seru ibu Sea dan Seo dari dapur.


"Nah, silahkan mengupas bawang tuan putri," ucap Seo sambil melambai-lambaikan tangannya, mengusir Sea.


Sea kesal dan memikirkan cara agar dia tidak berangkat sekolah sendirian. Dia tidak ingin bertemu dengan orang "gila" yang kemarin.


Hah tidak ada jalan lain, apapun itu yang penting aku selamat! - batin Sea.


"Aku akan mentraktirmu apapun yang kau mau!" Seru Sea.


Gerakan tangan Seo yang mengotak-atik barang di depannya terhenti kemudian tersenyum jahil.


"Benar nih?" Tanyanya.


Sudah kuduga hanya ini satu-satunya jalan - batin Sea.


"Iya adikku Seo yang jenius!" Balas Sea menahan kesal dan tangis dalam hatinya.


"Baiklah!" Kata Seo tersenyum mengejek.


"Hmfh! Setelah aku mengupas bawang kita akan berangkat!" Kata Sea bangkit dari tempat duduknya, berjalan menuju dapur.


"Baiklah! Jangan lama-lama ya tuan putri!"


**


Hari masih cukup pagi, membuat penumpang-penumpang di bis masih sedikit. Sea dan Seo duduk berdampingan, dengan Seo yang sibuk bermain game dengan headset yang terpasang di telinganya. Sea yang duduk di dekat jendela, sibuk memperhatikan pemandangan luar.

__ADS_1


"Eh! Lihat ini!" Bisik penumpang lain yang melihat postingan di smartphonenya, membuat Sea menoleh memperhatikan penumpang itu.


"Wah apa nih? Petisi membela Klan Air? Benar-benar enggak waras orang ini! Monster kok dibela!" Balas penumpang lain.


Sea melihat mereka berdua dengan tatapan datar, kemudian kembali melihat ke luar jendela.


Memang aku bodoh dalam hal pelajaran, tapi mengucilkan kelompok tertentu karena sesuatu yang tidak mereka lakukan itu terdengar menyebalkan - batin Sea.


Sea mengeluarkan sebuah buku dari tasnya, buku yang berjudul "Sejarah Antar Klan" itu membuatnya bergidik.


Iuh, tak kusangka aku akan membacanya tanpa disuruh - batin Sea dengan memasang muka alergi.


Sea membuka bab kedua yang berjudul "Karakteristik Antar Klan"


"Pada materi yang sebelumnya, kalian telah mempelajari bentuk fisik dari setiap klan, juga kekuatan-kekuatan yang mereka miliki. Hmm isi bab pertama hampir sama dengan buku dongeng milik Seo. Maka di materi ini kalian akan mempelajari tentang karakteristik antar klan yang menempati dunia ini."


"Klan Angin, merupakan klan yang memiliki sifat tenang dan dinamis. Mereka bisa mengendalikan amarah dengan sangat baik. Ketenangan dan tidak terlalu mengekang kan diri pada masalah duniawi, membuat mereka memiliki kemampuan melawan gravitasi dan terbang layaknya burung merpati."


Sea terdiam sebentar, teringat Rei yang duduk melayang di pinggir trotoar beberapa hari yang lalu.


Apa karena World HS itu kebanyakan isinya Klan Manusia jadi aku kaget saat melihatnya ya? - Batin Sea, kemudian melanjutkan membaca buku lagi.


"Klan Air, merupakan klan yang memiliki sistem imun tubuh yang paling berbeda. Ketika rambut mereka dipotong, rambut yang sudah terlepas dari kepala akan berubah menjadi air, begitu pula tubuh yang lainnya."


"Ketika mereka meninggal, jenazah mereka akan dibawa ke laut, dan akan menyatu dengan laut dengan cara berubah menjadi buih dan air laut."


"Mereka tidak bisa mengonsumsi makanan normal, hanya bisa mengonsumsi air jernih. Dalam tubuh mereka hanya mengalir sistem air, sehingga tidak memiliki darah. Ketika mereka terluka, hanya akan ada air yang keluar, setelah itu luka akan menutup kembali."


"Karena substansi yang membentuk mereka adalah air, maka mereka bisa berenang di air tanpa mengambil napas. Namun tetap saja di darat mereka tetap melakukan pernapasan normal."


"Apabila mereka kekurangan pemasukan air, mereka akan mengalami dehidrasi yang menyebabkan sakit kepala bahkan kematian. Hal ini juga mempengaruhi kondisi mereka saat musim panas, yang menbuat mereka sering mengalami dehidrasi."


"Klan Bumi, merupakan klan yang unik. Meskipun tinggal berdampingan dengan Klan Manusia, Klan Bumi memiliki hal-hal unik yang membedakannya dengan Klan Manusia. Selain bisa mengendalikan tanah dan menumbuhkan tumbuhan, mereka juga bisa berbicara dengan tumbuh-tumbuhan, bahkan rumput kecil sekalipun."


"Klan Api, merupakan klan yang penuh ambisi dan tujuan. Semangat mereka terus membara laksana lava yang tak pernah padam. Meskipun Klan Manusia memiliki otak yang paling cerdas, tetapi Klan Api juga tak kalah cerdas, yang mampu menguasai teknologi dan sains."


"Terakhir adalah Klan Manusia, memang satu-satunya klan yang tidak memiliki kekuatan. Namun mereka adalah klan yang memiliki kecerdasan, rasa peduli, rasa saling memiliki yang paling tinggi daripada klan lainnya, membuat mereka tidak terpuruk ke belakang."


"Dunia ini dibentuk atas empat komponen dasar, air, angin, api, dan tanah. Komponen-komponen itulah yang mengawasi kehidupan, dan bisa diajak berbicara."


"Hanya ada orang-orang tertentu yang bisa berbicara dengan komponen-komponen tersebut. Orang-orang itu adalah orang yang memiliki garis keturunan dengan Larom Xiying. Namun, tidak semua keturunan Larom Xiying bisa melakukannya, hanya beberapa orang saja.”


“Bab mengenai keturunan Larom Xiying akan dijelaskan dalam sub bab berikutnya, pastikan kamu semangat membaca ya!”


Sea menutup bukunya dan memasukkannya lagi ke tas.


Bis sudah tiba di halte yang dekat dengan sekolah Sea, World HS. Sea dan Seo melakukan pembayaran via smartphone kemudian turun bersamaan.


“Sudah, kan? Jangan lupa janjimu ya tuan putri!” ledek Seo sambil melihat jam di smartphonenya.


Masih cukup pagi, kira-kira untuk naik bis ke sekolah Seo, Seo tidak akan terlambat.


“Iya iyaa, mak-,” ucap Sea terpotong.


Laki-laki yang kemarin mencegatnya di halte bis di dekat rumahnya sedang berdiri di dekat gerbang sambil memainkan smartphonenya, seperti menunggu seseorang datang.


Sea terbelalak, apalagi pakaian yang digunakan oleh laki-laki itu bukanlah seragam resmi World HS.


Kenapa dia ada disini?! – batin Sea yang menjerit-jerit.

__ADS_1


“Kenapa wajahmu pucat seperti itu?” tanya Seo.


“Aaa, aaa! Seo! Antar aku sampai kelas dong!” pinta Sea dengan nada memaksa.


“Hah? Kau ini kenapa, sih? Tidak mau!” balas Seo.


Sea mengguncang-guncangkan tubuh Seo.


“Aku mohon! Nanti aku tambah uang traktirannya!!” seru Sea.


“Apa sih? Maksa banget? Ya sudah kalau begitu,” balas Seo mulai melangkah.


Memang apapun yang berbau gratis menggiurkan untuk Seo.


Sea berlari mengikuti Seo dan menggandeng tangannya. Meskipun usia mereka terpaut lima tahun, Seo memiliki tubuh yang lebih tinggi dari Sea.


Seo yang masih taraf SMP itu, secara kebetulan memiliki celana seragam yang warnanya sama dengan rok seragam yang dipakai Sea hari ini. Jika tidak mengenal Sea dengan baik, maka bisa saja ada orang yang mengira bahwa Seo adalah kekasih Sea, sebab Seo selalu memakai jaket ketika berangkat sekolah, sehingga seragam bagian atasnya tidak terlihat.


Sea dan Seo melewati gerbang. Laki-laki tadi menatap kedatangan Sea dan Seo dengan tatapan datarnya yang tertutup masker dan tidak melakukan apa-apa.


Setelah berjalan dengan nyawa diujung kepala, akhirnya Sea tiba di depan kelasnya.


“Wah? Seo?” sapa Claire yang sedang membersihkan kotoran sisa piket kelas.


“Yo,” balas Seo.


“Kamu tinggi sekali, ya? Eh ngomong-ngomong kenapa kamu datang kesini? Bisa muncul skandal aneh-aneh lho,” tanya Claire sambil melirik kepada Sea.


“Bodo amat dengan skandal! Yang penting aku selamat!” balas Sea mengelap peluh di dahinya.


“Kakakku sedikit aneh, tolong jaga dia, Kak Claire, aku berangkat sekolah dulu,” kata Seo melambaikan tangan kemudian pergi.


“Dah, Seo!” kata Claire melambaikan tangan. “Ada apa denganmu sih?” tanya Claire beralih menatap Sea.


“Kau tidak akan menyangka apa yang aku alami kemarin, Claire! Huaa!” seru Sea memeluk sahabat dekatnya itu.


“Ada apa, sih?”


Belum selesai mereka bercengkrama, suara histeris kaum hawa dan bisik-bisik kaum pria terdengar.


“Itu Pangeran Ying Jun, kan?”


“Kyaaa!!”


“Kenapa dia ada disini?”


“Aura gantengnya terasa! Coba maskernya dibuka!”


“Eh, ada ribut apa, sih?” tanya Claire kebingungan memperhatikan sekitarnya.


Sea diam saja, tapi kaki dan tangannya gemetar.


“Eh, Sea? Ada apa?!” tanya Claire panik melihat Sea yang loyo seperti ingin pingsan.


“Claire, aku mau muntah,”


“UAPAA?!!”


****

__ADS_1


Tetap semangat untuk kamu yang sedang berkarya maupun membaca😄


__ADS_2