The Last Page

The Last Page
Halaman yang Hilang.


__ADS_3

Dahulu kala terdapatlah sebuah kerajaan besar nan megah. Rakyat hidup makmur dan sejahtera, mereka hidup saling membatu, bekerja sama membangun sebuah tempat impian yang mereka sebuat Celestial Kingdom.


Raja dan Ratu mereka tampan dan cantik, mereka berdua memimpin kerajaan dengan sepenuh hati. Nama Celestial Kingdom sudah terdengar di seleruh penjuru dunia.


Namun sesuatu telah terjadi di dalam kerajaan megah tersebut. Ketika ayam mulai berkokok, Celestial Kingdom sudah rata dengan tanah. Itu semua karena ulah...


"Apa?? dimana halaman selanjutnya? Hanya ada bekas sobekan kertas disini? "


"Johan!! Mengapa kamu teriak malam-malam? Kamu pikir ini jam berapa? " kata ibu Johan sambil berjalan ke kamar Johan.


"Sial, ibuku mendengar aku teriak, aku harus segera pura-pura tidur. "


"Johan cepat jawab ibu. Apakah kamu sudah tidur? " kata ibu sambil mengetuk pintu kamar Johan.


"Johan, ibu tahu kamu belum tidur, udah cepat sana tidur, besok kan sekolah kalian mengadakan perkemahan pramuka. Kalau gak cepat tidur, besok bisa terlambat lho. "


"Iya iya cerewet, ini aku lagi coba tuk tidur" (mengucapkan didalam hati.)


[keesokan Hari]


"Johan cepat sarapan nanti kamu telat lho. "


kata ibu sambil mengetuk pintu kamar.


"Sial! Aku lupa kalau hari ini ada kemah. Mana belum menyiapkan peralatan. Haduh... pusing pala saya."


"JOHANNNNNN.... CEPAT SARAPAN!!!!"(kini mulai menggedor pintu bak ingin mendobrak paksa untuk masuk.)


"Iya ma.. ini aku mau keluar kamar. "


Setelah usai sarapan, Johan berangkat kesekolah diantar ayahnya. Sesampainya disekolah Johan sudah melihat teman temannya berkumpul dihalaman depan.

__ADS_1


"Sial.. hari ini benar-benar sial. " gumam Johan sambil bergegas menutup pintu mobil dan berlari ke halaman.


"Johan! Mengapa kamu telat? " kata Pak Jemi sambil melotot ke arah Johan.


"Siapa suruh mulai dulu sebelum aku datang? Kan ini jelas-jelas salah kalian. "


"Kamu... mulai berani ya?? "


"gak kok pak, cuman bercanda, he he he."


"Sudah, aku tak punya waktu untuk ini, semuanya cepat naik bus, kita akan berangkat 5 menit lagi. "


Selama perjalanan anak-anak bercanda gurau, bernyanyi bersama dan menceritakan hal-hal seru yang akan dilakukan di perkemahan nanti.


Sesampainya di perkemahan, anak-anak langsung membuat tenda, menaruh barang-barang dan mengadakan upacara pembuka.


[Seusai Upacara]


"JOHANNNNNN..."


"Johan.. Kamu ini tidak lupa bawa kompor portabel kan??"


"Oh... tenang saja aku pastinya ba...... "


(mendadak lemas.)


"OHh.... **** aku lupa bawa ini....Mati aku mati aku... " (mengucapkan didalam hati)


"Haduh pasti kamu lupa bawa ya. Nanti regu kita mau makan apa?? Batu sama rumput?? "


"Aduh... Dit maafin aku Dit.. entah mengapa aku tiba-tiba lupa kalau disuruh bawa kompor. maafin aku Dit... maaf. "

__ADS_1


"Haduh gimana sih, kamu ini segala sesuatu tidak becus. Apa-apa lupa, apa-apa ketinggalan. Hadeh kamu ini memang bisa apa? "


"Dit... sorry... Dit aku beneran lupa.. "


"Yaudah gini aja, kamu sama Anton cari kayu kering biar nanti bisa dibuat masak. "


"Buat apa unggun maksud mu?? " (bertanya seperti tidak punya dosa.)


"Enggak buat kompor dari kayu. Ya jelas-jelas dibuat api unggun, masih nanya pula... "


"iya iya, aku panggil Anton dulu."


Johan dan Anton pun lantas pergi ke dalam hutan untuk mencari kayu kering. Karena hari mulai malam dan mereka belum mendapat kayu sebatang pun, maka Anton berinisiatif untuk berpencar dari Johan.


"Yang dikatan Anton ada benar juga. Kalau sampai malam belum ketemu kayu bakal mati kelaparan reguku. "


[30 menit kemudian]


"Sial... cuman dapat beberapa batang. "


Tanpa disadari, Johan semakin masuk kedalam hutan dan hari semakin gelap.


[Di perkemahan]


"Pak Jemi.. Pak Jemi.. " (Anton berlari dengan terhuyung huyung.)


"Ada apa? Kamu kenapa terlihat pucat begitu? Masuk angin ya? "


"Pak.. pak... Johan.. Joha.. masuk ke hutan sampai sekarang belum kembali... "


"APA!! Sejak kapan kalian... ahh... mengapa tidak ijin ke bapak dulu.. Sudah cepat kita cari sama-sama. "

__ADS_1


[Di dalam hutan]


Karena hari sudah malam, Johan tidak dapat melihat jalan. Begitu gelap dan sunyi, hanya ada suara hewan hewan malam. Tiba-tiba Johan mendengar suara keras yang tidak terdengar seperti suara hewan maupun manusia. Dan secara refleks Johan berlari sekencang mungkin dan.....


__ADS_2