The Last Page

The Last Page
Kembali ke Masa Lalu.


__ADS_3

Setelah Johan membuka mata, ia sangat terkejut mendapati dirinya berada di tengah-tengah kerumunan orang.


Johan kini berada di sebuah tempat yang dikelilingi tembok pertahanan yang tinggi, penjaga yang memakai baju zirah berdiri dimana-mana, terlihat pula banyak orang yang sedang bertransaksi di sebuah pasar tradisional.


KRUYUK... KRUYUK...


"Lapar banget, mulai kemarin aku belum makan. " kata Johan sambil memegang perutnya.


"Yang aku ingat kemarin aku masih berada di reruntuhan dan ketika bangun aku tiba-tiba berada disini. TUNGGU! APA AKU TELAH DICULIK DAN DIBAWA KESINI? "


"Hei anak kecil, mengapa kamu teriak? Apa kamu tersesat? "kata seorang pedagang yang memiliki tampang seram.


"Apa kamu lapar? Kamu sangat terlihat sangat ingin makan. "


Pedagang tersebut lantas memberi apel kepada Johan. Tanpa berpikir panjang Johan langsung memakan apel tersebut.


"Totalnya 250 koin emas. " kata pedagang.


"Apa? Maaf tuan aku kira engkau memberi ku apel secara cuma-cuma. "


"Hah? Tidak ada yang gratis di dunia ini anak muda. "


"Tuan kumohon aku tidak punya apa-apa. Lagipula memangnya ini apel apa sampai mahal seperti itu? "

__ADS_1


"Enak saja kalau bicara. Asal kau tahu saja pohon apel ini ditanam di taman kerajaan, diberi pupuk dan air dari surga. "


"Pupuk dan air dari surga. Pufftttt.... apakah itu tidak berlebihan?" Ucap Johan didalam hati.


Kemudian seorang pedagang lain datang kepada mereka berdua.


"Oi bos.. ada ribut-ribut apa ini? " Ucap pedagang sambil memperhatikan wajah Johan.


"Anak sialan ini tidak mau membayar apel kerajaan. Enaknya kita apain dia? "


"Tunggu... wajah anak ini rasanya pernah aku lihat. Tapi dimana ya? "


"Memangnya kalian pernah bertemu? Ahh... sudahlah. Hei teman-teman cepat kemari, anak ini tidak mau membayar apel kerajaan!"


Para pedagang lain yang berada disekitar mendengar teriakannya dan mulai mendatangi Johan.


"Oi nak..segera bayar atau tidak kamu akan kami bunuh!"


"HEI LIHAT ADA SEEKOR NAGA!! " Teriak Johan sambil menunjuk ke angkasa.


Seketika perhatian para pedagang mengarah ke angkasa dan Johan menggunakan kesempatan tersebut untuk lari.


"Anak sialan. Cepat kejar dia! "

__ADS_1


[Di sebuah persimpangan jalan]


"Huft... huft... lelah sekali. Aku tidak bisa berlari selamanya, harus cepat cari tempat sembunyi! "


Johanpun bersembunyi didalam sebuah tong kosong. Terdengar pula suara ricuh orang-orang yang mengejarnya.


"Woi anak sialan! Kau bisa lari tapi tidak bisa sembunyi dari kami! Cepat cari ke arah sana! "


Kata seorang pedagang.


"Huft.. akhirnya setan-setan gila itu sudah pergi! Tapi sebenarnya aku dimana? Kalau tidak salah seorang dari mereka menyebutkan kerajaan. Ah lebih baik aku memastikannya. " Ucap Johan.


Johan keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan mengendap-endap karena takut dengan para pedagang yang baru saja mengejarnya.


"Hmmnn... kalau di lihat-lihat, pakaian orang-orang disini pada lusuh dan tidak ada yang mirip dengan pakaian abad 20. Bangunannya juga terlihat sederhana hanya terbuat dari batu dan kayu." Ucap Johan sambil melihat-lihat sekeliling.


Tanpa disadari Johan berkeliling cukup lama di tempat itu dan sampailah ia pada sebuah bangunan raksasa yang tampak seperti istana dan terdapat banyak prajurit.


"Jangan-jangan apa yang dikatakan pedagang itu benar. Aku kini sedang berada di sebuah kerajaan. "


Karena Johan sangat tercengang dengan megahnya istana dihadapannya ia tidak memperhatikan langkahnya dan...


BRAKK.....

__ADS_1


"Sial! Kalau jalan pakai mata dong! Hei bukannya kamu anak yang tadi! Teman-teman dia ada disini mari kita kepung dia! " Ucap seorang pedagang.


"Sial! Lagi-lagi bertemu mereka lagi! Kali ini aku benar-benar akan tamat! " ucap Johan didalam hati.


__ADS_2