The Last Page

The Last Page
Sudah Diramalkan!


__ADS_3

"HEI LIHAT ADA NAGA! " teriak Johan.


"ha ha ha ha... kami tidak akan tertipu dengan trik murahan itu lagi! "


"kalau begitu, LIHAT ADA SEBUAH PESAWAT!"


teriak Johan sambil menunjuk ke angkasa.


Para pedagang tersebut lantas terpecah kembali fokusnya dan melihat kembali ke arah langit.


"Hah.. Pesa.. apa? Sial kita tertipu trik murahan anak itu lagi! Cepat kejar! "


"Huh.. sampai kapan aku harus seperti ini! Aku harap semua ini hanya mimpi buruk!! " Ucap Johan sambil berlari.


Johan kembali berlari menghindari amukan para pedagang. Johan berlari dan menyelinap masuk diantara para prajurit yang sedang berjalan ke arah istana.


Tanpa disadari Johan kini berada di halaman depan istana. Para prajurit juga tidak menyadari kehadiran Johan karena terlalu fokus dalam mengatur barisan.


[Di gerbang depan istana]


"Huft.. kali ini kamu selamat anak muda! Andai saja rakyat jelata seperti kami diperbolehkan masuk istana, sudah tamat riwayatmu nak! " Ucap seorang pedagang.


[Di halaman depan istana]


"Wah.. besar dan megah sekali istana ini! Tapi apakah tidak masalah kalau aku ada disini? "

__ADS_1


Kata Johan sambil mengagumi betapa megahnya istana tersebut.


"Eh.. ada anak kecil. Apa lebih baik aku samperin aja yach? " Kata Johan.


"Hei anak kecil kamu mengapa disini? " Ucap Johan hangat.


"Selamat siang kakak. Pakaian kakak aneh yah. Oh iya... kakak mau temanin aku bermain boneka tidak? " Ucap anak gadis.


"oh ya benar.. aku masih memakai seragam pramuka. " Ucap Johan didalam hati.


Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari dalam istana. Mendengar suara tersebut membuat Johan berlari dan segera bersembunyi dibalik sebuah pohon.


"Nona muda. Nona muda sedang berbicara dengan siapa? Ratu Anerpa memanggil anda."


Tak berselang lama mereka berdua masuk kedalam istana.


"Ratu.. nona muda... pelayanan..jangan-jangan gadis itu putri kerajaan. Ucap Johan.


Seorang prajurit yang sedang bepatroli mendapati Johan sedang berkeliaran di halaman depan istana. Prajurit itu hendak menangkap Johan.


"Oi..nak kamu harus saya tangkap karena berkeliaran di istana raja! " Ucap prajurit sambil mengikat kedua tangan Johan.


"Hei.. hei aku tidak berbuat apa-apa lepaskan aku! Aku bisa jelaskan! " Ucap Johan ketakutan.


[Di dalam istana]

__ADS_1


"Yang mulia raja. Saya mendapati seorang penyusup di halaman depan istana!." Ucap seorang prajurit sambil berlutut di hadapan raja.


"Bawa dia masuk! " Ucap raja.


"Lepaskan-lepaskan! Aku tidak bersalah! Aku bahkan tidak berbuat apa-apa! "Ucap Johan sambil meronta-ronta.


Setelah Johan berada dihadapan raja, sang raja pun terkejut dan gemetaran ketakutan.


"Cepat panggil peramal Quang! " Ucap raja.


[Tak lama kemudian]


"Yang mulia raja ada apa sampai memanggil hamba kemari? " Ucap peramal Quang.


"Peramal Quang, apakah anak itu adalah anak yang kau ramalkan sejak dulu? " Kata raja.


"Tidak mungkin! Ramalan saya memang benar-benar terjadi! Lebih cepat daripada yang saya perkirakan! Yang mulia raja, anak ini berbahaya. Anda harus segera membinasakannya! " Kata peramal Quang sambil gemetar ketakutan.


"Bohong.. pasti bohong! Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan! " Kata Johan.


"Penjaga! Cepat bawa anak ini ke dalam penjara! Besok persiapkan tempat eksekusi di hadapan publik! " Kata raja dengan tegas.


"Baik yang mulia raja. " Ucap seorang prajurit sambil membawa Johan keluar istana.


"Hari ini aku entah mengapa sial banget! Dari amukan para pedagang tadi sampai akan dieksekusi. Tapi apa aku harus menyerah begitu saja? " Ucap Johan didalam hati dan pasrah dirinya dibawa ke penjara.

__ADS_1


__ADS_2