
"Apa yang kau pikirkan, Johan? Tanya Putri Anisia.
"Ti... tidak ada. Ayo cepat kedalam soalnya hari mulai gelap. " Jawab Johan.
[Di dalam Gubuk]
"Untuk sementara waktu kau bisa tidur disini."
"Terima kasih.. "
"Kau terlihat haus. Mau aku ambilkan segelas Yonku?"
"Yonku? Apa itu? "
"E.. eh itu semacam minuman keras. "
"Aku belum cukup umur. Apa tidak ada air putih saja? "
"Air putih? Kau ini klasik sekali. Tunggu, biar aku ambilkan.
[Malam Hari]
Suasana didalam gubuk sangat aneh dan membuat Johan kesulitan untuk tidur. Johanpun keluar untuk mendapatkan udara segar.
"Johan? Mengapa kau diluar? "
"Maaf aku membangunkan mu. Aku hanya keluar sebentar karena tidak bisa tidur. "
"Bolehkah aku bertanya sesuatu pada mu? "
"Silahkan. "
__ADS_1
"Dari mana asalmu? " Tanya Putri Anisia dengan nada serius.
"Aku berasal dari Celestial Kin.. "
"Bukan! Bukan itu yang kumaksud. Dari mana asal mu? Dunia asalmu? Apa yang terjadi sebelum kau berada di dunia ini? "
"Putri Amerta, ada seseorang yang berkata pada ku untuk mencarinya. Apa kau tahu siapa dia? "
"Kau masih belum menjawab pertanyaanku dan malah bertanya padaku? "
"Bukan... bukan, hanya saja ceritanya rumit dan cara ku berpindah ke dunia ini pun aku tidak ingat pasti. Yang kuingatkan hanya nama Putri Amerta dan aku diminta untuk mencarinya. " Ucap Johan menjelaskan.
"Putri Amerta ya? Ada rumor bahwa dulunya dia seorang ratu Celestial Kingdom. Dia sangat dikasihi oleh raja dan rakyatnya, namun semenjak orang itu datang! Raja menjadi..."
"Raja menjadi apa? " Tanya Johan tak sabar.
"Johan... ini sudah malam kita sebaiknya segera tidur. "
"Hmnn aneh... mengapa dia tiba - tiba terlihat bersedih? Adakah yang disembunyikan oleh dirinya? " Ucap Johan di dalam hati.
Johan dan Putri Anisia akhirnya memutuskan untuk kembali ke dalam gubuk, namun Johan tetap tidak bisa tidur karena ia tetap merasakan aura yang aneh di dalam gubuk tersebut.
[Pagi Hari]
"Hoam... biar ku tebak, kau pasti ada diluar sini sepanjang malam. " Ucap Putri Anisia.
"Kau benar. "
"Dan lagi... kau pasti tidak bisa tidur semalam, kan? "
"Kau benar lagi. "
__ADS_1
"Janji tetaplah janji. Kau harus menemaniku berburu rusa. "
"Yap, aku aku tak akan ingkar janji. "
Johan dan Putri Anisia pun berjalan menuju arah hutan untuk berburu rusa.
[Di dalam Hutan]
"Ssttt... Tenang Johan... aku sudah melihat sarapan kita. "
"WOW... ikut rusa yang sangat besar. Bagaimana kita bisa membunuhnya? " Tanya Johan penasaran.
"Tentu saja dengan sihir. " Jawab Putri Anisia.
"Sihir macam apa lagi yang kau bicarakan? "
"Aku akan menggunakan sihir tingkat tinggi. Aku akan mencoba menarik jiwa rusa itu keluar dari tubuhnya dengan cepat sehingga dia tidak akan kesakitan." Ucap Putri Anisia.
'ET DI LLA ZA TI DA KAN!! '
"Ru...rusa itu! Rusa itu mengeluarkan asap putih! " Teriak Johan heran.
"Johan itu lah yang kumaksud. Asap putih yang kau lihat adalah jiwa rusa yang berhasil aku tarik."
"Lalu...ba.. bagaimana dengan Tuan Wilbert? Setelah dia meninggal aku tidak melihat jiwanya keluar. "
"Itu karena dia meninggal dengan tidak tenang dan menyakitkan sehingga jiwanya tetap tinggal di dalam tubuhnya. "
"Lalu...kapan jiwanya bisa terbebas? "
"Tenang saja Johan... sebelum kita pulang ke gubuk, aku sudah membebaskan jiwanya. " Ujar Putri Anisia.
__ADS_1
"Syukurlah... "
"Ayo lekas pulang. Kita akan makan besar hari ini! "