
"Baik. Kau menang Johan. Namaku sebenarnya adalah Amerta. "
Johan yang mendengar pernyataan tersebut langsung mengkerutkan dahi dan dengan nada kesal bertanya.
"Mengapa? Mengapa kau menyembunyikan nama asli mu? "
Ratu Amerta yang mendengar pertanyaan Johan bukan menjawabnya melaikan malah berbalik bertanya dengan nada datar.
"Apakah kini kamu membenciku? "
Johanpun lantas terkejut mendengar pertanyaan Ratu Amerta. Johan tidak pernah menyangka akan diberi pertanyaan seperti itu.
"Benci? Kalau boleh jujur aku sangat membenci dirimu saat ini! Aku tidak pernah menyangka kau menyembunyikan nama aslimu selama ini. "
Setelah mendengar jawaban Johan, Ratu Amerta tertawa kecil dan membuat Johan bingung. Tak lama kemudia Ratu Amerta kembali bertanya kepada Johan.
"Lalu bagaimana dengan mereka? Apakah kau juga membenci mereka? "
Johan kebingungan dengan pertanyaan Ratu Amerta.
"Mereka? Siapa yang kamu maksud? "
"Orang-orang di Celestial Kingdom. Apakah kau juga membenci mereka? "
Setelah mendengar ucapan Ratu Amerta. Tiba-tiba Johan teringat kembali akan segala perbuatan mereka terhadap dirinya. Mereka menuduh dirinya, mengusirnya, dan ia juga teringat akan raja keji yang menghukum orang tak bersalah.
"Ya. Aku juga membenci mereka semua!"
__ADS_1
Ratu Amerta terlihat tersenyum kecil dan berkata.
"Dengan ini aku bisa membalas dia. "
Johan kembali bingung dengan ucapan Ratu Amerta. Kemudian Ratu Amerta seperti membisikan sesuatu dihadapan Johan.
"Apa yang kau.... "
Tak lama setelahnya Johan mengantuk. Ia telah disihir oleh Ratu Amerta sehingga tertidur pulas.
---------------------------------------------------------------------------
Johan tiba-tiba berada di sebuah kota yang tampak seperti Celestial Kingdom, namun dengan para paskan yang sedang bertempur melawan bayangan hitam, kobaran api dimana-mana, jeritan dan tangis terdengar kencang ditelingan Johan.
Johan juga melihat bahwa gerbang dan tembok disekeliling kerajaan tersebut masih berdiri utuh dan tidak mengalami kerusakan sedikit pun. Johanpun bertanya dalam hati.
"Darimana musuh ini berasal? Tidak mungkin mereka dapat menyerang tanpa merusak gerbang depan. Atau mungkin saja ada jalan masuk lain."
"Tolong... kasihani saya... tolong jangann.. Ahhhhhhh... "
Johan melihat sesosok bayangan membunuh seseorang tepat dihadapannya. Johan yang ketakutanpun berlari keluar. Ia kembali melihat pembantaian yang dilakukan tanpa belas kasihan.
Seorang prajurit memerintahkan seluruh prajurit yang tersisa dan masyarakat untuk segera pergi kedalam istana untuk berlindung.
Johan tanpa berpikir panjang langsung berlari dengan ketakutan dan berdesak-desakan dengan masyarakat yang panik untuk pergi berlindung kedalam istana.
Ditengah-tengah kepanikan orang-orang Johan menoleh kebelakang dan melihat gadis kecil yang menangis dan sesekali mengatakan.
__ADS_1
"ibu.. kau dimana?? ibu.. "
Johan yang kasihan melihat gadis tersebut segera kembali meberobos kerumunan masyarakat. Ketika tepat didepan gadis tersebut Johan berniat menarik tangan sang gadis namun seakan-akan ia tidak dapat meraihnya.
Johan dengan gemetaran melihat kedua telapak tangannya yang mulai terlihat menjadi transparan.
Hal tersebut membuat Johan terkejut dan tersungkur. Ia kembali melihat ke sekeliling dan tetap terlihat sosok bayangan yang melakukan pembantaian. Jeritan dan tangisan kembali ia dengar. Ketika ia menghadap kedepan ia melihat seorang wanita dengan jubah merah. Wajah nya hancur dan banyak mengeluarkan nanah.
Wanita tersebut kemudian mengubah wajahnya menjadi cantik dan terlihat muda kembali.
"Ratu Amerta?? Apakah itu dirimu? "
"Johan...kini kamu sudah melihat diriku, diriku yang sudah dimakan rasa benci dan amarah, diriku yang asli! "
Tiba-tiba sekeliling Johan menjadi gelap gulita. Johan yang heran berdiri dan kembali melihat sekeliling, namun ia tak dapat melihat apapun. Benar-benar gelap sekali.
"Dimana? Dimana aku? " Tanya Johan kebingungan.
Tampak sebuah pedang tiba-tiba berada dihadapanya. Pedang tersebut dengan cepat menuju arah Johan dan....
---------------------------------------------------------------------------
"ARGGHHHHH... "
"Huft.. Apa yang?? Ternyata hanya mimpi.
Kini Johan mendapatkan dirinya disebuah ruangan yang terkunci
__ADS_1
Terdengar pula suara Ratu Amerta diikuti suara bising bala tentaranya.
"Prajuritku yang gagah berani! Kita akan menyerang sore hari ini! Angkat senjata kalian! Dendam kalian akan terbalaskan! "